#74: Lotus Birth, Apa, Bagaimana, dan Pro-Kontra

Dibaca 8,951 kali

Maa adraaka maa lotus birth? (Tahukah kamu apa itu lotus birth?)” tanya Sinung di tengah malam dua hari yang lalu.

Saya sok tau dong. Saya jelasin tuh lotus birth menurut apa yang sudah saya tau. Tapi Sinung malah balik menjelaskan:

Adraaka itu bukan tau sekedar tau, tapi tau dengan pemahaman yang dalam,” katanya Sinung.

Saya yaaa … geleng-geleng aja. “Kalo itu sih, belon laaah….”

Sepertinya sesuatu yang alami, herbal, dan sejenis itu lagi nge-trend yak sekarang. Dari mulai obat-obatan herbal sampai ke cara melahirkan sealami mungkin dengan gentle birth. Tahun lalu, saya sendiri baru mengetahui metode gentle birth ini dari sebuah e-book yang menceritakan pengalaman gentle birth seorang penulis novel terkenal: Dewi “Dee” Lestari. Dari sanalah pula saya jadi mengetahui Klinik Bumi Sehat di Bali, lotus birth, water birth, sampai ke segala macam terapi herbal dengan air bunga atau madu untuk ibu-ibu setelah melahirkan.

Semuanya oke menurut saya. Gak ada masalah. Setiap pasangan berhak menentukan dengan cara apa mereka akan melahirkan anaknya. Itu hak. Tapi, dua hari yang lalu, ketika Sinung sedang mencarikan referensi tentang masalah pendarahan ketika hamil tri-semester tiga, dia malah menemukan bahan-bahan yang bisa saya gunakan untuk menulis tentang lotus birth. Beberapa hal dalam bahan itu belum saya ketahui, bahkan sama sekali tidak pernah saya cari sebelumnya. Itulah salahnya saya: ketika menemukan hal baru, kadang saya (entah karena terlalu terpesona dengan hal baru itu, entah karena kemalasan) saya tidak mencari tahu lebih lanjut dari berbagai sisi. Tentang masalah lotus birth ini, saya bahkan tidak mencari pandangan medisnya agar apa yang saya bisa mengetahui lebih banyak lagi dengan lebih seimbang. Dan akhirnya, dua hari belakangan, saya mencari tahu lebih banyak lagi.

Apa sih itu lotus birth?

Sederhananya, lotus birth adalah metode perawatan tali pusar dan plasenta setelah melahirkan dengan cara tidak mengklem apalagi memotong tali pusar. Tapi pusar dan plasenta dibiarkan menyambung sampai terlepas sendiri. Jadi bisa dibayangkan dong ya, plasenta dan bayi akan terhubung terus sampai tali pusar itu terputus secara alami. Plasenta dibalut dengan kain dan diletakkan di sebuah wadah, biasanya baskom yang sudah diberikan bunga-bungaan atau herbal tertentu. Kadang juga ditaburi garam laut untuk mempercepat proses pengeringan.

Metode ini berhubungan dengan kepercayaan Hindu tentang kelahiran Dewa Wishnu yang dianggap suci. Kabarnya, dulu Dewa Wishnu, eh maksudnya ibunya Dewa Wishnu, melakukan metode ini untuk mempertahankan kesucian anaknya yang dewa itu. Pada awalnya, praktek lotus birth ini hanya dilakukan di sekitar Tibet dan daerah terpencil di Amerika, juga oleh para penganut ajaran Hindu. Namun, semakin hari, lotus birth menjadi semakin terkenal. Di Indonesia sendiri, lotus birth dipraktekkan di Bali. Awalnya dilakukan di Klinik Bumi Sehat.

Para ibu yang melakukan lotus birth merasakan banyak manfaatnya. Apalagi manfaat psikologis: kedekatan ibu dan bayi, kedamaian, ketenangan, dan perasaan tetap terhubung dengan bayinya walaupun bayi itu telah dilahirkan.

Saya kutipkan sedikit dari Dr. Sarah Buckley:

“Lotus birth is not a majority choice, but offers some important benefits for mother and baby. Lotus birth ensures all the benefits of delayed cord clamping (DCC) for the newborn baby. DCC allows the transfer of an extra 100 ml of blood from placenta to baby: around 1/3 of total newborn blood volume. Babies who receive this blood (including lotus babies) are less likely to be anaemic in the first year of life compared to babies whose cord is cut immediately: standard practice in most hospitals. DCC also gives extra blood for heart and brain, which may be critical for some babies. Lotus birth ensures close mother-baby contact in the hours after birth, and discourages others (including medical staff) from unnecessarily removing the baby. Early skin-to-skin contact gives the newborn healthy glucose levels, less crying, more organized behaviour, more quiet sleep and better temperature regulation. Lotus birth encourages the mother to be still and quiet for the few days after birth – you certainly can’t take a lotus baby shopping! Rest at this time, as practiced in most traditional cultures, gives the new mother time to recover, to establish breastfeeding and get to know her baby. (I recommend two weeks rest for any family, ideally six, and advise women to not get out of their PJs for maximum benefit!)

Kalau dirangkum, setidaknya ada empat manfaat lotus birth:

  1. Memastikan bayi mendapat tambahan darah dari ibunya sekitar 100 ml, sehingga memastikan bayi tidak kekurangan hemoglobin.
  2. Tambahan darah ini juga memastikan bayi mendapatkan pasokan darah yang cukup untuk jantung dan otaknya.
  3. Lotus birth mendekatkan hubungan bayi dan ibu.
  4. Dalam kepercayaan para praktisi lotus birth, plasenta juga merupakan bagian dari organ bayi yang tersambung dengan ibunya. Pemutusan paksa (dengan dipotong seperti yang dilakukan praktisi medis pada umumnya) dapat dikatakan sebagai perlakuan yang kurang manusiawi. Selain itu, lotus birth juga bisa dikatakan sebagai metode penghormatan terhadap bayi dan membiarkannya memasuki dunia dengan damai, tanpa paksaan.

Bagaimana pandangan praktisi medis sendiri?

Lotus birth masih menjadi perdebatan di dunia medis tentang manfaat dan bahayanya. Tidak seperti IMD (Inisiasi Menyusui Dini) yang sudah sama-sama disepakati tentang manfaatnya dan nyaris tanpa bahaya, lotus birth sendiri menyisakan banyak sekali masalah.

Dengan tidak memotong tali pusat dan membiarkan tetap terhubung dengan bayi, membuat kemungkinan plasenta membusuk jadi sangat tinggi. Plasenta yang membusuk, bisa membahayakan bayi. Mengingat dengan lotus birth kemungkinan tali pusat terlepas (puput) 3-10 hari, semakin lama plasenta dibiarkan di udara terbuka, semakin besar kemungkinan pembusukan akan terjadi.

Di budaya Minang sendiri (berhubung saya orang Minang sih ya) plasenta itu biasanya dihanyutkan ke sungai atau dikubur untuk menghindari bau busuk yang mungkin keluar bila dibiarkan begitu saja. Cara dikubur ini juga berkaitan dengan cara Islam memperlakukan jenazah (atau bagian tubuh jenazah). Sepertinya di budaya Jawa juga begitu. Biasanya plasenta itu langsung dikubur sebelum membusuk.

Plasenta sendiri hanya akan tetap mengalirkan darah dari ibu ke bayi maksimal 3 menit setelah bayi dilahirkan. Setelah itu, tali pusat dan plasenta secara otomatis akan menutup saluran darahnya. Di dunia medis sendiri dikenal istilah Delayed Cord Clamping (DCC): penundaan pemotongan tali pusar sampai aliran darahnya benar-benar berhenti. Biasanya penundaannya hanya 2-3 menit. Tapi itu sudah cukup untuk mengalirkan sekitar 150 ml- 200 ml darah dari ibu ke bayi.

Masalah lain yang terjadi: bayi akan sulit bergerak dan melakukan perawatan paska melahirkan. Untuk bayi misalnya: perlu diperhatikan dengan seksama bagaimana memakai baju, popok, dan selimut.

Dari sisi medis sendiri, lotus birth tidak ada manfaatnya bila dilakukan DCC setelah melahirkan.

Kalau menurut saya pribadi sih, pilihan melakukan lotus birth itu adalah hak tiap ibu (dan ayah) bayi sebagai cara untuk menyambut anak mereka dengan sebaik-baiknya. Tapi, kalau disuruh memilih, saya akan melakukan tradisi Islam dengan menguburkan bagian tubuh manusia yang sudah terlepas dan mati, seperti potongan rambut, kuku. Mempertimbangkan masalah kebersihan dan manfaat juga.

Tapi sekali lagi, itu adalah hak.

Kalau menurut manteman sendiri bagaimana?

Sumber:

http://wanitacosmo.com/lotus-birth-biarkan-plasenta.htm

http://bandung.detik.com/read/2012/01/28/135141/1827951/486/cegah-anemia-pada-bayi-dengan-lotus-birth

http://www.lotusbirth.net/index.php/the-value-of-a-lotus-birth

14 Comments

  1. farahbun
    Apr 25, 2013

    makasih sharingnya :) hari ini saya agak kaget melihat satu postingan di satu forum ibu2 tentang lotus birth ini.

    kalo saya? saya adalah seorang muslimah, dan akan menjalankan sebagaimana yang telah diperintahkan Al Quran dan dilakukan Rasullah SAW. saya percaya Islam mengajarkan kesempurnaan. gentle birth berakar dari agama lain. maka IMHO, sebagai muslim, tidak perlu mencontoh :)

    • octanh
      Apr 26, 2013

      Saya juga baru tahu ini kira-kira dua tahun yang lalu, Mbak. Tapi setelah denger asal-muasalnya, saya pun memutuskan untuk DCC aja trus plasentanya langsung dikubur. :cutesmile:

  2. Anisky
    Feb 18, 2013

    Itu pilihan ya, kebetulan pernah homebirth waterbirth, sblmnya riset dulu SpOG melarang karena kekhawatiran necrosis (juga merepotkan staf medis), sementara SpAk senang2 saja. Tapi dua2nya DCC, akhirnya krn menelusuri sejarah lotus birth lbh ke nilai falsafah , aq ambil jalan tengah yg praktis dengan burning cord setelah semalam (pemisahan dengan dibakar lilin). Indah prosesnya.

    • octanh
      Feb 18, 2013

      Iya, benar. Itu pilihan. Yang paling penting bayinya sehat dan lengkap. :cutesmile:

  3. pritakusumaningsih
    Jan 6, 2013

    assalaamu’alaikum wr. wb
    Salam kenal, bu Octaviani. Maaf saya tiba2 nimbrung, karena saat sedang search lotus birth dalam islam yang muncul adalah situs ini. Terimakasih, pandangan kita terhadap lotus birth ternyata sama.
    Wassalaamu’alaikum wr. wb

    • octanh
      Jan 9, 2013

      Wa’alaikumsalaam, Mbak. Hihi, gapapa. Saya juga sebenernya masih bingung sama Lotus Birth ini. Tapi karena gak ada ajarannya dalam Islam, jadi gak saya lakuin deh. Beberapa komen di sini juga belum saya bales (padahal udah lama banget) karena saya belum yakin sama jawaban saya. Bukan bidang yang saya kuasai soalnya. Salah-salah jawab malah bisa jadi menyesatkan orang ntar. :D Makasih udah bantuin jawab, Mbak. :cutesmile:

  4. Amira
    Nov 16, 2012

    Thanks mba’ atas sharingnya.. Dr kmrn sy cari tntg lotus birth mnurut pandangan Islam tp gak nemu. Mnurut sy pun demikian, sperti dlm ajaran Islam untuk secepatnya mengubur bagian tubuh yg sdh ‘mati’. Menghindari kebusukan itu jg kali ya… Apalg stelah sy bc blog mba’ ini, yg ternyata darah dr plasenta hnya mengalir 2-3 menit, lalu saluran akan tertutup dgn sndirinya.

    Nah, yg skrg sy kg cari2 info tntg penyimpanan darah tali pusat nih.. Ada yg tau gak? Krn bbrp artikel ada yg bilang stlh bertahun2 nyimpen tnyata gak kepake.. Perandingannya 1:1000 agak ragu krn biayanya jg bs dibilang mahal..

  5. rini
    Mar 13, 2012

    mbak kalo semisal kita hidup saat jaman tidak ada alat / benda tajam.. brarti kan tali pusat blm terpotong.. tapi kita mengikuti hukum yg ada yaitu harus segera dikuburkan.. kira2 dulu bagaimana ya? apa placenta dicabbut secara paksa baru dikuburkan atau,,, menunggu sampai lepas dengan sendirinya (lotusbirth) baru dikuburkan ya mbak? #membayangkan#

    • pritakusumaningsih
      Jan 6, 2013

      jaman dulu di negeri kita, digunakan bilah bambu tajam sebagai alat pemotong tali pusat. Tentunya di negeri lain punya cara sendiri2 untuk memotong tali pusat. Hewan mammalia memotong tali pusat dengan cara menggigitnya.
      Yang perlu diperhatikan adalah kesterilan alat pemotong karena bekas potongan talipusat bayi bisa jadi jalan masuk kuman. Termasuk Tetanus.
      Tentang plasenta silakan baca di http://drprita1.wordpress.com/2012/09/13/keajaiban-plasenta/

  6. rymi
    Mar 8, 2012

    ehm, bukannya yang menyambung itu hanya antara bayi dengan plasentanya ya? sedangkan si ibu sendiri sudah tidak menyambung dengan apapun. karena pada dasarnya plasenta harus dilahirkan agar tidak terjadi perdarahan pervaginam.

    cmiiw :cutesmile:

    • OctaNH
      Mar 23, 2012

      Eh, iya yak? Jadi malu…. :T.T:

      Makasih udah dibenerin…. *pergi ngebenerin dulu bentar*

  7. OctaNH
    Feb 24, 2012

    Sama-sama…. :cutesmile:

  8. Nurin Ainistikmalia
    Feb 24, 2012

    Aku malah baru tahu istilah Lotus Birth. Trims infonya!

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: