#156: [Poem] Masih Mengeja Kata yang Sama

Dibaca 802 kali

 

Bagaimana aku harus mengucapkan kata itu?

Ketika kalimat-kalimat yang sudah kususun di dalam kepalaku kandas mengering ketika aku bertatapan denganmu. Menyisakan jantung yang memburu dan perut yang seakan terisi ribuan kupu-kupu.

Aku ingin mengejarmu….

Seperti ketika kita kecil dulu. Memburu layang-layang putus sampai ke tepi hutan sana. Apakah kamu masih ingat ketika tiba-tiba hujan turun dan kita berteduh di bawah pohon yang seingatku hanya berbunga jingga di awal musim penghujan? Katamu itu flamboyan. Menurutku itu akasia. Mungkin kalau kita membahasnya lagi kini, kita tahu jawabannya.

Bagaimana aku harus menegaskan kata cinta itu?

Aku mengeja lakumu. Aku menebak tingkahmu. Seakan hati memang berubah-ubah setiap hari.

Tapi, aku dan kamu tahu….

Sejak hari itu, sampai hari ini, kita tetap bisa menebak benar semua teka-teki hati. Pun masih mengeja kata yang sama:

C. I. N. T. A

2 Comments

  1. Milo
    Sep 15, 2012

    Ini puisi buat di novel?

    • octanh
      Sep 16, 2012

      Bukan. Ini puisi buat prolog cerpen. Tapi gejeh. o….TL

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)