#168: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 3/4)

Dibaca 764 kali

Gimana Sih Caranya Biar Korupsi Itu Bisa Diberantas?

Perancis memberi contoh dengan cara memenggal kepala Louise XIV untuk menyetop korupsi di kerajaannya. Mau dicoba juga di Indonesia?

Di Cina sendiri, pelaku korupsi dihukum mati. Dengan cara ini, tingkat korupsi di Cina menurun drastis. Calon pelaku korupsi tentu harus berpikir masak-masak sebelum mempertaruhkan nyawanya hanya untuk sejumlah uang negara yang digelapkan.

Di Indonesia sendiri, pelaku korupsi sendiri dipidana dengan hukuman yang cukup berat. Hanya saja, untuk negara sebesar Indonesia butuh lebih banyak tindakan preventif dibandingkan tindakan kuratif untuk kasus korupsi ini. Indonesia bisa mencontoh Singapura sebagai negara terdekat yang punya tingkat korupsi sangat rendah.

Kemakmuran rakyat juga menjadi faktor yang membuat tindakan korupsi bisa dihindari. Kalau rakyatnya makmur, tentu tidak akan banyak oknum yang memikirkan cara untuk menjadi memperkaya dirinya sendiri. Faktor lain seperti etika dan etos kerja juga menjadi faktor yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Apakah benar para PNS yang bekerja di instansi dan badan milik pemerintah itu benar-benar bekerja untuk negaranya atau hanya sekedar bekerja agar bisa makan dan hidup layak?

Bagaimana Caranya Saya Bisa Ikut dalam Tindakan Preventif Melawan Korupsi?

Pertama: ya jangan berpikir untuk korupsi.

Untuk orang-orang yang bekerja di instansi dan badan pemerintah, perlu ditanamkan pemahaman bahwa korupsi itu tidaklah berbeda dengan kejahatan pencurian dan perampokan. Yang namanya mencuri dan merampok, tentu hasilnya tidak halal. Uang tidak halal seperti itu tidak akan membuat orang jadi bahagia. Belum lagi ada perasaan was-was kalau kejahatannya ketahuan.

Saya sendiri punya suami yang bekerja sebagai PNS di daerah yang juga merangkap sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Kalau melihat banyaknya proyek pemerintah, hal satu hal yang harus diyakini: proyek itu bukanlah kesempatan untuk memperkaya diri. Proyek itu adalah usaha untuk memperbaiki dan membangun fasilitas negara. Mengambil uang dari proyek sama saja dengan menghalangi perbaikan dan pembangunan yang nantinya berimbas juga pada kualitas kerja badan dan instansi pemerintah yang terkait.

Kalau sebagai orang yang ada di luar lingkaran pemerintahan alias rakyat biasa, jangan ikut serta dalam tindakan gratifikasi. Gratifikasi ini lawannya korupsi tapi sama jahatnya.

Berdasarkan penjelasan pasal 12 B UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001, gratifikasi adalah: pemberian dalam arti luas, meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya yang berhubungan dengan jabatan dan kekuasaan dalam jabatan si penerima gratifikasi.

Kalau korupsi itu mengambil uang negara, gratifikasi bisa jadi adalah kegiatan mengambil uang yang seharusnya menjadi milik negara. Misalnya dalam kasus calo pengurusan dokumen dan sebagainya. Kalaupun uang yang diberikan itu bukan uang yang seharusnya jadi milik negara, gratifikasi tetap merugikan negara karena adanya kepentingan pribadi yang dipaksakan dan melibatkan badan atau instansi pemerintah.

Terakhir….

Tindakan paling mungkin yang dilakukan untuk pencegahan korupsi: jangan dekat-dekat korupsi. Jauhkan diri dari segala bentuk turunannya kalau bisa, termasuk: suap, calo, gratifikasi, dan lain-lain. Belajar dan memahami apa itu korupsi juga tindakan nyata untuk mencegah korupsi dan koruptor merusak kehidupan bernegara kita. :cutesmile:

Melihat tren korupsi akhir-akhir ini, saya merasa bahwa tidak melakukan korupsi itu lebih hipster daripada hal hipster apapun yang ada di Indonesia. :lol:

Kamu punya iPhone 5 yang lagi jadi barang hipster? Percayalah, tidak melakukan korupsi itu lebih keren daripada sekedar punya iPhone 5. Kamu merasa kalau beeing a geek itu hipster? Tidak melakukan korupsi lebih nge-hips daripada itu…. :cutesmile:

Lanjutan dari tulisan ini:

#166: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 1/4)

#167: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 2/4)

#169: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 4/4)

0 Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. #169: Korupsi: Dari Pekenalan sampai Putus Hubungan (bagian 4/4) | Octaviani Nurhasanah - [...] #168: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 3/4) Related Posts:#168: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 3/4)#166: …
  2. #167: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 2/4) | Octaviani Nurhasanah - [...] #168: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 3/4) [...]
  3. #166: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 1/4) | Octaviani Nurhasanah - [...] #168: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 3/4) [...]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)