#167: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 2/4)

Dibaca 601 kali

Ciri dan Faktor Penyebab Korupsi

Kalau definisi saja tidak cukup untuk mengklarifikasikan apakah sebuah tindakan disebut korupsi atau tidak, berikut adalah ciri-cirinya. Tinggal dicocokkan saja poin tindakannya dengan poin di bawah ini untuk lebih menyakinkan.

Ciri-ciri korupsi:

  1. Dilakukan lebih dari satu orang
  2. Merahasiakan motif, ada keuntungan yang ingin diraih
  3. Berhubungan dengan kekuasaan atau kewenangan tertentu
  4. Berlindung di balik pembenaran hukum
  5. Melanggar kaidah kejujuran dan norma hukum
  6. Mengkhianati kepercayaan

Masak sih, korupsi itu butuh lebih dari satu orang?

Memang begitu untuk amannya. Beberapa orang yang terlibat bekerjasama untuk mengambil uang negara. Kalau di instansi kecil, misalnya (agar contohnya lebih mudah dan jelas) butuh kewenangan kepala kantor, bendahara kantor sebagai pemegang keuangan kantor, dan kepala tata usaha kantor untuk membuat seolah-olah tindakan korupsi itu benar. Kalau tindakan itu tidak dibuat “seolah-olah benar” tentu akan mudah bagi orang lain untuk protes dan mempidanakan orang-orang yang terlibat.

Faktor penyebab korupsi:

  1. Penegakan hukum yang tidak konsisten.
  2. Penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang.
  3. Langkanya lingkungan yang antikorup: sistem dan pedoman antikorupsi hanya dilakukan sebatas formalitas.
  4. Rendahnya pendapatan penyelengara negara.
  5. Kemiskinan dan keserakahan.
  6. Budaya memberi upeti dan hadiah.
  7. Konsekuensi bilang tertangkap lebih rendah dibanding keuntungan yang didapat.
  8. Budaya permisif atau serba membolehkan. Menganggap biasa bila ada korupsi karena sering terjadi dan merasa tidak peduli dengan apa yang dilakukan orang lain selama dirinya sendiri terlindungi.
  9. Gagalnya pendidikan agama dan etika.

Apa Sih Kerugian yang Diderita Masyarakat dari Tindakan Korupsi?

Uang yang diterima negara—baik dari pajak atau pemasukan negara dari devisa dan lainnya—akan digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan di negara itu. Misalnya saja pendapatan negara yang diterima oleh Indonesia yang digunakan untuk membayar gaji PNS, membiayai subsidi pendidikan, membiayai pembangunan jalan, membiayai dinas sosial yang mengurusi anak-anak terlantar dan para jompo.

Seharusnya, dana yang masuk ke kas negara dan dikeluarkan lagi ke instansi dan badan pemerintahan itu digunakan seutuhnya untuk kegiatan yang dapat menyejahterakan rakyat. Bayangkan kalau misalnya sebagian dari dana itu digelapkan oleh oknum tertentu untuk memperkaya dirinya (iya sih, siapa juga yang mau miskin dan sengsara), dana tersebut yang seharusnya bisa untuk membeli lauk-pauk yang memadai di sebuah panti sosial misalnya, lalu yang tersisa dari korupsi hanya bisa membeli lauk-pauk ala kadarnya, apa itu tidak membuat miris hati orang-orang yang dalam UUD 45 disebutkan bahwa mereka dipelihara negara?

Lalu bayangkan sebuah sekolah yang seharusnya bisa mempunyai fasilitas belajar-mengajar yang memadai, lalu harus mengosongkan ruangan kelasnya karena bocor ketika hujan. Apa itu tidak akan menyebabkan kerugian lebih besar di kemudian hari? Imbasnya bukan lagi tentang apakah sekolah itu bisa tetap berdiri atau tidak (secara fisik memang kelihatan seperti itu), tapi hal yang tidak terlihat juga terkena imbasnya: semangat belajar, potensi anak-anak yang seharusnya menjadi generasi penerus yang punya kompetensi yang baik, dan lain sebagainya.

Rakyat yang seharusnya diringankan beban hidupnya oleh negara menjadi tidak bisa menerima haknya hanya karena oknum-oknum yang menggelapkan uang negara untuk kepentingan pribadinya. Oknum-oknum itu memang akan berkurang beban hidupnya, bahkan secara ekonomi bisa dikatakan sangat berkelebihan. Berbeda dengan rakyat yang haknya dirampas, kehidupan mereka menjadi lebih sulit.

Inilah yang membuat korupsi menjadi kejahatan yang lebih menakutkan dan mengerikan dibanding kejahatan lain: dia bisa mempengaruhi begitu banyak hal di sebuah negara.

Korupsi Itu Terjadi Baru-baru Ini Aja Ya?

Siapa bilang? :?:

Korupsi terlihat begitu banyak akhir-akhir ini karena pemerintah dengan dukungan rakyat lebih fokus mempidanakan pelakukanya dengan bantuan KPK. Korupsi itu sendiri mungkin sudah ada sejak jaman Belanda. Salah satu yang membuat VOC bangkrut adalah tindakan korupsi yang dilakukan oleh pegawainya yang tinggal di tanah jajahan.

Lebih jauh ke belakang, kita akan melihat bahwa korupsi juga sudah terjadi di awal abad ke 19 setelah adanya revolusi Perancis, Inggris, dan Amerika ketika prinsip pemisahan keuangan umum (negara) dan keuangan pribadi diterapkan. Ketika itu mulai ada beberapa oknum yang melakukan penggelapan uang yang ada di kas negara untuk kepentingan pribadinya.

Atau lebih jauh lagi ke belakang, ketika Indonesia masih merupakan kumpulan kerajaan, korupsi juga sudah terjadi. Ada catatan tentang korupsi “Empu Gandring Gate” di kerajaan Singosari yang membuat kerajaan itu menjadi terpecah belah di abad ke 13. Korupsi di kerajaan Majapahit, Mataram, dan Sriwijaya menjadi penyebab banyaknya terjadi kudeta yang berakhir dengan hancurnya kerajaan tersebut.

Selama masih ada keinginan yang kuat untuk mendapatkan uang dengan mudah, korupsi sepertinya masih akan terus ada. Selama pemahaman bahwa jumlah uang yang kita dapat harus sebanding dengan kerja keras yang kita lakukan, korupsi masih akan hidup.

Lanjutan dari tulisan ini:

#166: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 1/4)

#168: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 3/4)

#169: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 4/4)

0 Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. #166: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 1/4) | Octaviani Nurhasanah - [...] #167: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 2/4) [...]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)