#110: Review Website Publikasi Kepenulisan (Wattpad, Kekom, Widbook)

Dibaca 8,447 kali

 

Kamu suka menulis? Biasanya mempublikasikan tulisannya di mana? Boleh dong kepo? :cutesmile:

Selain pribadi, sebenarnya di dunia maya sana, terdapat banyak website kepenulisan yang sangat menarik dan bisa membantu kamu mempublikasikan karya kamu agar dibaca oleh lebih banyak orang. Mempublikasikan tulisan di memang lebih mudah. Tapi, kalau orang-orang gak tahu alamat kamu, agak susah juga mendapatkan pembaca. Padahal, hal yang paling menyenangkan buat penulis itu adalah ketika karyanya dibaca dan diapresiasi oleh orang lain.

Yang saya maksud dengan website publikasi kepenulisan di sini bukan website yang memberikan info-info tentang bagaimana cara menulis yang baik, benar, dan mendingan loh ya. Yang saya maksudkan adalah website yang membantu kamu buat mempublikasikan karya. Saya mengambil generalnya saja: website. Karena ada yang bentuknya adalah jejaring sosial kepenulisan, seperti Widbook. Dan ada pula yang bentuknya komunitas, seperti Kekom.

Ada tiga yang akan saya bahas di sini: Wattpad, Kekom, dan Widbook karena saya punya akun di tiga tempat itu dan saya sudah coba menggunakannya. Jadi saya bisa menulis berdasarkan pengalaman. Gak cuman nyari-nyari info lewat internet doang. :lol:

Baiklah. Baiklah.

Wattpad

Didirikan Desember 2006, sampai hari ini user-nya sudah mencapai lebih dari satu juta dengan jumlah tulisan yang dipublikasikan lebih dari lima juta. Visitor bulanannya lebih dari delapan juta. Wow! Yang paling menyenangkan dari Wattpad adalah: kamu gak akan kehabisan tulisan untuk dibaca. Wuakeh! :lol:

Wattpad sendiri adalah website publikasi kepenulisan yang world-wide. Jadi kamu bisa menemukan tulisan dari belahan dunia mana saja. Beberapa waktu belakangan ada versi Wattpad Indonesia untuk tulisan-tulisan berbahasa Indonesia. Di sini kebanyakan bentuknya cerpen atau novel (yang biasanya lagi, dipublikasi sebagai series per chapter). Karena penggunanya banyak, tulisan kamu kemungkinan besar akan dibaca oleh banyak orang. Di halaman depan Wattpad yang saya buka pagi ini, saya melihat ada tulisan (series) yang dibaca lebih hampir dua juta kali.

Selain membaca tulisan di sana, kamu juga bisa meninggalkan komentar atau menjadi fans dari salah satu penulis. Sayangnya, Wattpad ini belum memberlakukan kebijakan copy-paste yang ketat. Dengan mudah tulisan kamu bisa di-copas. Sayang sekali ya. Padahal perlindungan copas ini bisa memberikan rasa aman buat penulis. Bagaimanapun, penulis tentu berharap karyanya diapresiasi bukan di-copas dan diaku-aku sebagai karya orang lain.

Kekom

Pagi ini saya ngecek Kekom, hasilnya:

Total post 68.175.

User: 9866

Nama panjangnya sih Kemudian.com, bisa dipanggil Kekom aja biar lebih akrab. *plak*

Berbeda dengan Wattpad, Kekom punya jargon: menulis dan mengapresiasi. Jadi kamu gak bisa nulis doang trus ditinggal pergi sambil berharap ada banyak orang yang komen dan memuji-muji karya kamu. Di Kekom ada sistem poin yang membuat kamu harus membaca karya yang ada di sana dan memberikan apresiasi. Tiap apresiasi yang berbentuk komentar (bisa komentar cabe atau komentar permen) dihargai dengan lima poin. Untuk mempublikasikan karya di sana, kamu perlu 20 poin.

Karena saya bergabung dengan komunitas penulis fiksi-fantasi di Kekom, saya bisa bilang bahwa banyak penulis fiksi-fantasi yang mulai berlatih menulis dari sini. Sekarang, ada beberapa penulis keluaran Kekom yang sudah menerbitkan novel sendiri. Hawa “belajar menulis” lebih terasa di sini. Apalagi kalau kamu bergabung di salah satu komunitasnya. Kekurangannya lagi-lagi: isu copas. Karya-karya yang dipajang di Kekom bisa dengan mudah di-copas.

Widbook

Ini yang paling anyar. Membernya baru 2.000 orang dan baru diluncurkan.

Bentuknya lebih mirip Facebook sehingga saya lebih suka menyebutnya sebagai jejaring sosial kepenulisan, walaupun pertemanannya lebih mirip Twitter: following-follower. Di Widbook, kamu bisa mempublikasikan karya kamu dan dibaca oleh semua orang atau hanya follower kamu. Sayangnya, Widbook tidak menyertakan statistik berapa kali sebuah karya dibaca.

Yang menyenangkan dari Widbook adalah interface-nya yang menarik tapi tidak ringan. Dibandingkan Wattpad dan Kekom, Widbook lebih berat dan belum ada versi mobile-nya.

Di Widbook ada fitur kolaborasi yang memungkinkan kamu menulis satu karya bareng-bareng sama temen-temen kamu seper-Widbook-an. Asyik juga. :cutesmile:

Yang mana pilihan kamu?

Kalo saya sih milih semua. Yah, namanya juga usaha biar eksis. :lol:

Gambar dipinjam dari: http://www.therockatbc.com/2012/04/02/writing-letters-a-lost-art/

14 Comments

  1. kichullie
    Oct 4, 2016

    Aku ga bisa daftar Kekom….. Tulisannya unable to send email, pas mau kontak adminnya juga sama begitu. Sedangkan pas mau coba daftar lagi dengan user yg sebelumnya daftar gagal itu eh ga bisa dipake. Berarti kan aku udah masuk sana tapi ga bisa dipake. :T.T:

    • Octaviani Nurhasanah
      Oct 8, 2016

      Aku juga udah lamaaa … banget gak ke Kekom. Jadi aku gak ngerti kenapa bisa begitu. T______T

  2. Ahmad Fauzi
    Feb 21, 2016

    Memang isu kopas paling ditakuti karena walaupun sebagai penulis amatir, karya tetap sebuah karya. 8) 8)
    Ngomong-ngomon akun wattpad ane @fauziujiko :twisted: :twisted: :twisted: :twisted:

  3. Shelly
    Apr 12, 2014

    akun wattpad kk masih aktif? http://www.wattpad.com/story/13636004-kuncup mau minta saran nih….hehehe

    • octanh
      Apr 19, 2014

      Aku udah gak aktif itu wattpad-nya, Shelly. Gak keurus. Jadi kalo nulis sekarang ditaroh di blog doangan. Di kekom juga udah gak keurus akunnya. :mewek:

  4. Samalona
    Jan 26, 2013

    Baru baca. Hasil nemu dari gugel.
    Terus berkarya :)

  5. Millati
    Jun 9, 2012

    Di Kekom ada artisnya nggak? *lagi2 OOT*

    Trus bedanya ama blogspot, wp, ato kompasiana apa, ya? *belum paham*

    • octanh
      Jun 10, 2012

      WP, Kompasiana, Blogspot kan semuanya blog. Kalo ini publikasi karya. Mejengin karya di sana. Dan karyanya bukan curhat, tapi jelas: puisi kah, cerpen kah, atau novel kah. Kalo di Kekom, karya yang kita apresiasi bisa dikasih poin. Kalo di Wattpad, bisa dikomen, tapi gak ada sistem poin. Kalo di Widbook, modelnya kayak project gitu. Dicoba aja biar berasa bedanya. Kalo diceritain mah susah. :cry:

      • Millati Indah
        Jun 13, 2012

        Iya, deh, iya. Ntar saya coba sendiri. Jangan nangis, Mbak.. *pukpuk*

  6. Nurin
    Jun 6, 2012

    Diantara itu semua, yang paling cocok untuk tipeku yang mana ya? aku kan gak bisa eksis di semua tempat, maklum wanita kariiir :roll:

    • octanh
      Jun 6, 2012

      Coba Wattpad. Gak perlu komen di karya orang lain buat dapet pion (kayak Kekom). Gak perlu di-maintain juga follower-following sistemnya (kayak Widbook). Tapi pengunjungnya banyak dan kalo ceritanya bagus, kemungkinan yang baca juga banyak. :-x

    • octanh
      Jun 6, 2012

      *poin

      • Nurin
        Jun 7, 2012

        haduh, itu tulisan kenapa jadi kariiir, padahal tadinya mau nulis kuriiir, itu lho bawahan yang suka disuruh-suruh. Hii … hii … :ngikik:. Terimakasih infonya.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)