#508: Nasehat Ira Glass untuk Pemula

#508: Nasehat Ira Glass untuk Pemula

Nobody tells people who are beginners — and I really wish somebody had told this to me — is that all of us who do creative work … we get into it because we have good taste. But it’s like there’s a gap, that for the first couple years that you’re making stuff, what you’re making isn’t so good, OK? It’s not that great. It’s really not that great. It’s trying to be good, it has ambition to be good, but it’s not quite that good. But your taste — the thing that got you into the game — your taste is still killer, and your taste is good enough that you can tell that what you’re making is kind of a disappointment to you, you know what I mean? A lot of people never get past that phase. A lot of people at that point, they quit. And the thing I would just like say to you...

Read More

Fairy Dust

Fairy Dust

credit Leo membuka matanya dan hal pertama yang dilihatnya adalah sebuah toples kaca di atas meja kecil di samping tempat tidurnya. Dia bangkit dan mengambil toples itu; tidak kosong. Ada serbuk berwarna kebiruan yang seolah kelihatan mengambang begitu saja di dalamnya. Leo berdiri dan membuka jendela. Dia membiarkan cahaya matahari masuk dan menembus melewati toples itu. Serbuk itu bukan saja berwarna biru, tapi juga berkilauan. * * * “Dunk it.” Leo menoleh. Dia melihat sesosok gadis dengan lace mask berwarna hitam menutupi sebagian wajahnya. Gadis itu tersenyum dan berdiri di sampingnya. Samar tercium wangi parfumnya yang manis. “Dunk?” Leo bertanya. Bingung. Gadis itu duduk di sampingnya, mengambil sebuah biskuit yang diletakkan di atas...

Read More

#507: Lose Yourself, Chandelier, dan Sebagainya

#507: Lose Yourself, Chandelier, dan Sebagainya

Beberapa hari belakangan, saya lagi suka banget dengerin Sia–gak tau kenapa. Pertamanya, saya denger iklan di tivi. Waktu itu saya di lantai atas (di kamar) trus di tivi di ruangan bawah, kedengeran sountrack iklan apaaa … gitu (saya juga gak tau sampe sekarang karena gak pernah liat iklannya), pake lagu Titanium-nya Sia.  Liriknya lagu nancep di kepala saya dari awal saya denger dan saya sukaaa … banget. I’m bulletproof, nothing to lose Fire away, fire away Ricochet, you take your aim Fire away, fire away You shoot me down but I won’t fall I am titanium You shoot me down but I won’t fall I am titanium Tapi, pas saya dengerin Chandelier, malah nadanya doang yang nancep. Trus gak tau kenapa, saya keingetan salah satu artikel...

Read More

#506: Ngomongin Collective Creativity

#506: Ngomongin Collective Creativity

Linda Hill Beberapa hari yang lalu–saya lupa tepatnya–saya baca artikel di The Verge tentang menjadi yang pertama itu bukan hal yang paling penting; menjadi yang terbaik, itu yang penting. Kalo Manteman mau baca artikelnya, silakan di sini. Kalo males baca, saya kasih garis besarnya aja deh, ya. Intinya sih, itu artikel menceritakan tentang banyak produsen gadget yang mengklaim kalo produk mereka yang pertama punya ini dan itu, atau inovasi yang pertama di bidang ini dan itu. Masalahnya, itu semua jadi gak berarti ketika masuk ke pasar (konsumen) karena yang jadi pertimbangan konsumen sebelum membeli adalah; sebaik apa produknya–selain juga budget. Kalo kamu nyari perbandingan produk yang mau kamu beli, misalnya aja mouse (atau bahasa kerennya;...

Read More

#505: [Review Novel] Warna Hati

#505: [Review Novel] Warna Hati

Sebelumnya, saya merasa agak bersalah karena baru bisa menyelesaikan membaca novel ini beberapa hari yang lalu dan menulis reviewnya malam ini. Hiks. Novel ini dikirim ke alamat saya di Riau bulan lalu dan baru sampai ketika saya sudah pindah dari sana. Saya pun meminta adik saya untuk mengirimkannya ulang ke alamat baru saya di Jakarta. Jadi novelnya udah berkeliaran ke mana-mana ini…. Baiklah. Mari kita mulai. Buat yang baru sekali ini membaca review saya, saya peringatkan kalau review saya–biasanya–rada pedes. Tapi itu bukan tanpa alasan. Karena gak mungkin kan, kalo ada hal yang bagus trus saya tetep cabein juga. Di tiap cabe yang saya ulekin *halah* ada alasannya kok. Dan kalau saya bisa ngasih saran gimana cara memperbaiki hal-hal yang gak...

Read More

#504: Akhirnya Datang Juga: Writer’s Block

#504: Akhirnya Datang Juga: Writer’s Block

Tempat di foto ini memorable banget buat saya. Saya udah jatuh cinta sama jalan ini sejak pertama kali saya melihatnya–sejak saya belasan tahun. Di awal musim penghujan, akan ada bunga berwarna orens, merah, dan kuning keluar dari pohon–entah apa namanya. Waktu saya ke sana kemarin, semua kelihatan hijau aja.  Selama ini saya gak pernah mengalami yang namanya writer’s block. Bukan karena saya mudah buat nulis apapun, tapi karena saya punya banyak hal yang bisa ditulis dan pengen saya tulis. Jadi saya selalu aja ada bahan. Tapi sebulan belakangan ini, saya sepertinya mengalami apa yang sebelumnya gak pernah saya alami: punya banyak bahan tapi gak tahu gimana harus menuliskannya. Bulan lalu diakhiri dengan drama bikin paspor, lalu pindahan ke...

Read More

#503: [Nulis Kamisan] Hi!

#503: [Nulis Kamisan] Hi!

Credit Dinda terkejut ketika cambuk kilat keemasan melecut di langit abu-abu yang menutupi kota ini seharian. Dia memegangi payung hitamnya dengan lebih erat. Setelah itu, beberapa detik kemudian, gemuruh terdengar di langit. Gemuruh yang selalu saja datang terlambat karena dia kalah cepat. Lampu-lampu jalan sudah menyala padahal sekarang baru saja jam lima sore. Jalanan yang basah memantulkannya sehingga seolah ada lebih banyak sumber cahaya daripada yang sebenarnya. Sesekali mobil lewat di depannya, pelan. Lampu depan mobil itu menembus hujan yang membuat tetesannya tampak lebih jelas; seperti jarum-jarum panjang yang menghujam ke tanah lalu pecah. Seorang laki-laki yang juga memakai payung hitam berjalan pelan dan berhenti di sampingnya. Dinda menoleh ketika...

Read More

#502: theUnlearn and The Four Agreements

#502: theUnlearn and The Four Agreements

Semalam, sebelum tidur–seperti biasa, udah jadi rutinitas–saya baca-baca forum. Ada satu post yang menarik banget buat dibaca, tentang gimana caranya biar hidup gak banyak drama. Silakan dibaca di sini (link ke kaskus). Saya pengen ngerangkum tulisannya, tapi saya takutnya malah jadi terlalu ringkas dan sulit dimengerti karena yang ditulis di sana udah sangat padat. Jadi Manteman baca di sana aja, ya. Kalo males baca, liat videonya aja di sini.  Sebenernya semua sederhana aja, sih … tapi gak mudah. Mungkin karena kita gak terbiasa, ya. Apalagi untuk poin pertama; Speak with integrity. Say only what you mean. Avoid using the word to speak against yourself or to gossip about others. Use the power of your word in the direction of truth and love....

Read More

#501: Ngomongin Selfie dan Ust. Felix Siauw

#501: Ngomongin Selfie dan Ust. Felix Siauw

Kirain setelah saya balik dari Pekanbaru, berita tentang Ust. Felix Siauw udah reda. Masih ye, bok? Gilingan sambel deh, cyyyn~ Jadi gini ceritanya. Minggu lalu kali ya, saya liat di twitter banyak banget yang nge-bully UFS. Bahkan sampe ada hestek #selfie4siauw. Setelah saya usut, eh riset, eh apalaaah itu–demi memuaskan kepo–saya baru ngeh kalo sepertinya orang-orang ini salah sasaran dan salah paham. Awalnya ini karena UFS nge-tweet ucapan terimakasih sama orang-orang yang udah ikutan acara Selfie Bersama Alila. FYI, Alila ini merek usaha jilbab punyanya istri UFS. Saya suka jilbabnya. Sayang belom kebeli juga ampe sekarang. *curcol* Trus abis itu ada yang mulai nge-bully UFS karena selfie ini. Alasannya ini: Masalahnya, selfie yang dimaksud sama...

Read More

#500: Bring Me The Night

#500: Bring Me The Night

  So bring me the night, send out the stars ‘Cause when I’m dreaming we don’t seem so far Darken the sky and light up the moon So that somehow you’ll be here with me soon Bring me the...

Read More

#449: Nasehat Paling ‘Jleb’ yang Pernah Kamu Dapatkan

#449: Nasehat Paling ‘Jleb’ yang Pernah Kamu Dapatkan

Kemaren malem sambil ngetik-ngetik gajebo (gak jelas bok), saya denger podcasts langganan saya tapi diacak gitu. Jadi saya juga udah gak ngeh juga itu yang lagi didengerin podcast yang mana karena kebanyakan podcast yang saya suka temanya sama aja. Tapi saya masih inget salah satu podcast yang ngebahas tentang nasehat apa yang paling keren yang pernah kamu dapatkan, atau yang paling jleb, atau yang paling mempengaruhi hidupmu. Sebenernya saya rada udah imun gitu sama kisah penuh hikmah atau ceramah kayak Mario Teguh–gak tahu kenapa. Mungkin karena udah kebanyakan denger dan baca yang kayak gitu kali, ya. Dan yang dibicarain itu-itu aja. Jadi saya lebih suka ngebaca curhat-curhat orang di forum (yang anonim gitu). Jadi keliatan gitu sebenernya masalah orang...

Read More

#448: Ngomongin Move On dan Say Hi!

#448: Ngomongin Move On dan Say Hi!

Saya bingung mau nulis apa pagi ini. Trus saya baca-baca timeline twitter. Paling banyak emang komentar politik. Saya skip aja. Kedua terbanyak adalah; tentang move on. Ini hari apa, sih? Jum’at ya? Hooo … pantes. Sepertinya hari kerja terakhir di satu minggu itu jadi saat di mana timeline jadi mellow penuh dengan keluhan jomblo dan curhat tentang susahnya move on. Saya sendiri sebenernya bingung; sesusah itu kah move on? *disambit yang baca* Gimana kalo saya ikut ngebahas topik beginian?  Saya nyari pertanyaan yang bisa saya jawab. Pertanyaan pertama; Gimana caranya dapet pacar, calon suami, atau calon istri? Ini pertanyaan dari para jomblo. Jawaban saya; say hi~! Saya gak ngerti kenapa hal kayak gini jadi susah banget gitu. Kalo kamu cowok (cewek...

Read More

#447: Gak Sempet Sedih

#447: Gak Sempet Sedih

Mungkin beberapa Manteman tahu kalo saya nyoba daftar beasiswa CCIP di akhir tahun kemaren. Saya pikir, sebaiknya saya nyoba mumpung ada kesempatannya. Trus saya uruslah semua yang diperlukan. Abis itu udah. Saya semacam antara gak tahu mau ngerasain apa dengan gak tahu harus gimana. Ngarep pun, kayaknya gak bisa. Pokoknya yah, terserahlah nanti gimana hasilnya. Pagi tadi, saya baru inget kalo ini udah pertengahan Januari dan harusnya udah ada pengumuman kan, ya? Trus baru deh saya nyari-nyari tau di internet sambil nelpon si Tuan. Ternyata hari ini yang lolos panggilan wawancara lagi wawancara di Jakarta. Karena saya gak dapet panggilan, berarti saya gak lolos. Tapi sebelum saya tau itu, di luar udah ada seorang teman–temannya adek saya sih,...

Read More

#446: Banyak Maunya

#446: Banyak Maunya

Kelok Sembilan yang baru. Susah motonya karena banyak nikung dan panjang banget ternyata. Kadang saya suka bingung nanggepin komentar beberapa teman yang bilang, “Enak ya, kalo bisa segala macem.” Kadang (lagi) saya suka balik nanya, “Enaknya kenapa?” Salah satu jawaban yang saya rada gak setuju adalah, “Enak soalnya bisa ngerjain segala macem dan bisa bikin banyak hal.” Itu gak enak…. Beberapa tahun yang lalu–sekitar tiga atau empat tahun kali, ya–saya pernah nulis kalo menurut saya, bisa segala macem itu bakalan ngebikin kamu jadi Jack of All Trades. Sederhananya sih, dia itu orang yang bisa segala macem tapi bukan ahli segala macem. Bisanya yaaa … bisa bisa aja gitu. Definisi dari Urban Dictionary...

Read More

#445: Magnolia

#445: Magnolia

Gara-gara kemaren ikutan GWP (walopun kayaknya gak bakalan menang karena saingannya cakep-cakep, tapi gak apa-apa, yang penting udah nyoba) dan harus bikin sampul buat setiap cerita yang di-submit, jadilah saya keranjingan bikin sampul. Awal bulan ini saya sempet mikir buat latihan nulis cerpen tapi serius gitu. Bukan yang tulis trus ditelantarkan. Jadi saya bikin subdomain blog satu lagi, bisa diliat di sini. Isinya khusus buat fiksi aja–termasuk puisi. Biar gak nyampur di blog ini. Dulu saya juga pernah punya tapi saya gak suka gitu karena berantakan. Sekarang saya nyoba bikin yang lebih rapi. Subdomain yang lain juga pengen mulai diisi lagi, terutama yang review. Yang masak-masak kayaknya hiatus dulu karena sekarang saya jarang banget masak. Yang masak...

Read More

#444: [Podcast] Writing Excuses

#444: [Podcast] Writing Excuses

Udah lama banget ini saya gak ngeblog ya? Tahun baru kemaren saya pulang kampung ke Payakumbuh, trus di sana lagi musim duren. Uwak (nenek) saya nungguin pohon duren kalo malem selama sebulanan dan paginya duren yang jatoh, dijual. Tapi karena cucu dan cicitnya pada pulang, beberapa hari sebelum kami sampai, durennya disimpan. Seperti biasa, saya mabok duren. Jadi saya cuma makan tiga bijik trus udah … tobat. Saya udah sampe di rumah sejak empat hari lalu tapi mabok durennya masih berasa. Jadi saya tidur-tiduran aja sambil nonton series dan dengerin podcast–lebih santai dibanding baca buku. Saya juga mau nge-review series yang saya tonton, tapi nanti yaaa…. *procrast* Salah satu podcast yang saya dengerin adalah Writing Excuses (kalo kamu gak...

Read More

#443: Bad Dream by Keane and An Irish Airman Foresees His Death by W. B. Yeats

#443: Bad Dream by Keane and An Irish Airman Foresees His Death by W. B. Yeats

Seada-adanya aja dah, fotonya. Males nyari. *pemalas* Tadi pagi, saya buka iTunes trus nyetel lagu acak aja dan keputerlah A Bad Dream by Keane. Trus saya keingetan kalo lagu ini dibuat berdasarkan puisinya W. B. Yeats; An Irish Airman Foresees His Death. Jadilah sambil nunggu cucian, saya nyari puisinya dan ketemu juga wawancara sama Tim Rice Oxley–si pencipta lagu–tentang lagu ini. Buat dokumentasi sendiri–yah, buat apaaa … gitu nanti, saya juga belom tahu–saya bikin post-nya biar gampang nyarinya. Ini lirik lagunya: A Bad Dream Why do I have to fly over every town up and down the line? I’ll die in the clouds above and you that I defend, I do not love. I wake up, it’s a bad dream, No one on my side, I was fighting But I just feel...

Read More
Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: