#160: Review Film: Prometheus (Sci-Fi, 2012)

Dibaca 3,169 kali

Alkisah, semalem saya nonton Prometheus karena Sinung bilang filmnya bagus dan dia udah nunggu-nunggu dari lama. Tapi saya beneran gak ngerti apapun tentang film ini. Denger judulnya aja pas baru mau nonton. :T.T:

Biasanya sebelum nonton, saya suka browsing dulu cuman buat nyari review atau sinopsis. Berhubung saya gak terlalu suka kejutan (dalam bentuk apapun) jadi saya suka nyari spoiler juga. Menunggu saat ketika sesuatu itu terjadi lebih menyenangkan buat saya dibanding dikagetin karena sesuatu terjadi. Saya suka kondisi aman-terkendali gitu deh. :lol:

Pas udah nonton sampe setengah film, tiba-tiba saya kayak ngerasa pernah nonton film yang penampakan makhluk-makhluknya mirip. Film apa yaaa…. :?:

Lama-lama saya jadi inget gitu. Saya pernah liat makhluk kayak gitu di film Alien! *all hail Sigourney Weaver*

Sayangnya, saya harus bertahan nonton sampai filmnya habis baru bisa gegulingan nyari review dan saya udah gak kaget lagi pas tahu kalau Prometheus ini memang dibuat berdasarkan universe-nya Alien tapi tidak dimaksudkan sebagai prekuel. Sepertinya film-maker-nya, si Ridley Scott itu, berusaha memisahkan antara Prometheus dengan Alien dan sekuelnya itu. Tapi saya masih ngeliat ini sebagai prekuelnya sih. Gimana gak coba, adegan terakhir si Shaw ninggalin pesen untuk siapapun yang bisa menjangkau frekuensinya biar gak dateng ke planet LV-223 itu adalah adegan pembukaan di film Alien. Prometheus ini setting-nya terjadi di tahun 2093, sekitar 25,5 tahun sebelum setting waktu Alien yang terjadi di tahun 2179.

Oh, sebelum saya nyerocos lebih panjang, saya peringatkan kalau ada manteman yang gak pengen baca spoiler, saya akan ngasih tahu kapan manteman harus berhenti baca tulisan ini. Kalau pengen tahu dan gak masalah sama segala macem spoiler, silahkan baca sampai habis. Saya ngerasa kayaknya rada gak mungkin nulis review film ini tanpa menghambur spoiler di sana-sini, soalnya review saya bakalan sama aja kayak review-review yang lain. Yang isinya cuman sedikit sinopsis—yang kebanyakan gak membantu—dan endorse kalau film ini bagus. :T.T:

Oh, sebelum saya lupa ada hal lucu yang saya temukan ketika menelusuri viral-marketing film ini. Manteman mungkin pernah denger akhir-akhir ini kalau ada teori yang mengatakan kalau nenek moyang manusia berasal dari alien? Jadi ceritanya ada alien yang datang ke bumi zaman duluuu … kala dan membuat peradaban di bumi (mungkin semacam terraforming gitu kali ya) dengan segala macam kehidupan di dalamnya? Bahkan saya sampai mendengar ada sekte agama yang menyakini itu.

Saya kok curiga ini sengaja di-setting untuk “mengantar” kita ke film ini karena beberapa kali ada desas-desus kalau Alien dan sekuelnya itu akan dibuat prekuelnya tapi setelah itu rumornya tidak pernah kedengaran lagi. Dan tiba-tiba saja teori alien adalah nenek moyang manusia itu merebak dan menjadi viral yang menyenangkan untuk dibaca karena yaaa … pertama mustahil, yang kedua: saya penasaran aja pas denger viral itu. Sebenernya viral itu disiapkan untuk apa? :?:

Terus juga karena tema film ini agak nyangkut-nyangkut ke agama segala (para manusia yang jadi awak pesawat Prometheus itu mencari The Engineer—pencipta mereka—ke sebuah planet nun jauh di sana untuk memastikan bahwa mereka memang bukan berasal dari bumi), kita gak usah terburu-buru mengambil kesimpulan kalau film ini sesat atau apa. Ini cuman film, ini Hollywood, mereka mencari uang dengan cara menghibur kita dengan segala fantasi dan drama-drama-drama yang mungkin kadang kelewatan dan gak masuk akal. Kalau gak suka, ditinggalkan saja. :cutesmile:

Yak baiklah, sekarang sedikit sinopsis buat pengantar. :cutesmile:

SINOPSIS

Di awal cerita, kita diperlihatkan sosok tinggi besar dengan kulit putih seperti porselen yang berjalan sendirian ke tepi sebuah air terjun. Si sosok inilah yang belakangan akan dipanggil dengan sebutan The Engineer. Dia meminum sesuatu yang warnanya hitam dan tiba-tiba tubuhnya terkoyak-koyak. Cairan hitam itu memecah tubuh sampai ke DNA-nya dan kemudian pecahan DNA itu bergabung dengan air dan membentuk kehidupan baru.

Tahun 2089, sepasang ahli arkeologi menemukan sebuah gua yang terdapat lukisan di langit-langitnya (somehow mengingatkan saya pada lukisan di dinidng dan langi-langit gua Lascaux yang terkenal itu). Di lukisan itu juga terdapat gugusan bintang yang juga ada di lukisan-lukisan dari berbagai peradaban di dunia.

Penampakan permukaan planet LV-223. (LV-nya bukan singkatan Louis Vuitton.)

Beberapa waktu kemudian, sekitar akhir tahun 2093, pasangan arkeologi ini pun ada di pesawat luar angkasa yang dinamakan Prometheus yang membawa mereka ke gugusan bintang yang ada di lukisan itu. Mereka ke sana untuk membuktikan bahwa lukisan di gua yang mereka temukan—dan juga lukisan-lukisan dari peradaban lainnya itu—adalah undangan dari pencipta manusia untuk datang dan menemui mereka. Perjalanan mereka ini dibiayai oleh Peter Weyland, pemilik Weyland Industries. Bahkan saya menemukan website resmi punyanya Weyland Industries ini lho. Silahkan cek di sini. Di website ini keliatan timeline penelitiannya Weyland.

Tapi, apakah lukisan itu benar-benar sebuah undangan? Apa benar The Engineer yang menciptakan manusia itu menginginkan manusia datang untuk menemui mereka? Ataukah lukisan itu mempunyai maksud lain—misalnya semacam sebuah peringatan? Terus apa maksud dan agenda The Engineer menciptakan manusia?

Eh, Voldemort! Ngapain ente di Prometheus? *dirajam pecinta HarPot*

Banyak ya pertanyaannya. :die: Sayangnya, gak semua pertanyaannya akan terjawab. Beberapa memang terjawab, beberapa yang lain sepertinya sengaja disisakan untuk sekuelnya. *all hail Hollywood business*

Nah, yang gak mau baca spoiler, udahan bacanya sampe sini aja ya. Berikutnya saya bakalan nyerocos tentang ceritanya lebih lanjut yang kalo dibaca, ntar malah gak bikin kejutan lagi pas nonton filmnya. :cutesmile:

Tentang The Engineer di Awal Film

Karena dari awal udah ketahuan bahwa The Engineer menyebarkan “benih” DNA-nya ke bumi, jadinya saya udah gak kaget lagi pas di adegan Shaw membawa pulang kepala The Engineer yang putus kejepit pintu yang dia temukan di gua—atau semacam piramid gitu deh—dan ternyata DNA-nya persis sama DNA manusia. Dari sini sebenarnya masalah apakah The Engineer itu manusia atau bukan sudah terjawab: yaaa … mereka cikal-bakalnya manusia lah, sederhananya.

The Engineer memecahkan DNA-nya di tepi air terjun di bumi yang belom ada penghuninya.

Kemudian pertanyaan baru pun muncul: trus ngapain sih mereka men-trigger kehidupan di bumi? Saya sendiri masih bingung sampai film ini berakhir. Yang bisa saya simpulkan sejauh ini adalah: mereka menjadikan bumi sebagai tempat  penyemaian mereka yang suatu saat akan di-harvest. Di akhir film, kita akan tahu kalau gua yang dimasuki oleh pada awak Prometheus itu ternyata adalah pesawat milik The Engineer dan masih ada satu The Engineer yang hidup. Nyatanya The engineer yang hidup itu keliatan kaget ketika melihat manusia—yang sebenarnya sejenis sama mereka—berdiri di depannya. Dia tetap ingin ke bumi. Membawa pesawat yang penuh dengan cairan hitam yang diletakkan di dalam tabung yang mirip artefak.

Dari eksperimennya David, kita bisa tahu bahwa cairan hitam ini bisa membuat manusia jadi tempat hidup makhluk lain—yang di film Alien dikenal dengan sebutan Xenomorph. Ketika Shaw “hamil” karena pacarnya minum cairan hitam ini—yang tanpa sepengetahuannya dimasukkan oleh David—kita bisa tahu bahwa rahim manusia perempuan bisa dijadikan tempat pembiakan makhluk yang ternyata bukan Xenomorph, tapi si Facesucker. Xenomorph baru muncul ketika tubuh The Engineer menjadi lahan pembiakannya setelah dia dibunuh oleh Facesucker.

Di sini sebenarnya saya juga mulai bingung. Jadi The Engineer ini mau ke bumi yang penuh dengan manusia untuk membuat Xenomorph atau Facesucker? :?:

Hal-hal yang gak jelas kayak gini semoga dijelaskan di film selanjutnya….

Cairan hitam itu sendiri sepertinya adalah cairan yang bisa men-trigger kehidupan, sama seperti cairan hitam yang diminum oleh The Engineer yang muncul di pembukaan film. Cuman kok efek cairan hitam ini beda-beda ya antara ke The Engineer, manusia, hewan—kayak cacing kecil yang terkena cairan ini dan berubah menjadi semacam kobra yang kuat. Beneran deh, saya bingung…. :cry:

Tentang Agenda yang Berbeda antara Shaw, David, dan Vickers

Dari awal film, saya sudah merasakan (cieeeeh, merasakaaan) ada agenda yang beda antara David, Shaw, dan Vickers. Apalagi setelah ketahuan kalau Peter Wayland masih hidup dan ikut di pesawat Prometheus untuk bertemu dengan The Engineer karena dia takut mati. Menurut dia, makhluk yang memberikan kehidupan kepada manusia seharusnya juga bisa memperpanjang kehidupan manusia. Yang mana itu kedengerannya sangat aneh karena The Engineer sendiri adalah makhluk fana—seperti kata David ketika melihat kepala The Engineer yang meledak ketika sedang diteliti oleh Shaw.

The Engineer di ruang kendali pesawatnya. Di film Alien, The Engineer ini dikenal dengan nama Space Jockey.

Saya sendiri merasa si Peter Weyland itu rada konyol gitu sampe minta perpanjangan hidup sama makhluk yang sama fananya kayak doi. :lol:

Tentang Pesawat The Engineer

Berikutnya masalah pesawat The Engineer yang dikamuflasekan menjadi semacam piramid atau apa ya … gunung-gunungan gitu deh. Pesawat ini beda sama yang kita lihat pertama di pembukaan film. Pesawat di pembukaan film itu bentuknya bulet dan sepertinya itu adalah pesawat settler. Pesawat yang kedua ini bentuknya U dan membawa cairan hitam ke bumi, mungkin bisa dibilang sebagai pesawat militer. Saya juga heran ketika David bilang kalau dia tahu bahwa tidak hanya ada satu pesawat di planet LV-223 ini, ada banyak pesawat The Engineer yang lain.

Shaw lagi meriksa kepala The Engineer yang putus kejepit pintu. 

David bisa tahu itu sih gak heran ya. Kalau dia bisa nemu satu pesawat aja, dia bisa menggunakan sistem navigasi pesawat itu untuk mencari pesawat yang lain. Nah, pertanyaannya: buat apa ada banyak pesawat sejenis di planet itu kalau planetnya sendiri bukan planet asal si The Engineer ini. Apa planet ini jadi semacam pangkalan luar angkasa? Atau lebih tepatnya, pangkalan militer luar angkasa?

Di film Alien, planet yang jadi setting adalah planet LV-426. Di planet ini juga ada bekas pesawat yang hancur. Dan pesawatnya dari jenis yang sama. Asumsi saya sih, cerita film Alien itu menceritakan tentang salah satu pesawat yang kecelakaan atau terjadi sesuatu sama pesawatnya sehingga jatuh dan mendarat di planet LV-426.

Tentang Para The Engineer yang Mati di Depan Pintu Pesawatnya

Nah, ini kayaknya gak akan ada jawaban pasti dan saya cuman bisa ngasih tahu spekulasi saya aja. Sepertinya ada yang salah dengan pesawat itu yang menyebabkan banyak The Engineer yang mati. Mungkin pesawatnya diserang. Mungkin juga cairan hitam itu secara tidak sengaja menciptakan makhluk yang kemudian menyerang para The Engineer tapi ada satu yang berhasil selamat.

Trus Kenapa Pada Akhirnya The Engineer Itu Seakan Ingin Memusnahkan Manusia?

Saya gak tahuuu…. :lol:

Kemungkinan karena mereka merasa bahwa manusia adalah percobaan yang hasilnya tidak memuaskan. Atau memang mereka—seperti kata saya di atas—ingin meng-harvest manusia dan menjadikannya “lahan” untuk mengembangbiakkan Xenomorph. Atau karena mereka merasa bahwa peradaban manusia sudah sedemikian majunya sehingga bisa saja menjadi ancaman. Atau … karena mereka memang perlu memusnahkan seluruh manusia untuk membuat peradaban baru yang lebih baik.

Sistem navigasi di pesawatnya The Engineer. Keren gitu, 3D.

Yang jelas, sesuatu yang terjadi 2.000 tahun lalu dan membuat rencana mereka untuk memusnahkan bumi terhenti sampai manusia malah datang dan membangunkan satu The Engineer yang tertidur di dalam cryochamber. Pas dia bangun, dia jadi melanjutkan misi yang tertunda deh. :lol:

Pendapat Pribadi nan Sotoy Saya tentang Film Ini

Kalau dilihat dari betapa rapi dan shopisticated-nya usaha viral-marketing film ini, saya merasa—setelah menonton filmnya—kalau film ini kayaknya gak sesuai janjinya yang katanya bakalan lebih megah dan penuh renungan filosofis tentang asal-usul manusia. Saya masih ngeliat film ini kayak ngeliat film Alien dan sekuelnya yang dulu. Ditambah tentang pencarian The Engineer aja sih. Dan tentang makna filosofisnya, kok gak berasa ya di saya? :die:

The Engineer ukurannya lebih besar dari manusia. Jadi keingetan ukurannya Avatar deh…. 

Okelah, usaha si Peter Wayland untuk berkelana sampai sejauh itu cuman buat memperpanjang hidup dan malah berakhir mati juga, bisa dijadiin bahan renungan: kalo emang udah dasarnya bakalan mati mah mati aja. Tapi tentang betapa megahnya scene pemecahan DNA The Engineer untuk membuat manusia, kayaknya gak berasa filosofis di saya. Itu mah buat saya tetep aja sci-fi. :die:

Trus saya juga penasaran, The Engineer ini ada yang jenis kelaminya perempuan gak ya? Kalo gak ada (soalnya gak keliatan sih di filmnya) trus gimana mereka berkembang biak ya? *pertanyaan gak penting tapi bikin saya penasaran*

Tapi saya bisa bilang kalau saya menikmati gambar-gambar dengan visual efek memukau di film ini. Seandainya saya bisa nonton versi 3D-nya di IMAX…. *ngayal*

Terakhir….

Saya menunggu sekuelnya. Soalnya saya mau liat Shaw dan David yang kepalanya putus itu pergi ke planet asal The Engineer. Seharusnya visualisasi planetnya bakalan keren banget. Teknologi mereka 35.000 tahun sebelum teknologi di bumi aja keren banget.

Saya juga mau tahu The Engineer itu selaen berkelana nyebarin DNA ke penjuru jagat raya, kerjaan laennya ngapain aja.

Tapi saya juga mau bilang, setelah Avatar, ini adalah film sci-fi yang sangat oke dan menyenangkan—dan juga bikin penasaran. Rasanya gak kayak nonton Avatar sih. Kalo nonton Avatar kan abisannya kayaknya rasanya seneng gitu kan ya. Nah, kalo film ini tuh abis nonton rasanya seneng juga sih, tapi campur sama penasaran dan tertekan. Saya tertekan gitu liat Xenomorph muncul di akhir film dari dalam tubuh The Engineer yang mati karena dicocot (saya gak nemu kata yang pas gitu selaen—dicocot) Facesucker. :die:

Yah, begitulah….

Eh, betewe, si Noomi Rapache kok feminim dan cantik ya di film ini? Saya kira mukanya bakalan selalu gahar dan nyeremin kayak di film The Girl with the Dragon Tattoo. :lol:

Segini dulu ya nyerecosnya. Ini aja rasanya udah panjang banget.

Kalo manteman nonton juga, saya mau tahu dong pendapatnya…. :cutesmile:

Gambar boleh minjem di marih.

 

16 Comments

  1. aro
    Jan 3, 2015

    wah jadi penasaran juga nih, dulu smpet mau nonton tapi ga jadi takut kecewa, eh baca reviewnya kyaknya bagus, btw kalau mau ditonton kelurga aman ga mbak. coz kalau hollywood kan dah biasa bumbunya, bikin was2, jadi kebiasaan kalau mau nnton film nunggu nongol di tv yg udah kena sensor…

    • octanh
      Jan 7, 2015

      Wah, kalo buat tontonan keluarga, kayaknya gak bisa karena ada karakter yang half-naked dan adegan gore. :mewek: Saya lebih ngerekomendasiin Interstellar kalo buat tontonan keluarga karena ceritanya tentang cinta ayah-anak dan tokoh anaknya dari kecil diliatin pinter gitu. Siapa tahu abis nonton itu anak-anak jadi kepengen sekece itu dan jadi scientist. :D

  2. nikko
    Jan 20, 2013

    keren ulasannya.. cocok masuk sekolah film..hehe :sniff:

    • octanh
      Jan 22, 2013

      Gak sekeren ulasan anak yang sekolah pelem sih…. :D

  3. imhaya
    Dec 12, 2012

    kalo saya baca dari forum2 luar yg ngebahas film ini, ada rumor kalo Riddley Scott sebenarnya pengen masukin ke film semacam pemahaman, bahwa penyebab si Engineer pengen balik ke Bumi & musnahin manusia adalah karena salah satu utusannya/wakilnya/atau apanya lah si Engineer, yg nyamar jadi manusia, yaitu Yesus, telah disalib & dibunuh oleh manusia. Timeline nya pas, 200o tahun yang lalu. Tapi karena ide ini dinilai terlalu SENSITIF & OFFENSIF, jadi Riddley Scott mengurungkan niat utk masukin bagian itu ke film. maksud saya, ide itu sempat terlintas di benak si sutradara..

    ekstrim juga ya idenya si Riddley Scott itu.
    Ya kita tunggu aja lanjutannya. Berani gak si Riddley Scott itu.. hehehe

    • octanh
      Dec 17, 2012

      Aku juga pernah mbaca versi yang ini. Tapi kalo jadi dibikin begitu, berani banget dia. Awalnya aku pikir nge-remake ide Alien dan make universe yang sama itu kayaknya basi banget. Apalagi ceritanya (kayaknya lagi) sengaja disambung-sambungin. Tapi pas udah nonton, ternyata not bad. Gak ngikutin alien juga gapapa kalo mau nonton ini. Aku beneran nungguin sekuelnya lho. Semoga bakalan sama kerennya sama yang ini. :D Trus kalo ada sekuelnya, maunya nonton di IMAX! Haha…. :lol:

  4. kusnadi
    Oct 8, 2012

    saya sudah nonton versi imax 3D di gandaria city…..kereeenn bangeettt..

    • octanh
      Oct 8, 2012

      Ngiriiiii!!! Aku pengen banget liat yang 3D IMAX!!!

  5. emaknyashira
    Sep 25, 2012

    Emm yang pertama kayaknya agak OOT, tapii itu the engineernya mirip banget squidward waktu abis operasi danjadi ganteng deh ta *sponegbob mania*
    Kedua, film ini udah lama lewat kayaknya di IMAX, nyesel gw gak nonton, tapi emang susah nyempetin ke bioskop sih.

    • octanh
      Sep 25, 2012

      Hahahaaa…. Pernah ada ya episod si Squidward oplas? :lol: Gue kagak pernah nonton. :T.T:
      Gue pengen banget nonton di IMAX TMII. Pas Spiderman tayang di situ pas gue masih di Jakarta, gue cuman lewat-lewat doang. Gak sempeeet…. :cry:

  6. mase
    Sep 25, 2012

    hadoww,,. baru selesai nonton kesel banget soalnya endingnya kagak jelas.. ngapaian juga enginer mbikin manusia kalo cuma buat wadah facesucker.
    trus ngapain tujuan mereka mbikin Xenomorph. bukane musuhan tuh,

    • octanh
      Sep 25, 2012

      Sengaja disisain itu jawabannya buat bikin sekuel kayaknya. :die: Tapi kalo sekuelnya keluar, saya tetep mau nonton lagi. *keukeuh*

  7. Nurin
    Sep 20, 2012

    kalau udah tipe tulisan beginian, no comment dah, kagak ngarti gua, :p. Mbak, aku suka lihat2 resepmu, tapi karena banyakan kue, dan berhubung aku jarang buat kue, belon pernah dipraktekin. Request dong, variasi menu untuk masakan harian, :D

    • octanh
      Sep 22, 2012

      Aku jarang masak yang agak rumit akhir-akhir ini, Nurin. Sejadi-jadinya aja gitu. :T.T: Ntar kalo aku masak apa gitu yang kayaknya enak ya. :D

  8. milo
    Sep 20, 2012

    trus The Engineer itu bikinan makhluk lain juga bukan?

    • octanh
      Sep 20, 2012

      Belom ketauan, Milo. Soalnya pan dia belom ketauan juga asalnya dari mana. Masih samar-samar gitu deh latar belakangnya. Tambahan lagi, inti cerita film yang ini masih tentang nyari si The Engineer itu doang buat mastiin kalo mereka emang ada dan jadi asal-usul manusia. Semoga dibikin sekuel film-nya. Soalnya efek-nya keren gitu. Nonton di 3D Imax bakalan keren banget dah! :cutesmile:

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)