#116: Ngomongin Make-Up

Dibaca 45,207 kali

 

Udah lama saya pengen ngomongin make-up. Saya dandan bukan karena saya lenjeh lho ya. Menurut saya (ini menurut saya lho ya, bisa jadi kita berbeda pendapat tapi tetap satu jua, halah!), dandan itu perlu. Apalagi kalo udah punya suami kayak saya.

Ngapain dandan, kan lo cuman di rumah doang?

What a question!

Saya dandan, pertama karena saya suka. Dandan itu fun! Saya rasa cewek-cewek juga bakalan bilang hal yang sama. Walaupun banyak yang bilang inner beauty itu penting—dan saya sangat mendukung hal ini karena saya juga sepakat kalau itulah kecantikan yang sebenarnya—tapi saya juga berpendapat bahwa sudah seharusnyalah kita menjaga agar suami tetap tertarik sama kita secara fisik. Coba bayangin, kita di rumah dasteran doang. Trus suami kita di kantornya bolak-balik seharian ngeliat cewek yang well-polished. Apa gak ngejomplang banget itu pemandangannya? Jargon inner-beauty itu jangan sampe dipake buat jadi pembenaran buat gak ngejaga apa yang udah dikasih sama Allah buat kita, misalnya: rambut yang bagus, kulit yang sehat, wajah yang manis. Itu kan aset juga. Yang namanya aset itu, gimana pinter-pinternya kita buat manfaatin dan ngejaga lah. Jangan sampai disia-siain.

Walaupun cuman di rumah doang, saya dandan nyaris tiap hari. Sehabis mandi sore atau mandi pagi (lebih sering sehabis mandi sore dalam rangka menyambut suami pulang, biar gak sia-sia, hehe…) saya dandan serapi-rapinya. Saya punya daster, tapi gak saya pake tiap hari. Saya lebih suka baju-baju lain yang bisa membuat saya keliatan gak sembarangan lah. Misalnya gamis batik yang bagus atau rok bangkok sama kaos yang agak bagusan. Mau tidur, dandanannya saya hapus biar kulit saya tetep sehat dan siap buat dandan lagi besokannya. :cutesmile:

Gue pikir, cewek cantik dan menarik itu gak dilihat dari dandanannya.

Pasti yang ngomong kayak gini cewek deh. :cutesmile:

Cowok kan makhluk visual. Mereka gak bakalan ngeliat hati kamu pas baru pertama kali ketemu. Mereka bakalan ngeliat kamu secara visual: cakep gak, rapi gak, dan lain sebagainya yang sejenis.

Saya pribadi lebih suka dengan cewek yang menjaga penampilannya. Kadang kalau lagi ke bank, saya suka memperhatikan cewek-cewek karyawan bank itu yang (biasanya) dandanannya rapi dan well done—gak berlebihan. Penampilan seperti itu membuat saya (sugesti kali yah) merasa berhadapan dengan seseorang yang memang profesional dan mumpuni di bidangnya. Saya juga sadar, gak ada hubungannya antara dandanan karyawan bank dengan prestasi kerja mereka. Tapi penampilan seperti itu membuat saya nyaman aja, yakin gitu kalau mereka bisa melakukan tugas mereka dengan baik.

Kalau saya aja yang cewek merasa begitu, apalagi para cowok di luaran sana? :?:

Cewek dandan itu keliatan … bodoh!

Yang bilang kurang gaul nih…. :cutesmile:

Di luar sana, banyak cewek-cewek smart dengan penampilan yang oke. Memang ada kok makhluk-makhluk cantik-pintar seperti itu, yang penampilan mereka se-oke otak mereka. Jangan salah. Kalau dandanan yang dijadikan referensi itu dandanan a la artis sinetron, nah itu baru berlebihan. Tapi, salah juga sih kalau saya ngomong kayak gini. Saya gak bisa memukul rata semua artis sinetron karena banyak dari mereka yang dandanan, sikap, dan otaknya oke.

Dandan itu gak ada hubungannya sama otak. Dandan itu hubungan langsungnya sama penampilan. Penampilan itu mempengaruhi kesan pertama seseorang kalau bertemu dengan kamu. Kalo kamu punya suami kayak saya, apa gak kesian gitu suaminya ngeliat istrinya hidungnya mengkilat mulu seharian? Biar pun istrinya smart luar biasa, tapi kalo bisa smart dan cantik, kenapa gak?

Lo dandan gak kalo keluar rumah?

Dandan juga. Tapi gak seheboh kalau dandan buat di dalem rumah. Soalnya saya gak ngeliat urgensinya buat dandan heboh kalo keluar rumah. Yang penting kan keliatan well-polish, rapi, sopan, dan gak nyakitin mata yang ngeliat. Udah. Kalo di dalam rumah, saya suka bereksperimen dengan segala macem model dan teknik dandanan. I can go as crazy as I want. Toh kalo gagal, suami saya bakalan tetep bilang saya cakep. :lol:

Trus, make-up yang lo punya apaan aja?

Huahahaaaa…. Banyak! :lol:

Produk skincare saya sudah saya ceritakan di sini. Jadi, saya gak punya skincare yang aneh-aneh. Saya merasa lebih aman menggunakan bahan-bahan alami buat perawatan kulit dan wajah saya. Walaupun hasilnya bisa dibilang lama baru kelihatan. Saya juga gak menggunakan produk pemutih kulit walaupun kulit saya bisa dibilang gak terang-terang amat juga. Buat saya, cantik itu bukan putih. Tapi kulit yang sehat dan kelihatan glowy. Kulit putih pucet karena diputihin pakai produk pemutih, jadinya malah jelek. Kayaknya gak alami gitu. Yang penting, kenali aset kamu. Trus, maksimalkan. Kalau aset kamu kulit sawo matang, ya maksimalkan. Jangan diubah karena pengen lebih putih. Kulit sawo matang itu juga cakep kalo sehat dan glowy. Eksotis. Kalo gak sehat, kulit seputih apapun bakalan keliatan kusem, dekil, dan gak menarik juga.

Kalau untuk produk make-up, saya mastikan produknya halal. Banyak produk make-up lokal yang sudah ada sertifikasi halal dan kualitasnya bagus, gak kalah sama produk impor. Kan gak asyik juga udah dandan cakep-cakep tapi produknya ada najisnya. Kebayang gak sih harus cuci muka pake tanah? :die:

Catatan: Saya gak meng-endorse merek apapun yak di sini. Saya berusaha menceritakan apa-adanya sesuai pengalaman aja.

Pelembab      

Saya sempat berganti-ganti dari satu merek ke merek yang lain, sampai akhirnya saya menantapkan hati memilih pelembab Sariayu yang mawar untuk kulit normal-kering. Akhir-akhir ini, saya suka mencampurkannya dengan EVOO (Extra Virgin Olive Oil) agar lebih lembab. Cukup satu tetes aja, gak banyak-banyak. Saya memakai pelembab setiap kali habis cuci muka dan setiap kali saya merasa kulit saya kering. Kadang, saya juga pakai pelembab ini untuk kaki atau tangan karena saya gak punya lotion khusus untuk kulit. Dalam satu bulan, saya bisa menghabiskan sampai tiga kemasan. Harganya murah sih, cuman Rp. 7.000,- kalau di sini. Tapi kualitasnya bagus.

Foundie (atau nama lengkapnya Foundation)

Menggunakan foundie itu buat saya is a must! Selain bisa menutupi kekurangan kulit kita, kayak noda hitam bekas jerawat dan sebagainya, foundie juga secara instan bisa membuat kulit kita kelihatan lebih halus. Bisa juga dibilang, memakai foundie itu seperti menyiapkan “kanvas” yang bagus sebelum kita melanjutkan ke proses selanjutnya.

Foundie Caring Colours

Saya berkali-kali ganti-ganti merek foundie. Dari Revlon, Wardah, Viva, Sariayu, sampai akhirnya saya memilih Caring Colours. Saya selalu menggunakan kuas foundie untuk mengaplikasikannya. Gak pernah pakai tangan. Selain lebih higienis, menggunakan kuas juga lebih cepat dan saya bisa memastikan kalau saya memakainya tipis-tipis aja. Foundie yang kebanyakan hanya akan membuat wajah kelihatan seperti menggunakan topeng. Saya juga tidak pernah menggunakan foundie dengan shade yang lebih terang dibandingkan warna kulit saya. Harus pas. Ketika saya akan membeli foundie, saya memastikan untuk mencobanya di daerah sekitar rahang. Ketika dioles, foundie itu harus “hilang” dan menyatu dengan kulit saya.

Foundie dengan warna yang tidak pas dengan warna yang lebih terang dibandingkan kulit asli kamu hanya akan membuat wajah kamu kelihatan ashy (apa ya istilahnya, pokoknya keliatan palsu gitu deh). Ini juga berlaku untuk bedak.

Produk make-up lokal biasanya tidak mempunyai standar untuk menentukan warna kulit. Shade-nya biasanya hanya dikodekan dengan nama seperti: kuning langsat, beige, light beige, golden beige, dan lain-lain. Untuk memudahkan, saya menggunakan standar yang digunakan oleh MAC. Kulit itu dibagi menjadi dua tone: warm dan cool. Setelah itu digunakan kode untuk menentukan kadar warnanya. Cara seperti ini lebih mudah karena saya bisa dengan tepat menentukan warna-warna lain yang bisa saya pakai untuk produk make-up yang lain. Karena kulit saya tone-nya warm, saya selalu pastikan untuk menggunakan warna-warna yang juga punya tone yang warm. Kalaupun saya ingin menggunakan warna pink (pink ini sebenarnya punya tone yang cool), saya memastikan pink yang saya pilih punya unsur warm, seperti sunset-pink atau summer-pink.

Kalau kamu mau nyari tahu kode warna kulit kamu menurut standar MAC, bisa dicoba di sini.

Pernah juga saya mencoba cream foundie. Tapi karena tekstur-nya yang terlalu berat dan kurang cocok dengan kulit saya yang normal-kering, saya pun lebih memilih foundie cair. Cream foundie ini kadang saya gunakan untuk concealer daerah di bawah mata, dekat cuping hidung, sudut bibir, dan dekat dagu. Tapi itu jarang-jarang sih.

Ada tiga macam tipe coverage foundie yang harus dipertimbangkan kalau ingin memilih foundie yang ingin kamu beli.

Pertama, sheer coverage. Coverage seperti ini biasanya dimiliki oleh foundie cair. Foundie dengan sheer coverage tidak akan menutupi kekurangan wajah kamu. Paling-paling hanya akan menutupi distribusi warna kulit yang tidak rata.

Kedua, medium coverage. Foundie dengan medium coverage akan menutupi distribusi warna kulit yang kurang rata dan beberapa bekas jerawat, tapi tidak akan menutupi jerawat dan pori-pori yang terlalu besar. Foundie cair biasanya ada yang memiliki medium coverage.

Ketiga, full coverage. Nah, yang ini baru dahsyat. Foundie dengan full coverage akan menutupi apapun, kecuali jerawat yang agak besar. Bahkan bisa menutupi daerah hitam di bawah mata. Saya tidak pernah menggunakan foundie jenis ini kecuali ketika saya berdandan untuk acara keluarga yang resmi. Dan itu sangat jarang. :lol: Selain karena berat, saya merasa wajah saya kelihatan seperti memakai topeng. Cream foundie biasanya memiliki coverage dengan tipe seperti ini. Tapi itu tergantung teknik dan cara pemakaian juga sih. Kalau menggunakan kuas, cream foundie pun bisa punya medium coverage.

BB Cream

Saya menggunakan BB Cream (Blemish Balm Cream) kalau saya lagi gak pengen pakai bedak dan ingin riasan yang sangat natural. Saya menggunakan BB Cream Caring Colours. Kalau dilihat sekilas sih memang shade-nya lebih gelap dari kebanyakan warna kulit orang Indonesia. Tapi, BB Cream ini akan meresap dan warnanya berbaur dengan warna kulit kita kalau dipakai. Jadi, tidak usah kuatir kegelapan. Saya juga selalu menggunakan kuas untuk pengaplikasiannya agar gak boros dan bisa tipis-tipis aja.

BB Cream Caring Colours

Banyak BB Cream keluaran Korea (kan aslinya BB Cream ini memang dari sana) yang bagus-bagus. Tapi saya malas mencobanya. Pertama karena saya takut kulit wajah saya jadi breakout kalau produknya ternyata gak cocok. Yang kedua, saya merasa BB Cream lokal cukup bagus. Selain Caring Colours, Garnier dan Maybelline juga mengeluarkan BB Cream, tapi saya belum pernah coba.

Eyeshadow

Saya ini banci eyeshadow! Rasanya geregetan aja gitu kalau ngeliat warna-warna eyeshadow yang lucu-lucu. Tapi saya memastikan untuk punya beberapa warna netral untuk dipakai ke luar rumah.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan kalau kamu mau membeli eyeshadow.

Pertama, jenisnya: matte, shimmer, atau glitter. Saya penggemar eyeshadow matte karena memberikan kesan riasan yang lebih sederhana. Eyeshadow shimmer akan memberikan efek segar pada mata karena membuat area di sekitar mata seolah bercahaya. Kebanyakan produk eyeshadow Sariayu, Caring Colours, La Tulipe, Viva, dan hampir semua produk lokal, punya kecenderungan memproduksi eyeshadow shimmer. Saya juga gak paham kenapa begitu. Tapi, saya menemukan beberapa produk Caring Colours, PAC, dan La Tulipe juga punya eyeshadow matte yang bagus, gak banyak tapi. Eyeshadow glitter sebaiknya tidak dipakai untuk riasan sehari-hari. Lebih cocok kalau dipakai untuk ke pesta atau acara malam hari karena efeknya yang terlalu dramatis.

Kedua, pigmentasinya. Percuma beli eyeshadow mahal-mahal kalau warnanya gak keluar. Pigmentasi eyeshadow ini kadang agak tricky. Apa yang kamu lihat di wadahnya, belum tentu sama ketika kamu mencoba mengaplikasikannya kulit. Jadi, satu-satunya cara untuk mengetahui pigmentasi ini adalah dengan mencobanya di kulit.

Ketiga, staying power-nya. Gak lucu kalo kamu udah dandan capek-capek, trus sejam kemudian eyeshadow kamu luntur. Sebenarnya ini masih bisa diakalin sih. Ada produk yang namanya eyeshadow-base, gunanya untuk membuat warna eyeshadow semakin “keluar” dan tahan lebih lama. Yang paling terkenal sih UDPP (Urban Decay Primer Potion) dan Too Faced Shadow Insurance. Tapi merek lokal juga punya eyeshadow base dengan kualitas bagus, misalnya dari La Tulipe, Aubeau, dan Viva.

Jadi, jangan asal percaya kalau ada yang bilang eyeshadow merek ini atau itu bagus. Cek sendiri. Saya sering menemukan eyeshadow yang bagus ketika di kemasannya aja. Pas udah diaplikasikan ke kulit malah warnanya gak keluar, pecah-pecah, bahkan luntur.

Setelah kamu punya eyeshadow yang sesuai dengan keinginan kamu, selanjutnya tinggal tekniknya saja. Ada banyak teknik untuk urusan eyeshadow ini, tapi untuk dasarnya, bisa dilihat di sini.

Eyeshadow Sariayu Trend Warna 2012 

Apa eyeshadow yang bagus itu selalu mahal? Gak juga. Bahkan saya berani mengatakan kalau eyeshadow yang bagus (menurut pengalaman saya) lebih banyak diproduksi oleh perusahaan kosmetik lokal. Eyeshadow Sariayu sangat terkenal karena kualitas dan warnanya yang cantik. Satu hal lagi tentang eyeshadow lokal: kebanyakan warnanya sesuai dengan kulit perempuan Indonesia yang lebih cocok dengan tone yang warm. Kalau belum terlalu berpengalaman dengan eyeshadow tapi ingin belajar memakainya, beli saja warna-warna yang natural dan earthy seperti: cream atau coklat. Lalu gunakan teknik dua warna yang fool-proof, you can’t go wrong with that colour. Eyeshadow dengan warna natural juga akan membuat penampilan kesannya sederhana dan tidak berlebihan.

Eyeliner

Eyeliner ini gunanya untuk mempertegas garis mata. Saya menggunakannya untuk membuat mata saya terlihat lebih tajam. Tapi, saya hampir tidak pernah menggunakannya di bagian bawah mata saya karena membuat dandanan saya terlihat tua dan berlebihan. Saya hanya menggunakannya di bagian atas mata saja.

Ada tiga jenis eyeliner: cair, pensil, dan gel. Saya tidak pernah menggunakan yang gel karena saya lebih suka menggunakan eyeshadow berwarna coklat tua atau hitam untuk menggantikannya. Pengaplikasiannya juga lebih mudah: dengan menggunakan angled-brush ukuran kecil.

Eyeliner Pensil Wardah

Untuk eyeshadow cair, saya menggunakannya kalau warna eyeshadow yang saya pakai cukup intense dan tua. Misalnya kalau saya menggunakan teknik smoky-eyes. Kalau warna eyeshadow yang saya gunakan relatif nude, natural, dan soft, saya lebih suka menggunakan eyeliner pensil.

Blush-On

Blush-on buat saya is a must kalo mau dandan karena membuat kulit wajah terlihat lebih sehat dan cerah. Setidaknya (yang saya tahu) ada tiga jenis blush-on: gel, cream, dan powder. Saya sendiri lebih suka yang powder karena lebih mudah diaplikasikan dengan kuas. Warna yang saya pilih pun biasanya peach atau pink dengan shade agak ke peach.

Blush-On Caring Colours

Favorit saya blush-on Caring Colours seri Terra Passion karena warna peach-nya cocok di kulit saya dan lebih segar. Warna blush-on yang terlalu intens dan tua bisa membuat wajah kamu jadi kelihatan kusam. Hati-hati ketika memilih warnanya.

Lipstik, Lipgloss, dan Lipbalm

Saya juga banci lipstik walaupun saya agak kurang berani untuk memakai warna yang terlalu merah. Selama ini saya selalu menggunakan lipstik dengan warna merah bata atau agak kecoklatan daaan … itu kesalahan terbesar saya! Warna-warna itu hanya membuat wajah saya kelihatan lebih tua dan kusam. Beberapa waktu lalu, saya mulai mencoba warna yang lebih muda seperti summer-pink dan saya terkejut ketika melihat wajah saya yang kelihatan lebih cerah dan kulit saya pun—seakan-akan—jadi lebih terang. Jadi, sekarang saya pun mengoleksi warna-warna yang lebih terang dan berani. Setelah berpindah-pindah dari satu merek ke merek lain, saya pun akhirnya memilih Wardah untuk urusan lipstik. Pertama, karena range warnanya sangat mengesankan untuk lipstik lokal menurut saya. Kedua, karena gak bikin bibir jadi kering, pecah-pecah, dan menghitam.

Lipstick Wardah

Jangan terkecoh dengan warna lipstik ketika belum mencobanya di bibir kamu. Pengalaman saya, kadang kita merasa warna lipstik itu terlalu gimanaaa … gitu, tapi ketika dicobakan ke bibir, jadinya malah bagus. :die: Warna merah tua misalnya, gak akan jadi merah tua yang sama di semua bibir. Jatohnya bakalan beda-beda sesuai dengan kondisi warna kulit bibir masing-masing orang. Jadi anjuran saya kalau beli lipstik: dicoba dulu!

Jangan gunakan lipgloss di semua bagian bibir kalau kamu gak mau keliatan seperti habis makan gorengan. Gunakan sedikit di tengah bibir, itu sudah cukup. Lipgloss andalan saya juga Wardah seri hydrogloss dengan warna sheer brown. Warnanya cantik.

Karena beberapa waktu lalu saya ikut lomba cerpen (dan kalah) dengan syarat harus mengirimkan bungkus Lip Ice, sampai sekarang itulah satu-satunya lipbalm yang saya punya. Saya selalu menggunakan lipbalm sebelum mulai berdandan, jadi ketika tiba saatnya saya menggunakan lipstik (biasanya di akhir proses berdandan) bibir saya sudah cukup lembab dan lipstik yang saya gunakan pun punya tekstur bagus di bibir saya. Kalau bibir saya kering dan pecah-pecah, Lip Ice biasanya kurang nampol, jadi saya pakai EVOO sebelum tidur.

Bedak

Saya lebih sering menggunakan bedak tabur dibanding two way cake karena hasilnya yang lebih ringan dan tidak membuat wajah kelihatan cakey. Kalau saya menggunakan BB Cream, biasanya saya tidak menggunakan bedak lagi. Saya selalu menggunakan bedak dengan kuas agar hasilnya tipis dan rata. Bedak yang ketebelan hanya akan membuat wajah keliatan tua dan berat. Saya juga tidak menghindari beberapa bagian di wajah saya kelihatan sedikit mengkilat, seperti dibagian hidung atau jidat. Kadang, memperlihatkan sedikit efek oily di wajah malah akan membuat kulit wajah kelihatan sehat dan glowy. Asal jangan terlalu berminyak aja. :cutesmile:

Sariayu Shimmering Powder

Bedak tabur andalan saya selama ini masih Wardah. Tapi beberapa waktu lalu saya juga membeli Sariayu Shimmering Powder. Selain untuk memberikan efek shimmer yang cantik, saya juga menggunakan warna coklatnya untuk shading dan contouring.

Pensil alis

Saya tidak mencukur alis dan juga tidak pernah menggunakan pensil alis karena hasilnya kelihatan tidak alami. Kalau saya memang sedang ingin riasan yang agak intens (dan biasanya sangat jarang terjadi), saya menggunakan eyeshadow matte berwarna coklat tua untuk alis saya. Jadi, saya tidak punya pensil alis.

Maskara

Ini juga jarang saya pakai karena saya berkacamata. Kadang bulu mata saya suka nempel di lensa kacamata saya kalau saya pakai maskara. Jadi, yaaa … kalau gak perlu-perlu amat, saya gak pakai maskara. Saya juga gak pake falsies (bulu mata palsu) karena hukumnya menurut Islam sama dengan menyambung rambut: haram.

Brush-Set

Ini yang penting. Kuas yang bagus itu membuat dandanan kamu kelihatan rapi. Kuas yang biasanya dapet dari produk, seperti kuas eyeshadow, blush-on, sponge bedak, semuanya menurut saya kualitasnya jelek. Jadi, saya berinvestasi untuk membeli kuas yang bagus. Brush-set yang saya punya merek Bobbi Brown. Bulunya sintetis. Jadi, saya tidak perlu kuatir dibuat dari bulu binatang yang diharamkan. Kualitasnya pun sangat bagus menurut saja. Seminggu dua kali, saya membersihkan kuas-kuas saya dengan sabun pencuci piring dicampur EVOO.

Brush Set

Kuas yang penting menurut saya:

Powder brush untuk memakai bedak tabur. Kadang saya suka menggunakan kabuki brush juga kalau powder brush saya kotor.

Blush-on brush. Menggunakan kuas blush-on yang kecil hanya akan membuat sapuan blush-on kelihatan tidak natural, jadi saya menggunakan kuas yang besar.

Blending brush. Gunanya untuk mencampur warna eyeshadow di kelopak mata agar tampilannya menjadi halus dan warnanya bercampur dengan baik.

Eyeshadow brush. Saya kira saya punya sekitar 4 atau 5 kuas eyeshadow dengan ukuran yang berbeda-beda, termasuk sekitar 3-4 (saya lupa) kuas untuk cream shadow.

Foundie brush. Karena lebih natural menggunakan brush untuk mengaplikasikan foundie, seperti cerita saya tadi di atas.

Sisanya (seperti concealer brush, lipstick brush, angled-brush untuk eyeliner) jarang saya pakai.

Tentang urutan berdandan, saya suka-suka aja gituh. Kadang saya mengikuti urutan konvensional, kadang gak. Kalau saya menggunakan riasan mata yang agak berat, biasanya saya merias mata saya dulu sebelum memakai foundie agar serbuk eyeshadow tidak mengotori wajah saya. Kalau saya lagi pengen pakai blush-on yang gak terlalu kentara (asal keliatan seger aja gitu), saya pakai blush-on dulu baru bedakan. Kalau saya lagi pengen riasan natural ringan, saya gak pake bedak, gak pake eyeshadow, tapi tetep pakai blush-on dan bronzer untuk shading, dan eyeliner. Pokoknya sesuka-suka saya aja. Toh gak ada aturan bakunya juga.

Yuk dandan. Sederhana dan natural aja, gak usah ribet. Yang penting enak dilihat dan well-polished. Tapi kayaknya cerita saya tentang produk dan alat dandan saya ribet banget yak? :die:

Buat yang udah punya suami, ayo dong dandan buat suaminya. Kalo gak buat alpha-male di rumah, buat siapa lagi kita dandan, ya gak?

Gambar dipinjam dari sini.

21 Comments

  1. Azzahra
    Feb 7, 2016

    Assalamu’alaikum
    Mksh say infony
    Sangt bermanfaat bg ku sebagai referensi
    :)

  2. mimiw
    Nov 5, 2013

    ak jg pake pelembab mawar, pagi sama mw tidur (lumayan ngandung olive oil) makanya baunya mawar2 gimana gt, :D tp masi bs ditolerir, memuaskan walaupun murah :twisted: emot2nya pada hiperbol bgt ya ,, haha lucu

    • octanh
      Nov 15, 2013

      Saya juga masih suka pake pelembab mawar Sariayu, Mbak Mimi. Suka dipake buat krim tangan sama henbodi juga kalo lagi males trus yang keliatan cuman itu. :D

  3. Darti
    Jan 14, 2013

    Dear Buk, mohon info dimana bisa beli kuas Bobby Brown? Apa di Indonesia ada distributor/reseller nya? terima kasih

  4. nisaiself
    Jul 27, 2012

    saya nisa, salam kenal mba.
    saya baru mau mencoba untuk menggunakan make up, blog mba sangat membantu saya ^o^

    • octanh
      Jan 6, 2013

      Salam kenal juga. :cutesmile: Ayo dandan. Tapi jangan menor-menor ya. :D

  5. Millati Indah
    Jul 2, 2012

    Jangan gunakan lipgloss di semua bagian bibir kalau kamu gak mau keliatan seperti habis makan gorengan <<– Hahahahaha, selama ini saya pake lipgloss doang dan pakenya di seluruh bibir. Pantesan ada temen cowok yang langsung nanya, "Kamu habis makan apa?" :die:

    • octanh
      Jul 2, 2012

      Pake lipbalm aja biar sekalian ngerawat bibir biar lembab dan halus. Lipgloss mah bikin berkilau-kilau. :>

  6. Devi
    Jul 1, 2012

    Kak Octa, makasih banget info-infonya! Sangat bermanfaat banget, apalagi buat orang pemula macam saya :p. Meski masih ada yang belum saya ngerti sih. Misalnya, sore ini saya udah maskeran pake susu. Malemnya boleh maskeran lagi nggak pake putih telur, mau ngincer komedonya sih soalnya ._.. Atau boleh ya kalo putih telurnya cuma ditaro diidung doang sama spot-spot yang ada komedonya ‘__’. Satu lagi dong kak Octa, kalo kulit berminyak bagusnya pake bedak apa ya? Kulit saya berminyak banget nih, apalagi kalo siang-siang -_-. Saya rasa nggak enak diliat juga. Cara ngakalinnya gimana ya? Makasih sebelumnya ya kak Octa. Btw, serasa jadi konsultasi kecantikan, hihi. Kak, salam kenal ya. Saya anak kemudian dan anggota grup OOT LCDP juga :D

    • octanh
      Jul 1, 2012

      Aku kira kita udah temenan di FB dari lama lho…. Ternyata belom. :T.T:

      Rajin amat maskerannya sehari dua kali. :-P Bisa juga sih putih telornya ditaroh di idung buat ngangkat komedo doang. Aku maskeran putih telor seminggu sekali doang. Kan dia fungsinya buat memperkecil pori-pori sama bikin lebih halus. Kalo masker susu, nyaris tiap hari. Buat gantiin produk skincare kayak krim malem sama krim siang. Soalnya aku udah gak pake krim-kriman kayak gitu lagi. :cutesmile:

      Kalo kulitnya berminyak, jangan pake compact powder. Apalagi two way cake yang berat dan malah nyumbat pori-pori. Yang ada ntar minyaknya gak bisa keluar trus ngumpul jadi jerawat. Pake loose powder (bedak tabur) aja. Liat tulisannya yang oil free atau matte. Aku mau nyaranin merek ntar dikira jualan lagi. :lol:

      Kalo mau keluar, pake pelembab trus pake BB Cream atau foundie aja. Trus pake loose powder biar gak cepet minyakan mukanya. Jangan pake spons waktu make bedaknya. Biasanya bedak yang nempel jadi banyak banget. Pake brush yang tebel aja. Jadi gak keliatan terlalu dandan sama kondisi kulit wajahnya juga gak ketutup banget dari udara.

      Oh ya, berita bagusnya buat kulit berminyak: kulitnya gak cepet keriput kayak kulit normal dan kulit kering. Ada hikmahnya juga punya kulit berminyak. Patut disyukuri juga…. :>

  7. Nurin
    Jun 30, 2012

    maskeran pake susu gimana caranya? pake susu apa?, putih telornya entar ku cobain deh. Kalau parfum yang biasanya dipake cewek2 tuh (biasanya ketemu diangkot atau di jalan), yang jarak 500 meter udah kecium *agak lebay nih*, itu parfum apaan sih, aku penasaran banget pengen coba juga buat di rumah.

    • octanh
      Jun 30, 2012

      Pake susu bubuk fullcream merek apaan aja. Satu sendok makan susu dicampur sama aer dikit aja. Trus diaduk sampe jadi pasta. Dipake maskeran deh. Kalo ada jerawatnya, aernya diganti jeruk nipis (buat ngeringin jerawat). Tapi jangan pas jerawatnya masih luka/merah, perih ntar. :-x

      Parfum apaan entuh yak? Kalo parfum pake alkohol, baunya emang keluar banget. Parfum Wardah yang non-alkohol baunya juga enak. Tapi aku kurang suka karena, errr … baunya kurang lembut dan sexy. :-x Sekarang aku sih makenya parfum Dewi Sri Spa keluaran Martha Tilaar yang Peach Delima sama Blewah Temptation. Aku rekomen yang Blewah Temptation buatmu. Baunya lembut kayak bau es buah Ramadhan, enak banget. Tahan lama juga. Satu botol bisa buat 6 bulan. Irit. Hehe…. :> Gak kayak parfum KW-an yang 50rban. Baunya kadang suka terlalu keras sama wanginya cepet ilang.

      Kalo parfum yang suka ada di supermarket biasanya baunya cepet ilang. Apalagi yang cologne. :|

      Bisa diliat-liat di sini parfumnya:
      http://online.marthatilaarshop.com/shop/shop/dewi-sri-spa.html?category_id=29&page=shop.browse&limit=20&limitstart=20

      Udah kayak orang jualan yak saiah! :roll:

      • Nurin
        Jul 5, 2012

        Eh jeung, itu foto hasil make over yang paling up to date ya? cantiik :oops:

      • octanh
        Jul 5, 2012

        Itu foto lama sebelum berangkat ke kondangan…. :-P Sekarang mah udah gak setirus itu mukanya. :| (Berita baik apa berita buruk yak?)

        • Nurin
          Jul 11, 2012

          udah pernah mampir ke rumahnya Oki belum? http://www.okisetianadewi.co.id. Aku rasa dandanannya cantik dan anggun…

        • octanh
          Jul 11, 2012

          Aku pernah ketemu dia di UI. Kagak pake apa-apaan dia. Mungkin karena pulang kuliah. Keringetan pula. Tapi mah, kalo dasarnya udah cakep, mau pake atau gak pake apa-apa udah cakep aja.

          Aku ngeliatin bros jilbabnya. Baguuuus. Beli di mana yak entuh bros kayak gitu? Waktu aku ketemu, dia lagi pake bros bunga tapi ada yang menjuntai-juntai gitu ke bawah. Keliatannya keren. :-P

  8. Nurin
    Jun 29, 2012

    mbak, aku suka nih sama tulisan yang ini soalnya aku juga lagi belajar dandan. Kulitku normal, bagus dan gak jerawatan, cuma masalahnya aku komedoan. Biasanya sih, ku bersihin pake minyak zaitun, tapi gak terlalu ngefek, karena berapa hari kemudian muncul lagi, skrg malah kelihatan item2. Akhirnya suamiku nyuruh ke salon buat facial. Sebelumnya, selama hampir 3 taon aku belum pernah nyalon disini, sebab menurutku semua bisa ku lakuin sendiri. Gile, facial disini 100 rb, dan cuma di facial dengan teknik sederhana. Jadi, aku udah ilfil aja, mendingan facial sendiri deh di rumah. Ada masukan untuk masalah komedo mungkin? *loh kok jadi kayak curhat ke dokter kecantikan ya?

    • octanh
      Jun 29, 2012

      Jangan pake minyak zaitun…. :| Logikanya kan komedo itu keringet atau kotoran yang nemplok di pori-pori kita trus ngumpul di situ. Kalo pake minyak zaitun apa gak malah mengundang lebih banyak kotoran buat nemplok?

      Aku juga komedoan. Biasanya aku maskeran seminggu dua kali pake putih telor. Gunanya buat memperkecil pori-pori. Pori-pori yang kecil kan bikin kotoran susah buat ngetem di situ. Khusus daerah ujung hidung, putih telornya aku basahin ke kapas, trus kapasnya ditemplokin ke situ sampe kering. Kalo udah kering tinggal dikeletekin dan komedonya bakalan pada ngikut (kan ketarik ama putih telor yang udah kering itu). Tapi jangan sampe terlalu kering juga. Bisa-bisa malah susah ngeletekinnya.

      Trus buat perawatan mingguan di-peeling biar kulit matinya keangkat. Tapi aku gak pernah peeling. Karena sekarang tiap hari aku cuci muka pake oatmeal, kulit matinya jadi lebih sedikit. Oatmeal kan agak kasar juga. Itungannya udah termasuk peeling itu. :-x

      Facial cepek-ceng mah mahal banget! Kalo mau facial, jangan di salon, sekalian aja ke dokter. RSUD biasanya udah pada punya klinik kulit yang ada alat-alat facialnya. Kalo kulitnya gak bermasalah mah, biasanya dokternya gak nyaranin di-facial.

      Trus lagi, tiap hari sekarang aku maskeran pake susu. Biar lembut dan kinclong kulitnya. Butuh semangat membara buat maskeran susu tiap hari. Tapi gak apa-apalah, yang penting kulitnya tetep sehat sampe tua nanti. :-P

      • eka
        Dec 29, 2012

        Salam kenal mba Octa, informatif banget blognya..Kalo cuci muka pake oatmeal gimana caranya ya? Makasih..

        • octanh
          Dec 29, 2012

          Salam kenal kembali! :cutesmile:

          Ambil oatmeal satu genggam (jangan kebanyakan juga, ntar kebuang kan sayang), tetesin pake aer anget sampe dia jadi pasta gitu. Trus tinggal dipakein ke wajah kayak kita lagi nge-scrub. Pijit-pijit sedikit juga biar enak mukanya. Udah deh, trus bersihin pake aer anget. Abis itu jangan pakai sabun lagi. Rasanya emang gak sekeset kalo kita pake sabun muka, tapi hasilnya lebih oke. Muka kita gak kerasa kering. :cutesmile:

Trackbacks/Pingbacks

  1. #290: Simply Inspiring with Wardah|Octaviani Nurhasanah - […] 6. Ngomongin Make-Up […]
  2. #148: Review La Tulipe Eyeshadow Base | Octaviani Nurhasanah - [...] saya membahas tentang make-up, saya sempet menyinggung masalah si eyeshadow base ini. Sebenernya ini bukan barang yang wajib [...]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)