#421: Gramedia Writing Project

#421: Gramedia Writing Project

Quick info, saya ikutan Gramedia Writing Project (GWP). Lebih lengkapnya bisa dibaca di sini. Karena ini bulannya NaNoWriMo, jadinya saya main combo gitu. Hasil nulisnya saya post di GWP dan word count-nya saya submit untuk NaNoWriMo. Kalo mau baca ceritanya, silakan di sini. Sayangnya, kalo manteman mau komen, ngasih vote atau ngasih bintang, harus sign up dulu. Cerita ini plot sinopsisnya udah selesai saya buat kira-kita tahun lalu. Tapi entah kenapa saya sama cerita ini gak ada kemistrinya. Trus entah kenapa sekarang saya malah pengen ngelanjutin ini cerita. Hari ini saya konsultasi sama Mbak Leyla Hana dan kata beliau sih, ini cerita–walopun perlu dibenerin di sana-sini–udah cukup “dapet” gitu. Makin semangatlah saya menuliskannya....

Read More

#420: Declaration of Dependence

#420: Declaration of Dependence

Every fall into love involves the triumph of hope over self-knowledge. We fall in love hoping we won’t find in another what we know is in ourselves, all the cowardice, weakness, laziness, dishonesty, compromise, and stupidity. We throw a cordon of love around the chosen one and decide that everything within it will somehow be free of our faults. We locate inside another a perfection that eludes us within ourselves, and through our union with the beloved hope to maintain (against the evidence of all self-knowledge) a precarious faith in our species.–Alain de Botton Masih mau ngomongin relationship, tapi kali ini pernikahan. Soalnya … saya perlu procrast nulis yang lain. Hahahaaa…. Suatu kali saya bertanya pada teman saya, “Sehat gak...

Read More

#419: Kutukan Seniman

#419: Kutukan Seniman

Mesjid Terapung di Makassar. Duh, susah tidur lagi. Hari ini harusnya saya gak ngeblog lagi sih, soalnya udah nulis satu post tadi. Tapi karena ada peristiwa yang lumayan bikin saya semangat nulis, jadi saya mau ngeblog satu post lagi. Tentang kutukan seniman; sensitivitas. Kadang, saya ngerasa agak gimana gitu (susah ngejelasinnya) sama beberapa hal yang terjadi sama saya. Saya menanggapi hal-hal itu dengan sangat sensitif. Saya tahu harusnya saya gak begitu karena mungkin beberapa orang melakukan sesuatu yaaa … gak dipikir dulu. Tapi itu ngebikin saya mikir lama; kenapa sih dia ngelakuin itu? Misalnya suatu ketika ada orang yang gak deket sama saya, baru kenal gitu deh, ngomentarin berat badan saya sambil ketawa dan bilang saya cacingan. Menurut dia...

Read More

#418: La Prima Estate yang Bikin Bahagia

#418: La Prima Estate yang Bikin Bahagia

Ini mobil apaan, sih? Semalem saya butek banget dan bikin kopi menjelang jam 11 itu sungguh keputusan yang salah. Salah. Salah. Salah. Bikin saya gak bisa tidur sampe subuh. Jadi saya ngubek-ngubek Youtube. Trus saya pun menemukan video klipnya si Erlend Oye ini. *senaaaang~* Erlend ini cukup terkenal, loh. Selain bikin duo Kings of Convenience, dia juga punya proyek yang namanya Whitest Boy Alive. Sayangnya udah bubar. Musiknya si Whitest Boy Alive ini pasti pernah kamu denger di manaaa … gitu, tapi kamu gak tau siapa yang bikin–biasanya sih, gitu. Jadi berita terakhir tentang Erlend yang saya denger; dia pindah ke Sicily, Italia dari Norway. Dulunya saya juga denger dia tinggal di Jerman. Enak ya, jadi musisi. Pindah ke mana-mana trus bikin lagu....

Read More

#417: [Poem] Maka Harusnya

#417: [Poem] Maka Harusnya

Maka kita harusnya tidak perlu mengorbankan apa-apa Karena ketiadaan hanya di kematian Dan kehilangan bukan rasa di setelahnya Kita hanya harus tetap hidup Menjawab banyak pertanyaan Yang muncul setelah kita melakukan sesuatu Bahwa semua perlu dijelaskan; itu aku baru tahu Kita hanya perlu berhenti menantang Karena (lagi-lagi) bukan tentang kalah-menang Ini tentang perjalanan Kalau kita harus melawan arah, toh bumi bentuknya bulat, Dan kita akan sampai juga pada akhirnya; itu aku sudah tahu Maka kita harusnya tidak perlu mengatakan apa-apa Karena kesepian hanya di kesendirian Dan nyeri bukan rasa di...

Read More

#416: Tentang Hubungan, Investasi, dan Waktu

#416: Tentang Hubungan, Investasi, dan Waktu

“Still fall, Honey. Would you like to come and meet me, maybe?” Beberapa waktu terakhir, saya punya kebiasaan baru; buka email setiap pagi. Ini bisa dibilang kebiasaan baik sih, soalnya inbox saya yang biasanya umpel-umpelan email entah apa dari entah siapa, sekarang jadinya bersih. Saya bikin folder segala. Hahahaaa. Saya melakukan ini karena saya nunggu-nunggu email dari salah seorang teman lama yang akhirnya bertemu kembali–di email. Saya sama temen saya ini sebenernya gak terlalu nyambung. Pengalaman kami pernah tinggal sekamar, trus kuliah sekelas, trus naik kopaja, dan jalan kaki bareng; entah kenapa kayaknya ada hal-hal yang saya dan dia gak pernah bisa satukan. Entah apa itu. Tapi saya baru tahu kalau ternyata saya suka email-email yang...

Read More

#415: NaNoWriMo 2014 Prep

#415: NaNoWriMo 2014 Prep

November udah mau datang…. Seperti tahun-tahun kemaren, tahun ini saya ikut NaNoWriMo lagi. Kayaknya udah tiga kali saya ikut. Sayangnya, menang cuma sekali, tahun kemaren. Buat yang pengen nyoba ikut dan pengen tahu NaNoWriMo itu apa, saya tulislah post ini. Dulu kayaknya saya udah pernah tulis juga di sini, tapi kurang jelas kali ya. Baiklah. Apa itu NaNoWriMo? Singkatannya: National Novel Writing Month. Ini event tahunan yang skalanya world-wide. Tujuannya sih sebenernya cuma buat bikin kamu nulis doang; satu novel selama satu bulan. Jadi, itu ngapain? Jadi, selama bulan November, mulai dari tanggal 1 dan berakhir tanggal 30, kamu harus menulis novel sepanjang 50.000 kata. Gak perlu bagus bangeeet karena yang diminta hanya draft pertama … dan...

Read More

#414: The Art of Asking; Crowd Funding Ketika Mas Gagah Pergi (Bagian 1)

#414: The Art of Asking; Crowd Funding Ketika Mas Gagah Pergi (Bagian 1)

Sekitar tahun 2002, ketika saya masih kelas dua SMA, saya mulai membaca novel-novel Islami dan langganan (atau lebih sering minjem kalo lagi gak punya uang) Majalah Annida. Ada sesuatu yang baru yang saya temukan di dua hal itu (novel Islami dan Majalah Annida), yaitu semangat untuk menyebarkan pemahaman Islam dengan cara yang elegan; dengan bercerita. Saya lupa kapan tepatnya saya membaca Ketika Mas Gagah Pergi. Mungkin menjelang saya lulus SMA dan itu sudah lebih sepuluh tahun yang lalu. Yang saya ingat; saya meminjam novelnya dari seorang teman—yang saya lupa siapa. Ceritanya sederhana saja, menurut saya. Tentang hubungan adik-kakak, tentang perubahan ke arah yang lebih baik, tentang kedekatan, dan perasaan kehilangan. Saya masih ingat betapa salah seorang...

Read More

#413: Hon, Sekolah Yuk!

#413: Hon, Sekolah Yuk!

“Hon, ke sini yuk. Kita sekolah.” Begitu kata-kata ajakan Tuan Sinung yang dia katakan berkali-kali kepada saya. Mungkin setengah dari facetime kita, isinya cuma itu. “Aku gak pernah nemu orang sepinter kamu.” Ini bisa dibilang setengah rayuan, setengah lagi menunjukkan kalo dia kurang pergaulan. Tapi mungkin itu gak salah juga kalo menyangkut urusan aneh-aneh kayak; nyasar–saya pinter banget nyasar. Saya sebenernya belum siap nyeritain ini semua. Tapi karena ada beberapa kesalahpahaman dan hal-hal lain yang bikin saya gak nyaman, akhirnya saya pengen nyeritain juga. Mungkin bakalan panjang dan isinya emang curhat doang. Jadi kalo kamu males baca curhat panjang, silakan di-skip. Saya gak pernah bermasalah dengan sekolah. Walopun saya...

Read More

#412: Video Tutorial Pertama yang Berhasil Saya Selesaikan

#412: Video Tutorial Pertama yang Berhasil Saya Selesaikan

Keliatannya ribet ye, padahal ini gampang banget ngedit pake iMovie. “Apa sih susahnya bikin video?” Pertanyaan nantang, nih. Ya susahlaaah…. Apalagi kalo ada tiga bocah berkeliaran di sekitar tripod. Kalo kamu sendirian, di studio misalnya, gak ada yang gangguin, punya perlengkapan lighting yang memadai, dan waktu yang banyak … itu gak masalah. Kalo kamu serabutan kayak saya, bikin satu video aja bukan cuma susah, tapi susah banget! Saya udah lama pengen nyoba bikin tutorial craft pake video karena kayaknya lebih mudah dimengerti aja gitu dibandingin step by step pake foto. Sayangnya, langkah untuk bikin video tutorial ini lebih panjang dibanding tutorial pake foto. Saya harus mastiin punya cukup stok langkah per langkah yang jelas....

Read More

#411: If It Hurts Too Much,Then Fly!

#411: If It Hurts Too Much,Then Fly!

Gambar minjem dari sini. Saya bermimpi aneh waktu tidur siang tadi. Bukan mimpi yang serem, cuma aneh aja. Bikin saya jadi pengen cerita. Saya udah lupa rasanya sakit melahirkan. Rasanya emang sakit banget–apalagi waktu rahim saya robek di bulan ke delapan waktu hamil Kalinda–dan itu ngebikin mata saya gak bisa ngeliat apa-apa; menghitam. Tapi saya udah gak bisa inget lagi gimana hebatnya sakit waktu itu. Satu hal aja yang saya ingat sekarang: kalo saya ngerasa sakit (misalnya kepentok meja) sakitnya gak seberapa dibanding itu. Saya mimpi ngeliat ruangan mirip dengan ruang tempat saya dioperasi dulu. Setidaknya, di mimpi itu, saya merasa wanginya sama. Trus saya ngeliat ada seseorang yang ngasih saya origami burung yang bentuknya kayak di gambar yang...

Read More

#410: Rasanya, Aku Sudah Lupa

#410: Rasanya, Aku Sudah Lupa

  Pagi ini, aku terdiam di depan halaman Scrivener yang masih kosong. Bab ini harusnya tentang cinta. Tapi tidak tentang cinta seperti yang banyak dituliskan di novel-novel itu. Karena rasanya, seingatku, cinta rasanya tidak seperti itu. Rasanya, cinta itu warnanya juga bukan merah jambu. Mungkin biru karena lebih banyak yang tidak pasti. Mungkin juga merah … karena banyak membawa nyeri. Tapi bukan seperti itu. Tapi entahlah, rasanya, aku sudah lupa. Aku jatuh cinta sudah lama sekali dan tidak pernah terpikir untuk mengulanginya lagi. Dulu sekali. Di awal usia dua puluhan dan ketika itu hidup sepertinya masih gelap untuk aku pahami wujudnya. Dan cinta juga bukan puisi panjang yang aku tuliskan untukmu. Bukan juga tentang kerinduan yang tak pernah...

Read More

#409: Hyperreal

#409: Hyperreal

Aslinya, ini gak begini loh. Ada campur tangan antara sudut pandang saya, keinginan saya gimana fotonya bakalan keliatan, sama mungkin preferensi saya sama banyak hal masuk juga di sini.  Pas saya lagi leyeh-leyeh siang ini abis makan sate padang bikinan Ibu saya, saya nemu video ini trus saya jadi mikir. Mikir gimana yaaa …. Ya gitu deh. *bingung* Apa yang digambarkan di video ini juga pernah (lebih dari beberapa kali) terjadi sama saya. Saya ketemu orang, trus foto, di-share di sosial media, tapi aslinya, aslinya banget, keadaannya gak seperti di foto itu. Aslinya, saya dan orang itu–jamak juga bisa sih, orang-orang itu–gak seakrab yang kelihatan di foto. Saya gak sebahagia itu ketemu dia dan mereka. Saya gak merasa bahwa apa yang kami alami...

Read More
Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: