#257: Resep Gulai Putih Sawi

#257: Resep Gulai Putih Sawi

Jadi ceritanya, pas hunting properti buat food-photography awal beberapa bulan yang lalu, saya beli mangkok yang lucuk banget. Sayangnya, mangkok ini bagusnya dipake kalau mau moto makanan yang warnanya plain, misalnya putih, krem, pastel. Yah warna yang kayak gitu lah. Soalnya si mangkok ini sendiri warnanya coklat susu muda dan ada motif di tutupnya. Trus, kemaren saya pengen masak gulai tapi perasaan rada bosen juga makan gulai mulu. Pas saya nelpon ibu saya, saya nanya resep gulai putih. Ternyata resepnya gampang. Jadilah saya masak gulai putih hari ini. Dulu Mama saya sering sih bikin gulai putih ini. Tapi sayurannya pake kol putih. Pas saya pulang ke kampung, ke rumah ibu saya, saya liat ibu saya bikin gulai putih ini pake sawi sama telor rebus. Jadi...

Read More

#256: Resep Balado Ikan Banjar

#256: Resep Balado Ikan Banjar

Haloooo…. Udah lama ya kayaknya saya gak ngeblog. Dua minggu terakhir, saya, anak-anak, sama Tuan Sinung ganti-gantian sakit. Pertama saya, trus Tuan Sinung, trus kayaknya nular ke anak-anak, trus sembuh semua. Eeeeh, abis itu malah gantian saya yang sakit. Sakitnya kayaknya karena cuaca: demam, pilek, batuk. Tapi kemaren setelah saya sembuh dari radang tenggorokan, saya gantian ikutan demam. Sekarang semua udah gapapa sih. Cuman Thaariq aja yang masih agak pilek. Selama saya sakit, saya sering gak masak. Pas udah sembuh begini, bawaan langsung pengen masak yang enak tapi gampang. Jadi, saya masak balado ikan banjar aja. Tadi pagi saya nitip belanjaan sama Tuan Sinung. Doi yang ke pasar. Saya di rumah aja. Ikan banjar ini harganya di sini Rp. 20.000,- per...

Read More

#255: [Prompt #12] Konde Usman

#255: [Prompt #12] Konde Usman

credit Aku terkejut saat aku secara tak sengaja menyenggol sesuatu yang besar dan menyembul. Astaga! Konde? Tapi, siapa yang pakai konde di rumah ini? Aku mengambil konde itu dan meletakkannya di atas meja makan. Sepertinya benda itu memang tidak sengaja terjatuh dari meja ini karena aku melihat ada beberapa tusuk konde dan kembang goyang di atas meja. Usman keluar dari kamarnya. Sedikit terkejut melihat aku sudah ada di ruang tengah. Ini kedatanganku yang ketiga kali ke rumah ini. Di kedatanganku yang kedua, Usman memberiku kunci rumah agar aku bisa tetap masuk walaupun dia tidak ada di rumah. Aku menunggu beberapa lama tadi setelah mengetuk pintu tapi tidak ada yang menjawab. Aku pun menggunakan kunci itu. Aku menyodorkan sekotak martabak bangka yang sengaja...

Read More

#254: Different Dream

#254: Different Dream

Ini salah satu mimpi saya: makan pancake, minum kopi, dan baca buku di pagi hari pas turun hujan. Alhamdulillah udah terkabul mimpinya pekan kemaren. Semalam, sambil nungguin anak-anak tidur, saya blog-walking ke blog Mbak Alaika Abdullah tentang sesuatu yang indah pada waktunya. Trus saya mikir…. … … … *masih mikir* … … Saya mikir tentang mimpi-mimpi saya sendiri. Saya memang gak pernah membayangkan diri saya bakalan kerja di luar rumah suatu ketika nanti. Bukan karena saya gak mau, tapi lebih karena saya ngerasa gak mampu. Saya gak bisa ngadepin rutinitas yang begitu-begitu aja setiap hari. Mungkin ada yang ngeliat kalau kehidupan saya sekarang mengikuti jadwal tertentu yang berputar dengan cara yang sama setiap hari. Sayangnya, itu gak tepat. Walaupun saya...

Read More

#253: Resep Donat Kentang

#253: Resep Donat Kentang

Halo, Manteman…. Udah tiga hari belakangan ini saya kena radang tenggorokan. Jadi gak masak deh. Tapi hasrat ngemil gak bisa ditahan. Karena ini hari Sabtu dan saya bisa santai sedikit, akhirnya saya bikin donat. Saya beberapa kali bikin donat kentang dan hasilnya gak sebagus yang saya harapkan. Resep donat kentang yang dulu pernah saya tulis di blog ini pun, hasil akhirnya gak sebagus yang saya inginkan. Jadi, saya nyoba resep baru. Ternyata, kali ini jadinya bagus dan empuknya pas. Saya gak berharap jadinya bakalan sebagus donat J.Co sih, tapi yaaaa … gak pengen sekeras donat yang pernah saya beli di pasar juga. Karena beberapa waktu belakangan ini saya suka bikin roti, saya pun menggunakan takaran bahan untuk roti. Tapi, ditambah puree kentang biar...

Read More

#252: [Journey to Everton]: Day 4

#252: [Journey to Everton]: Day 4

Yah, lupa motong bagian bawah gambar yang putih ituh…. Sebodo ah~ *ditabok* Mari kita ngomongin orang, eh karakter. Yeay~! Kemarin, saya baru saja menyelesaikan plot sinopsis dan berniat untuk gak ngutak-ngatik lagi sampai semua bab selesai ditulis dan jadi draft 1. Yaaaaah, semua draft 1 itu gak ada yang sempurna. Pasti butuh editing ketat dan akan ada banyak perubahan juga. Tapi, yang namanya draft 1 itu harus ada bukan untuk jadi draft terakhir yang akan diperlihatkan ke publik: dia akan jadi draft utuh pertama yang bisa diliat, dicoret, dicabik-cabik, atau bahkan dibakar. Satu hal yang masih saya kerjakan sambil menulis bab demi bab draft 1 ini adalah karakterisasi. Kok ngerjainnya sambil jalan? Gak di-fix-kan di depan? Karena tokoh-tokoh ini akan (dan...

Read More

#251: [Poem] Janji

#251: [Poem] Janji

Ternyata, aku sudah lupa bagaimana rasanya merindui cinta seperti hari-hari kita tak bertemu   Ketika, siang rasanya begitu panjang dan malam pun seolah tiada akan pernah berakhir   Karena, kamu selalu ada seperti udara tak pernah diminta dan tak pernah terpikir   Bagaimana, seadainya suatu ketika tanpa tanda kamu harus pergi begitu saja   Tapi, kita sudah berjanji bukan janji cinta sehidup-semati bukan….   Melainkan, janji untuk menjadi yang terbaik yang kita bisa bagaimanapun takdirnya   (Selamat berkurang umurnya bertambah usianya, Tuan...

Read More

#250: [Journey to Everton]: Day 3

#250: [Journey to Everton]: Day 3

Ide, Plot, dan (Takut) Mati Gaya Seorang teman sesama penulis wannabe pernah menceritakan idenya pada saya: pengen bikin ini begini begitu trus begini begini begitu begitu…. …dan saya terperangah! Itu ide yang hebat, segar, dan menyenangkan untuk dibaca. Tapi, semua orang punya ide. Di situlah masalahnya. Semua orang bisa punya ide. Kalau saya tanya sama Isha (5 tahun) apa yang dia pikirkan waktu melihat bulan purnama, dengan cepat dia bisa jawab: mau digoreng. Itu juga ide yang luar biasa. Bayangkan tentang bulan yang bentuknya kayak pancake itu digoreng di kuali yang besarnya kayak Jupiter plus dikasih taburan asteroid di antara lintasan Mars dan bumi. Keren toh? Itu ide: sesuatu yang melintas di kepala dan kemudian ditangkap, diamplas, disisihkan...

Read More

#249: Srikandi Blogger 2013: Writing in Positivity

#249: Srikandi Blogger 2013: Writing in Positivity

Blogger inspiratif? Banyak orang yang mengatakan bahwa sebaiknya menjadi blogger itu harusnya inspiratif. Tapi harusnya lagi, tidak hanya blogger yang inspiratif. Pekerjaan apapun bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Blogger yang inspiratif itu, menurut saya, adalah blogger yang bisa membuat pembaca blognya mendapatkan ilmu, pemahaman, semangat, cara pandang, dan pengalaman baru yang baik dan berguna. Tidak harus selalu menulis tentang hal yang besar dan berat, hal yang kecil dan biasa ditemukan sehari-hari pun banyak yang memberikan inspirasi agar pembaca bisa menjadi orang yang lebih baik setelah membaca blognya. Bergabung di Kumpulan Emak2 Blogger, membuat kegiatan blogging saya menjadi lebih menyenangkan. Di sana, saya bertemu dengan ratusan perempuan yang...

Read More

#248: Selamat Hari Kartini dan Cerita tentang Srikandi Blogger 2013

#248: Selamat Hari Kartini dan Cerita tentang Srikandi Blogger 2013

Selamat Hari Kartini, manteman semuanyaaaa…. Walopun di luar sana banyak perdebatan tentang pahlawan perempuan yang lebih pantas dijadikan sebagai simbol kebangkitan dan perjuangan perempuan, saya tidak mau ikutan. Soalnya, menurut saya, semua perempuan itu pahlawan. Memang ada banyak perempuan super keren yang memperjuangkan kemerdekaan, mengangkat senjata bareng-bareng sama laki-laki, memperjuangkan hak sesama perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan kesetaraan, tapi setiap perempuan juga punya perjuangannya sendiri yang mungkin tidak ada yang mencatat dan memperhatikan. Tapi tentu aja setiap detail kecil perjuangan itu tidak akan kelupaan dicatat sama Allah. Dibanding memperdebatkan siapa-siapa yang lebih pantas, mendingan kita mulai memperkenalkan...

Read More

#247: [Journey to Everton] Day 2

#247: [Journey to Everton] Day 2

    Saya selalu suka Sabtu bukan cuman karena weekend tapi juga karena (rasanya) waktu berjalan lambat. Saya bisa melakukan banyak hal tanpa harus terlalu diburu ini dan itu. Misalnya pagi ini saya ke pasar, pulang dari pasar saya nonton How I Met Your Mother season 7 sampai 5 episod, trus baru masak. Abis itu masih ada waktu buat leyeh-leyeh setelah makan, main sama anak-anak, moto resep (trus fotonya entah kenapa gak kesimpen di memory-card), trus masih bisa lanjut nonton How I Met Your Mother lagi (yang bikin mood jadi gak enak soalnya ceritanya nyebelin gitu di season 7), dan … akhirnya saya pun bisa curhat lagi di blog, seperti sekarang. Tadi pagi saya dapet balesan email dari Bang Alf yang bikin saya jadi mikir lamaaaaa … banget....

Read More

#246: [Journey to Everton] Day 1

#246: [Journey to Everton] Day 1

    Pekan ini, saya mulai menuliskan tentang Everton. Karena saya lumayan puyeng nulisnya dan mau curhat juga males karena gak ada waktu buat curhat juga, jadi saya menuliskan semua kepuyengan saya aja deh. Judul tulisan Journey to Everton, akan memuat curhat terselubung saya selama menuliskan novel ini. Saya perlu berkeluh-kesah, memikirkan kembali, mencatat beberapa hal penting selama menuliskan novel ini, jadi saya memutuskan untuk membaginya di blog. Syukur-syukur sih ada yang membaca dan ngasih tanggapan … dan  juga semangat. Saya sempat libur dua minggu dari novel terakhir yang saya tulis karena lompat dari chicklit yang penuh cinta ke fiksi fantasi yang ada adegan pertarungan itu ngeset mood-nya lumayan susah juga. Apalagi selama nulis...

Read More

#245: Srikandi Blogger 2013: Dari Pelarian, Berbagi, sampai ke Memimpikan Pelangi

#245: Srikandi Blogger 2013: Dari Pelarian, Berbagi, sampai ke Memimpikan Pelangi

Penulis Wannabe yang Akhirnya Ngeblog Walaupun menulis dan menjadi penulis adalah cita-cita saya, sebelum kenal dengan internet (mungkin waktu masih SMA kali ya), saya merasa cita-cita itu jauuuuuh sekali. Seseorang bisa dikatakan menjadi penulis setidaknya kalau ada karya yang dihasilkan dan dibaca oleh orang lain. Karya yang dibaca oleh orang lain ini biasa (sampai sekarang juga masih begitu) diperantarai oleh penerbit yang membukukan karya itu dan mendistribusikannya kepada pembaca yang berminat. Tapi, setelah saya kenal blog, saya tahu bahwa cita-cita saya ini menjadi lebih dekat. Memang sampai sekarang ada semacam keharusan bahwa penulis itu adalah seseorang yang punya karya yang sudah diterbitkan. Kalau belum, berarti namanya penulis wannabe. Di posisi...

Read More
Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: