#130: Ada Apa Sih dengan “Satu Jam Saja”?

Dibaca 2,910 kali

Gambar boleh minjem di mari.

Ada apa sih dengan “Satu Jam Saja”?

Ini adalah pertanyaan yang menghantui saya (yaelah hiperbol banget dah!) selama beberapa hari belakangan ini. Awalnya saya gak sepenasaran ini, karena saya baru menemukan dua “Satu Jam Saja”. Tapi, ketika saya menemukan tiga “Satu jam Saja”, saya langsung facepalm. :die:

Ini buat lucu-lucuan aja sih. Sekalian buat me-review betapa para pencipta lagu di Indonesia (tanpa mengurangi rasa hormat pada mereka) sepertinya harus meningkatkan kemampuan merangkai kata dan memilih diksi untuk dijadikan lirik. Belajar dong ah, sama para penyair Indonesia yang gahar-gahar itu. Jangankan merangkai kalimat dengan diksi yang bagus, mereka bahkan mampu menciptakan idiom baru, menambah rasa pada kata, menyusupkan makna baru pada kalimat yang kadang terbacanya biasa-biasa saja.

Saya selalu suka pada Ebiet G. Ade karena dia memang menyanyikan puisi. Liriknya selalu bagus dan menyentuh.

Coba cek lirik bikinannya Ebiet G. Ade:

Setiap waktu engkau tersenyum

Sudut matamu memancarkan rasa

Keresahan yang terbenam

Kerinduan yang tertahan

Duka dalam yang tersembunyi

Jauh di lubuk hati

Kata katamu riuh mengalir bagai gerimis

(Ebiet G. Ade – Kupu-Kupu Kertas)

 

Saya juga suka dengan Opick (bahkan dari sebelum dia menjadi penyanyi religi dan muncul di MTV dengan rambut jigrak sambil nenteng gitar) karena lirik yang dia ciptakan bisa bikin merinding.

Coba cek lirik bikinannya Opick. Ini baru lirik lho ya, belum musikalitasnya yang memang dari sononya udah bagus, mau pas nyiptain lagu religi maupun lagu cinta.

Lirik lagu religi Opick:

Penuhi jiwa ini dengan satu rindu

Rindu untuk mendapatkan cinta-Mu

Meski tak layak ku harap debu cinta-Mu

Meski begitu hina ku bersimpuh

Cukup bagiku Allah,segalanya bagiku

Di hatiku ini penuh berisi segala tentang Allah

(Cukup Bagiku – Opick)

Lirik lagu cinta Opick:

Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu

Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu

Karena langkah merapuh tanpa dirimu

Karena hati telah letih

Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau sentuh

Aku ingin kau tahu bahwa ku selalu memujamu

Tanpamu sepinya waktu merantai hati

(Dealova – Opick)

 

Kalau Letto mah jangan ditanya. Selain bisa membuat lirik bagus dalam bahasa Indonesia, Noe juga bisa membuat lirik yang bagus dalam bahasa Inggris. Kalau masalah liriknya yang sangat puitis itu, mungkin juga karena bakat turunan dari bapaknya, Emha Ainun Nadjib. Walaupun dari keluarga yang begitu agamis, Noe menolak untuk menulis lirik yang “religi” dalam artian yang kita pahami. Menurutnya, semua lirik dan lagu itu jika dibuat untuk mengharapkan ridho Allah, ya jatohnya tetep religius walaupun secara eksplisit tidak dituliskan begitu. Seperti lagu Sebelum Cahaya yang dibuat karena Noe sering sekali melihat bapaknya sholat malam sampai menjelang subuh sendirian. Kalau dibaca sekilas, terasanya seperti lirik lagu cinta menye-menye lainnya. Tapi, coba kalau dibaca ulang dan dipahami tiap kalimatnya, baru deh terasa religiusnya.

Inilah kenapa saya selalu suka Letto…. :cutesmile:

Lirik Letto dalam bahasa Indonesia:

Ingatkan engkau kepada

Embun pagi bersahaja

Yang menemanimu sebelum cahaya

Ingatkan engkau kepada

Angin yang berhembus mesra

Yang kan membelaimu cinta

(Sebelum Cahaya – Letto)

Lirik Letto dalam bahasa Inggris:

All the sentimental feelin’

That sometimes makes our heart burnin’

We surrender to a strong desire

Ignorant to the needs of other

Lil’whisper of lil’voices

That calls when we make desperate choices

Are we that oblivious?

So insensitive….

(Insensitive – Letto)

Masih belum kehilangan kesan puitisnya kan, walaupun liriknya pake bahasa Inggris.

TRUS, YANG “SATU JAM SAJA” ITU APAAN?

Itu kata-kata dalam lirik lagu…. :T.T:

Yang mana liriknya menggunakan kata “Satu Jam Saja”. Seakan-akan gak ada itungan waktu yang lain. Kan bisa aja satu hari saja, dua belas detik saja, atau satu windu saja. Tapi yang dipilih malah satu jam saja.

“Satu Jam Saja” yang pertama kali saya dengar dan tahu itu adalah lagunya Asty Asmodiwati yang kemudian dinyanyikan kembali oleh Audy Item. Saya sendiri lebih akrab dengan versinya Audy karena pas lagu itu lagi booming, saya lagi jadi ababil alay yang termenye-menye oleh cintah dan menjadikan lagu ini sebagai soundtrack kisah cintah saya. :lol:

Liriknya:

Jangan berakhir aku tak ingin berakhir

Satu jam saja kuingin diam berdua

Mengenang yang pernah ada

Jangan berakhir karena esok takkan lagi

Satu jam saja hingga kurasa bahagia

Mengakhiri segalanya

(Satu Jam Saja – Audy Item)

Buat saya, lirik lagunya puitis walaupun sederhana.

Nah, ketika saya mendengar “Satu Jam Saja” yang kedua di liriknya lagu ST12 yang berjudul Saat Terakhir, saya langsung bingung: ini kok sama-sama butuh waktu satu jam yak? What’s wrong?

 

Ini liriknya:

Satu jam saja ku telah bisa

Cintai kamu kamu kamu di hatiku

Namun bagiku melupakanmu

Butuh waktuku seumur hidup

Satu jam saja ku telah bisa

Sayangi kamu di hatiku

Namun bagiku melupakanmu

Butuh waktuku seumur hidup

(Saat Terakhir – ST12)

Lagunya ST12 ini gak kalah menye-menyenya kok, tenang aja. Sampe sini saya sih masih oke laaaah. Kali aja terinspirasi kan yak? Atau emang “Satu Jam Saja” itu adalah waktu yang pas, gak terlalu sebentar, gak terlalu lama.

Nah, ketika saya mendengar “Satu Jam Saja” yang ketiga, saya beneran pengen banting laptop. What’s wrong with you people?! Kagak ada kata-kata laen apaaaah?!

“Satu Jam Saja” yan ketiga ini lagu dangdutnya Zaskia. Buat yang belum kenal Zaskia, doi ini yang mempopulerkan Goyang Itik (oh hell yeah, like I care). Ini adalah “Satu Jam Saja” yang paling absurd, lebay, dan gak jelas juntrungannya. Apaan sih ini? Short-time?! :die:

Satu jam saja bercumbu denganmu

Satu jam saja ku dimanjakanmu

Satu jam saja ku bercumbu rayu

Satu jam saja bercinta denganmu

Aku disentuhnya, aku dibuainya

Aku diciumnya, aku dipeluknya

Aku dicumbunya, aku dirayunya

Satu jam saja oh mesranya

(Satu Jam Saja –Zaskia)

Tuh kan, saya jadinya misuh-misuh. :T.T:

Yah singkatnya, di Indonesia ini masih banyak pencipta lagu yang bisa menulis lirik dengan sangat indah. Walaupun mungkin benar bahwa tidak ada ide yang original di kolong langit sini, tapi ada yang namanya: usaha untuk menciptakan yang sebaik-baiknya dan sekeren-kerennya. Dan saya sangat mengapresiasi para musikus yang seperti itu. Berkarya dengan jujur itu lebih terhormat. Ya gak? :cutesmile:

Semoga tidak ada lagi “Satu Jam Saja” yang berikutnya….

Yuk ah, sahur. :cutesmile:

Semua lirik di post ini boleh nyontek di mari.

4 Comments

  1. munir
    Apr 20, 2013

    Satu jam saja yg dinyanyikan Asty Asmodiwati dan audy item jg dipopulerkan lagi oleh lala karmela dan jadi sountrack satu jam saja

    • octanh
      Apr 20, 2013

      Saya baru tahu kalo itu dinyanyiin lagi. *langsung gugling* :D

  2. dw
    Jan 7, 2013

    ada satu lagi, lagu yang pake kata “satu jam….” karya nya mus mujiono Satu jam lagi….
    thx

    • octanh
      Jan 9, 2013

      Eh eh eh, yang mana ituh? *brb nyari*

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)