#141: Rule No.1: Focus!

Dibaca 702 kali

 

Ada gak sih yang merasa galau tentang apa yang seharusnya dilakukan?

Misalnya kamu punya banyak hal yang kamu suka: craft, menulis, masak, nonton film, berkebun, dan sebagainya…. Trus, kamu bingung mana yang harus diseriusin. Belum lagi kamu punya anak-anak dan suami yang harus diurus. Belum lagi kamu pengen lanjutin sekolah, pengen ikut kursus, pengen ini-itu. Pengen semuanyaaaa…. :die:

Saya juga begitu. :T.T:

Makanya saya takut suatu saat nanti saya akan berubah jadi Jack of all Trades: Master of None. Orang yang bisa ngelakuin banyak hal tapi cuman sedikit-sedikit doang. Tau craft tapi dikit, bagian beginner doang. Bisa nulis tapi dikit, cuman buat memukau gebetan doang. Gak diseriusin buat dijadiin karir. :cutesmile:

Saya mulai memilah antara mana yang cita-cita mana yang memang perlu dilakukan. Masak misalnya, itu perlu buat ngasih makanan sehat untuk anak-anak dan suami saya. Jadi, saya terus belajar masak dengan tujuan ini, bukan biar bisa buka restoran suatu saat nanti. Saya suka film dan dulu sempat sekolah film. Tapi saya gak menjadikan film sebagai karir saya karena saya merasa gak terlalu cocok dan mampu untuk melakukannya. Sebagian besar ilmu yang saya dapatkan ketika kuliah dulu malah saya terapkan untuk bidang lain: menulis. Sebenarnya antara menulis novel dan skenario itu dasarnya sama saja: tentang karakter, plot, twist, semuanya sama saja. Yang beda hanya teknik penulisannya saja. Itulah kenapa saya merasa bersyukur pernah belajar film.

Trus, Ambisi Lo Sekarang Apa?

Saya gak punya ambisi. :die:

Saya punya cita-cita, tapi saya gak punya ambisi.

Saya belajar melihat bahwa hal besar itu harus dikerjakan dari bawah. Kalau mimpi saya itu diibaratkan sebuah pohon, saya belajar untuk melihat bahwa saya harus menumbuhkan pohon itu mulai dari bijinya, benihnya tanpa terlalu bermimpi besar pohon itu akan berubah menjadi pohon kacang raksasa seperti di cerita dongeng yang bisa tumbuh tinggi sampai menembus langit.

Saya belajar bahwa saya harus menumbuhkan bijinya dan merawat sebaik-baiknya. Itu saja. Setelah itu, biarkan kuasa Allah yang bicara. :cutesmile:

Kalo Gak Punya Ambisi, Gimana Mau Mencapai Cita-Cita?

Menurut teori sotoy saya, yang diperlukan untuk membuat cita-cita saya menjadi nyata itu bukan ambisi, tapi ketekunan. Ketekunan itu usaha harian yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit. Saya gak mematok sejauh mana saya bisa melakukannya. Saya bahkan terkadang memasang target jauh di bawah orang lain. Misalnya saja teman-teman penulis saya mematok kuota 3.000-an kata per hari. Saya hanya mematok—biasanya—sekitar 1.000-1.500-an kata. Itu pun gak tiap hari.

Bukan karena saya males atau apa. Tapi karena saya takut terlalu ngoyo, itu yang pertama. Yang kedua: banyak hal yang harus saya lakukan selain menulis. Banyak yang harus diurus. Saya harus memandikan anak-anak, memasak, membersihkan rumah, menulis di (seperti yang sekarang saya lakukan), dan banyak hal lain sementara waktu saya kan hanya 24 jam sehari. Saya harus melakukan banyak hal kecil dan sederhana dengan memotong-motong 24 jam yang saya punya menjadi kepingan waktu yang pendek-pendek. Jadi semua hal tetap bisa saya lakukan tanpa harus mengorbankan hal lain. Satu-satunya yang saya korbankan—dengan sadar—adalah kebiasaan saya untuk menonton televisi.

Saya menemukan teori—yang sepertinya cocok untuk saya—bahwa kalau saya punya tivi, kemungkinan saya akan menghabiskan waktu minimal 2 jam sehari untuk menonton. Dan 2 jam itu adalah waktu yang sangat berharga buat saya. 2 jam itu bisa untuk dipakai menggosok satu keranjang cucian bersih. :cutesmile:

Setelah saya gak punya televisi, saya melihat bahwa jadwal saya bisa sedikit lebih longgar. Kalau saya mau mencari berita atau nonton film, saya bisa melakukannya dengan bantuan internet. Nonton filmnya pun bisa lebih hemat waktunya karena saya bisa memilih film apa yang saya tonton dan nontonnya pun gak perlu dipotong iklan. :lol:

Saya hanya mencoba membagi waktu dan melakukan semuanya sedikit demi sedikit tanpa ambisi.

…dan saya mulai sadar bahwa semuanya pun mulai tumbuh tanpa saya memaksakannya untuk tumbuh.

Jadi, Lo Ngerjain Apa Aja Selaen Kerjaan IRT?

Dua hal yang sedang saya tumbuhkan sekarang: menulis dan craft. Cita-cita saya yang lain sudah saya coret dari daftar. :lol:

Dua hal ini saja sebenarnya sudah cukup menyita waktu dan membuat saya harus berhati-hati menyusun jadwal. Menulis itu memang kelihatannya gampang ya, tinggal duduk di depan laptop terus ngetik deh. Tapi, proses untuk sampai ke “ngetik” tadi itu panjang: riset lah, nyoret-nyoret plot lah, analisis karakter lah. Semua butuh waktu dan kesabaran.

Craft juga butuh banyak waktu. Jadi, saya hanya memfokuskan diri ke felt craft, yang lain gak dulu. :cutesmile:

Semua jadwal menulis dan craft saya disesuaikan dengan jadwal anak-anak. Saya menulis di malam hari setelah anak-anak tidur dan membuat craft di pagi hari ketika Isha dan Inda sekolah dan Baby Thaariq lagi sleeping handsome. :cutesmile: Waktunya pun gak lama. Saya gak mau begadang untuk mengejar kuota. Kalau saya sakit, anak-anak gimana? :T.T:

Paling lama, saya menulis hanya 2 jam, begitu juga dengan crafting. Kalau saya membuat craft hari ini, besok saya menyiapkan bahan untuk tutorial, besokannya lagi saya baru membuat foto tutorialnya. Hari berikutnya, saya mengedit foto dan tutorialnya sekalian di-upload. Untuk satu tutorial saja saya butuh 4 hari. Tapi, saya melakukannya tanpa tergesa-gesa. Satu langkah tiap hari itu sudah cukup. Tapi gak boleh angot-angotan. Harus disiplin.

Trus, Apa yang Lo Harepin dari Ngelakuin Itu Semua?

Harapannya: saya bisa melakukan hal yang kecil-kecil tanpa mengorbankan banyak hal lain. Hal kecil-kecil ini kalau dikumpulkan semoga aja menjadi hal besar. Begitu aja. Gak ada ambisi berlebihan. Yang penting, setiap hal kecilnya itu saya lakukan dengan sebaik-sebaiknya. Tiap bagian kecil yang baik akan membentuk bagian besar yang baik pula. Itulah kenapa saya melakukannya tanpa tergesa-gesa.

Saya juga ingin menikmati setiap momennya….

Kan sayang kalau melakukan sesuatu trus gak bikin hepi tapi malah stres karena deadline atau tekanan yang kamu buat sendiri.

Itulah kenapa saya membuat jadwal yang masuk akal untuk diri saya sendiri. Kalau kamu lihat jadwal saya, gak ada bedanya sama jadwal pelajaran waktu kita sekolah SD dulu. Senin: craft 2 jam. Selasa: nulis 2 jam. Dan seterusnya begitu. Di waktu kosong (kalau ada) saya lebih suka membaca dan belajar hal baru. Misalnya beberapa bulan terakhir saya belajar AI dan Photoshop untuk mendukung tutorial felt craft saya biar kelihatan manis dan menarik, jadi gak asal jadi gitu. :cutesmile:

Saya ingin hal kecil pun (misalnya bikin tutorial felt craft yang mudah), saya kerjakan dengan excelent, gak asal jadi. Dan sesuai dengan judul, ini semua ditambah dengan elemen paling penting yang jadi aturan baku dan gak bisa ditawar lagi: fokus!

Setiap kali ingin melakukan sesuatu, saya harus fokus. Itulah yang saya tekankan pada diri saya. Kalau gak bisa atau belum bisa fokus, mending di-cancel atau di-pending dulu. Hidup ini—menurut saya—bukan perlombaan banyak-banyakan melakukan banyak hal, tapi se-excelent apa kamu bisa melakukan satu atau dua hal. Dua hal aja udah banyak lho.

Berusaha melakukan satu hal yang bisa kamu lakukan dengan excelent itu sudah ibarat sebuah usaha menumbuhan sebuah pohon. Kamu hanya butuh satu pohon untuk berteduh lho. Udah cukup sebenarnya. Satu pohon rambutan aja kalo lagi musim gak bakalan abis-abis kamu makan buahnya, masih ada banyak sisanya buat dibagi-bagi ke tetangga.

Melakukan dan mengejar banyak hal dengan ambisius itu seperti menumbuhkan banyak pohon tapi tiap pohonnya gak dapet cukup air dan matahari. Buat apa pohon yang banyak tapi hanya bikin sumpek halaman dan buahnya gak ada?

Karena itulah saya menekan ambisi saya untuk melakukan banyak hal…. :cutesmile:

Karena saya tahu, saya ini manusia biasa dan punya banyak keterbatasan. Tapi saya juga paham bahwa one thing will leads to another thing. Pohon yang sedang kamu tumbuhkan dengan fokus itu bukan tidak mungkin kalau buahnya sudah matang dan jatuh ke tanah malah akan menumbuhkan pohon baru, kan? :cutesmile:

Jadi, Lo Ceritanya Gak Ambisius Nih?

Mudah-mudahan gak…. :lol:

Focus!

One thing at a time.

And believe….

One thing will leads you to another things.

Terakhir: enjoy your life! Have fun! :cutesmile:

Gambar dipinjam dari: Flower’s Story Community

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)