#384: State of Our Affairs

#384: State of Our Affairs

Seperti halnya saya gak percaya kalo cinta itu tidak harus memiliki, saya juga gak percaya bahwa kita dan pasangan kita diciptakan untuk saling melengkapi karena kalo sendirian, kita gak lengkap. (Ini kok belibet ya, bahasanya?) Mungkin ini pendapat dari orang yang kelamaan jomblo sebelum nikah. Hahahaaa…. Tapi yaaa, begitulah.  Mungkin banyak yang mengira kalo saya ketemu Tuan Sinung itu pas kuliah di STIS. Iya sih. Tapi jauh sebelum itu saya udah “ketemu” dia duluan. Pas SMA, saya suka beli majalah Annida. Belinya kalo lagi ada uang aja; jadi kadang beli, kadang gak. Trus suatu hari, saya baca di rubrik “Tahukah Anta” ada orang yang nulis apa gitu, saya lupa tulisannya. Tapi nama yang nulis saya masih inget; Amin Rois Sinung Nugroho. Trus saya beli edisi...

Read More

#383: Some Stories are Better Left Unwritten, Some Moments are Better Left Uncaptured

#383: Some Stories are Better Left Unwritten, Some Moments are Better Left Uncaptured

Kadang, ada saat-saat tertentu saya gak tau mesti nulis apa atau mesti moto apa. Misalnya sekarang-sekarang ini, waktu anak-anak udah mulai gede dan seharusnya–iya, seharusnya–saya nulis banyak hal tentang mereka biar saya bisa inget nanti. Atau biar mereka bisa inget nanti. Tapi entahlah, saya malah membiarkan banyak hari belakangan ini berlalu tanpa tulisan, tanpa foto. Kamera saya nganggur. Hal yang cukup aneh sebenernya karena saya ini setan kamera. Saya ngambil gambar apapun. Tapi belakangan … saya ngerasa capek dan bosan ada di belakang lensa. Saya mau merasakan semuanya tanpa harus terganggu dan terhalangi oleh hal lain. Misalnya aja, seperti yang udah saya tulis tadi–terhalangi lensa. Atau terganggu oleh tekad bahwa saya harus bisa...

Read More

#382: Berbuka dengan Air Layak Minum

#382: Berbuka dengan Air Layak Minum

Gambar boleh minjem di mari. Beginilah seharusnya judul film kalo dibuat untuk mengisi Ramadhan.  Kamu lagi puasa? Coba pandangi gambar di bawah ini. Bayangkan kesegarannyaaa…. Bayangkan dia melewati kerongkongan dan menghilangkan hausmu. BAYANGKAN! Gambar boleh minjem di mari. Apaaah? Masih kurang seger? Kalo ditambah es gimana? Gambar boleh minjem di mari. OMG! Praise the Lord! Bisa berbuka dengan air putih (dengan atau tanpa es, sesuai dengan pilihan kamu) merupakan nikmat yang nikmat banget! Nikmat di dalam nikmat; nikmat-ception. Walopun ada kolak, es buah, teh manis, pasti yang diincer air putih dulu. Dia jadi kayak pembuka gerbang kegembulan kita ketika buka puasa. Hahahaaa…. Tapi … ada kalanya di masa lalu di mana saya masih...

Read More

#381: Tips Biar Blog Banyak Pengunjungnya

#381: Tips Biar Blog Banyak Pengunjungnya

Errr … pertanyaan ini lagi. Biar saya gak perlu ngejawab berkali-kali, saya tulis aja deh gimana-gimananya. Dan judulnya sengaja dibuat gitu biar catchy. Pertanyaannya adalah: Gimana caranya biar blog banyak pengunjungnya? Jawabannya: 1. Bersabarlah *plaaaaaak* Waktu saya mulai ngeblog, saya juga gak tau apa blog ini bakalan banyak pengunjungnya atau gak. Apa ada yang mau baca atau gak. Bisa dibilang, saya ngeblog tanpa ekspektasi bakalan ada yang ngunjungin. Di bulan-bulan pertama, yang baca juga kayaknya cuma teman-teman saya yang tau aja. Gak lebih dari 10 orang perhari. Tapi saya tetep nulis. Tetep berusaha nulis untuk dibaca. Bukan nulis yang nulis-nulis doang. Kalo kata Pak Budi Rahardjo, intinya cuma dua; nulis yang bagus dan konsisten. Nulis berkala...

Read More

#380: [Kamisan] Game of Love

#380: [Kamisan] Game of Love

  Kalau cinta itu permainan Maka aku selalu kalah dan mengalah Karena dia datang dan aku menyambutnya Bukan mengangkat pedang dan menebasnya Dan aku selalu saja senang ketika mengenang betapa aku mengalah Bukan karena lemah Karena bisa saja, bisa saja ketika itu aku menukarkan cinta dengan banyak hal lain, tapi akhirnya aku meletakkan senjata dan menyerah Bukan karena lemah Karena bisa saja, bisa saja ketika itu aku memilih untuk tidak menyerah, tapi apalah artinya? Karena bisa saja, bisa saja melawan itu berarti menyakiti diriku sendiri Karena ku tahu, aku tidak jatuh cinta pada siapapun, tidak juga padamu, aku jatuh cinta pada diriku sendiri Yang imajinya terbiaskan pada cintamu Karena itu mudah sekali untuk menyerah Karena kemudian, cinta itu membawa pada...

Read More

#379: Album Favorit Bulan Ini: The Best of Keane

#379: Album Favorit Bulan Ini: The Best of Keane

Setelah sebulan kemarin saya ngedengerin Coldplay gak berhenti-berhenti, akhirnya saya pun rada bosen trus mulai nyari-nyari album lain yang bisa dibeli di iTunes. Trus saya liat albumnya Keane ini, The Best of Keane. Sebenernya–kayak album The Best of lainnya–ini kayak kumpulan lagu-lagu mereka yang pernah hits aja. Jadi kalo punya koleksi lengkap albumnya dari Hopes and Fears (2004) sampai Strangeland (2012), yaaa … gak perlu punya album ini juga gak apa-apa. Tapinya karena saya selalu punya soft spot untuk band yang satu ini, saya milih buat punya albumnya sekalian. Soalnya mereka juga mengumumkan hiatus setelah album ini launching dan itu ngebikin saya agak gimana juga. Kayaknya sayang banget gitu. Saya emang rada banci kalo urusan musik...

Read More

#378: Move In, Move Out, and Move On

#378: Move In, Move Out, and Move On

  “Tanggal berapa sekarang?” “Dua puluh sembilan.” “Oh, God. Kita harus packing!“ “Besok aja kali, ya, packing-nya.” “Hu-um. Besok.” * * * “Gimana ini tiketnya?” *ikut nimbrung di depan laptop* “Tanggal berapa, ya?” *hening* “Besok aja kita liat lagi.” “Oh. Okay. Besok aja.” * * * “Pohon jeruk yang aku tanem di samping rumah belum berbuah. That’s so sad.“ “Ada pohon jeruk di samping rumah?” “Ada!” *trus pergi liat pohon jeruk* * * * “Gimana cara bawa buku sebanyak ini?” “Pake ekspedisi? Dikirim pake JNE? TIKI?” *tarik napas* “Aku mau beli sepatu.” “Beli sepatu?”...

Read More

#377: Dogville, Perkampungan Tanpa Tembok

#377: Dogville, Perkampungan Tanpa Tembok

Provocateur Lars von Trier’s films have always been … well, provocative. Ada yang pernah nonton Dogville? Saya udah nonton berapa kali, ya? Pertama karena wajib. Yang kedua nonton lagi karena tugas. Yang terakhir nonton dua-tiga kali karena baru paham kenapa banyak review yang bilang film ini provokatif, bikin gatel pikiran. Pas nonton yang terakhir itu saya jadinya agak–sebelumnya gak sama sekali–paham sama apa yang dibicarain di filmnya. Dan lumayan, itu jadi paper 20 halaman. Hahahaa…. Tapi saya gak mau ngomongin panjang-lebar tentang apa yang berusaha disampaikan Lars von Trier di film ini. Saya mau ngomongin yang lain. Tentang perkampungan tanpa tembok. Waktu pertama kali liat film ini, saya tertarik banget dengan setting-nya; sebuah...

Read More

#376: Kedai Kopi, Pagi Hari

#376: Kedai Kopi, Pagi Hari

Hal yang paling menyenangkan di pagi hari setelah saya bangun tidur dan melakukan kewajiban pagi adalah; membawa laptop keluar kamar dan kemudian membuat kopi–dibuatin kopi sama Tuan Sinung lebih tepatnya. Saya duduk di depan latop yang sengaja dihadapkan ke pekarangan depan rumah dan mulai memikirkan apa yang akan saya tulis untuk pemanasan. Saya harus menulis beberapa ratus kata kalau di pagi hari itu tidak diburu pekerjaan. Tulisan itu saya satukan di satu kategori “Ceracau Pagi”. Setidaknya, kalau di siang hari saya terlalu lelah untuk menulis atau ada satu-dua hal yang membuat saya tidak bisa menulis, saya bisa menghibur diri saya sendiri dengan berkata, “Yah, tadi pagi lumayan lah. Udah nulis dikit.” Karena semakin siang, saya...

Read More

#375: Life Begins at Forty, Katanya!

#375: Life Begins at Forty, Katanya!

Senangnya jadi anak-anak….  Semalem saya susah tidur. Padahal akhir-akhir ini saya udah bisa membiasakan diri buat tidur sebelum jam sebelas malam. Tapi entah semalam itu rasanya seger-seger aja sampe tengah malam. Sambil berusaha mengantukkan diri, saya browsing di hape. Mulai dari berita penyanyi kita yang pake seragam Himmler sampe ke wawancara Queen, sampe ke YKS (acara apaan sih, itu?), sampe ke baca beberapa blog yang saya ikuti. Ini juga yang bikin saya males sebenernya browsing lewat hape; susah kalo mau ninggalin komen. Trus akhirnya saya ngantuk juga sih. Tapi sambil ngantuk, saya kepikiran satu hal; kenapa orang suka bilang hidup itu dimulai di umur 40 tahun? Beberapa waktu yang lalu, saya baca wawancara Tom Chaplin (saya emang lagi suka banget...

Read More

#374: There’s a Devil inside of Me

#374: There’s a Devil inside of Me

  There’s a devil inside of me. Need to be tamed.  Ada iblis di hatiku yang ingin aku takluklan. Iblis yang sama dengan yang membuatku bisa memindahkan benang-benang pikiran ke atas kertas. Membuat proses yang menyakitkan itu terasa melegakan. Iblis yang sama yang membuatku kuat melawan ketika dunia ingin menenggelamkan. Ada iblis di hatiku yang ingin aku taklukkan. Iblis yang sama dengan yang membuatku bisa menusuk dan melukai cukup dengan huruf dan kata. Iblis yang sama yang membuatku bisa keluar sambil membawa pisau, malam itu, ketika aku sendirian dan mendengar ada seseorang di luar rumah kita. Ada iblis di hatiku yang ingin aku taklukkan tapi tidak ingin aku bunuh. Maka pertarungan ini, sayang, selalu tentang siapa yang paling kuat. Bukan tentang...

Read More

#373: Mempertaruhkan Jantung dan Hati

#373: Mempertaruhkan Jantung dan Hati

Pertamanya saya kira ini replika tardis. Ternyata cuma box telepon biasa. Hiks. Satu hal yang saya baru sadar akhir-akhir ini–dulu mah, belom sadar–kalau saya gak banyak tau tentang emosi. Mungkin emang karena hidup saya sedatar talenan. Tapi setelah saya pikir-pikir dan ingat-ingat lagi, sebenernya gak sedatar itu juga. Saya punya banyak waktu sedih, banyak waktu gembira, banyak waktu dengan kupu-kupu di dalam perut. Hanya aja, saya gak pernah berusaha mendalami perasaan itu. Saya jarang ada di keadaan emosi di ujung-ujung; sedih banget atau seneng banget. Saya sedih, tapi saya tahan. Saya senang, saya juga berusaha menahannya. Dan inilah sekarang akibatnya; saya gak bisa memahami dengan sempurna gimana rasanya emosi-emosi tertentu. Buat apaan...

Read More

#372: Playlist di Penghujan

#372: Playlist di Penghujan

Males banget ya, bawaannya ujan-ujan begini…. Saya juga males banget ini mau nulis. Jadi, daripada gak nulis–dan emang saya harus nulis–jadinya saya nulis post ini untuk pemanasan. Yang ringan dan hepi-hepi aja. Tentang lagu-lagu yang suka saya dengerin akhir-akhir ini kalo lagi hujan. 1. Late Night Alumni – Rainy Days Coba aja dengerin pas hujan turun kalo gak bikin suasana makin sempurna … malesnya. *plaaak* 2. Light Night Alumni – Light Reading Ini salah satu lagu Late Night Alumni kesukaan saya. Dan kayaknya semua lagu LNA ini pas banget didengerin pas lagi hujan. 3. Mindy Gledhill – All About Your Heart 4. Regina Spektor – Samson 5. Kings of Convenience – 24-25 6. Frau – Mesin Penenun Hujan 7. Letto...

Read More
Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: