#111: Sejarah Ikon Komputer (Bagian 2)

Dibaca 843 kali


Hay…. :cutesmile:

Pagi yang cerah di sini. Membuat saya pengen ngelanjutin tulisan tentang Sejarah Komputer Ikon (Bagian 1) kemarin yang sempat tertunda karena saya dapet mainan baru, namanya Widbook. Saya nyoba nulis-nulis sedikit di situ sekalian ngelanjutin draft 1 chicklit yang sepertinya makin ke belakang ceritanya makin gak beres. Kenapa saya jadi curhat yak? Ah, sudahlah. Curhatnya di post lain aja deh. :cutesmile:

Kemaren sampe mana yak?

Oooh, oke. Sampe Macintosh 1.0 tahun 1984. Kalau gitu, sekarang kita masuk ke tahun 1985 dengan Atari TOS.

1985 – ATARI TOS

Walaupun sekitar tahun 1985, Apple menjadi produk komputer yang terkenal, bukan berarti cuman dia yang menggunakan GUI dengan ikon dan desktop metaphor[1]. Atari ST mempunyai operating system dengan nama TOS. Yang menarik dari TOS ini adalah: dia menggunakan gaya rendering planometrik[2].

Ikon di Atari TOS

1985 – AMIGA WORKBENCH

Amiga Workbench adalah sistem operasi yang dibuat untuk Amiga 1000 personal komputer. Uniknya, berbeda dengan komputer lain (Apple dan Atari) yang menggunakan desktop metaphor, Amiga Workbench malah menggunakan workshop metapor. Dengan pendekatan seperti ini, user experience pun menjadi berbeda: pengguna tidak merasa dihadapkan pada meja kerja—seperti pada desktop metaphor—tapi dengan sebuah workshop. Apa ya kata yang tepat buat menjelaskan “workshop”? Bengkel kerja?

 Ikon di Amiga Workbench

1985 – WINDOWS 1.0x

Setelah membuat MS-DOS untuk IBM, Microsoft kemudian melanjutkan proyek pembuatan OS Windows 1.0x yang juga menggunakan GUI yang tidak terlalu jauh berbeda dengan yang digunakan di Apple Macintosh 1.0. Toh, sumber inspirasinya juga sama: Atari Alto. Windows 1.0 ini sempat digosipkan menjadi Vaporware (istilah untuk software yang sudah diumumkan tapi tidak pernah dibuat, entah apa alasannya) karena telat rilis sampai dua tahun. Walaupun alasan telat rilisnya cukup masuk akal sih: Windows mencoba untuk meminimalisir kesamaan yang ada antara dia dan Macintosh—yang lebih dulu rilis. Tapi sialnya, Windows 1.0x ini tidak selaris Macintoch di pasaran.

Ikon di Windows 1.0x

Ikon yang digunakan di Windows 1.0x juga berbeda dengan Macintosh walaupun secara desain, kelihatan sama saja konsepnya.

1986 GEOS for COMMODORE 64

Sekitar tahun 1986, GEOS adalah OS nomer dua yang terkenal setelah Macintosh 1.0 berdasarkan jumlah unit yang terjual di pasaran. GEOS menggunakan karakter ikon yang lebih kaya dibandingkan Windows tapi sekaligus mengadaptasi filosofi Macintosh yang membuat ikon dengan desain simpel. Yang menarik GEOS adalah penggunakan ikon dengan gambar sepatu boot yang ditambah huruf R untuk ikon “reboot”. Ikon ini menjadi masalah karena sepatu boot sendiri punya nama yang berbeda-beda di luar bahasa Inggris, sehingga ikon “boot” ini bisa jadi contoh ikon yang lost in translation.

Ikon di GEOS

Sampai di sini, semua ikon yang digunakan kebanyakan masih monochrome. Di Sejarah Ikon Komputer (Bagian 3) kita akan membahas ikon yang sudah berwarna dengan desain yang lebih berkembang. Kapan yak saya sempet ngelanjutin? Pokoknya dalam minggu-minggu ini deh.

Buh-bye…. :cutesmile:

Sumber: Rockstar Icon Designer by Kate McInnes


[1] Desktop metaphor artinya: komputer itu menggunakan pendekatan seperti meja kerja di mana biasanya kertas-kertas berserakan, mesin ketik menunggu untuk digunakan. Desktop metaphor membuat konsep “meja kerja” konvensional yang kita kenal dipindahkan ke layar komputer . Sederhananya begitu. Feel meja kerja ini didapat dari bagaimana ikon-ikon dibuat dan disusun di desktop. Misalnya untuk pendekatan desktop metaphor, ikon yang muncul adalah ikon documen, file, folder, dan printer.

[2] Proyeksi planometrik (atau kadang disebut juga proyeksi axonometrik) adalah sebuah bentuk perspektif yang biasa digunakan oleh desainer grafis untuk menggambarkan kesan ruang. Penggunaan angle 45 derajat membuat proyeksi planometrik ini bisa dirender dengan sempurna. Dalam pembuatan ikon yang detail, bahkan pixel perfect, proyeksi ini bisa membuat ikonnya tampak punya depth—kedalaman. Metro UI (yang digunakan di Windows 8) tidak lagi menggunakan proyeksi planometrik ini di desain ikonnya. Semua flat, simpel, dan bersih.

0 Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. #109: Sejarah Ikon Komputer (Bagian 1) | Octaviani Nurhasanah - [...] ke Sejarah Ikon Komputer (Bagian 2) errr … [...]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)