#169: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 4/4)

Dibaca 948 kali

Untuk mensosialisasikan konsep korupsi ke masyarakat, KPK, USAID, dan Transparency International membuat sebuah film dengan judul Kita Vs. Korupsi. Film memang media yang lebih mudah untuk menyampaikan pesan ke masyarakat. Apalagi ketika konsep korupsi yang dimaksudkan itu sangat luas.

Film ini adalah kumpulan empat film pendek yang setiap filmnya membawa konsep korupsi yang berbeda:

1. Rumah Perkara (Emil Heradi)

2. Aku Padamu (Lasja F. Susatyo)

3. Selamat Siang, Risa! (Ine Febriyanti)

4. Psssst…. Jangan Bilang Siapa-Siapa (Chairun Nissa)

Tidak ada kasus yang terlalu fancy di film ini. Semuanya adalah hal-hal sederhana yang terjadi di sekitar kita. Tentu dengan pertimbangan bahwa film ini digunakan untuk mensosialisasikan konsep korupsi ke masyarakat, bukan ke penggede di atas sana. Ketika Masyarakat sudah paham dan mengerti tentang konsep korupsi, maka masyarakat bisa menjadi kontrol sosial agar korupsi yang kecil-kecil (walaupun besar atau kecil itu tetap dianggap korupsi loh ya) bisa dicegah. Kalau di bagian bawah–akar rumput ¬†korupsi sudah dicegah, maka tidak akan sulit lagi untuk memberantas korupsi di tingkat yang lebih tinggi. :cutesmile:

Misalnya saja di film Rumah Perkara yang menceritakan tentang korupsi (dan juga gratifikasi) di tingkat kelurahan. Kesannya memang sepele ya, dan uangnya memang tidak banyak. Tapi, bukan berarti bisa dibiarkan. Bagaimana kalau seandainya suatu saat nanti si Pak Lurah naik menjadi Pak Camat dan menemukan kasus serupa di tingkat kecamatan? :?:

Atau di film Aku Padamu yang sepertinya idenya sangat Indonesia sekali. Saya bilang seperti itu karena memang banyak terjadi dan sepertinya orang-orang menganggap hal itu tidak apa-apa. Padahal, besar atau kecil, suap tetaplah suap. Besar atau kecil, korupsi tetaplah korupsi. Dan itu tetaplah kejahatan melanggar hukum. Film ini bisa meng-edukasi masyarakat kalau percaloan dan yang sejenisnya itu juga masuk dalam korupsi dan turunannya.

Ketika pendapatan PNS tidak sebanding dengan tingginya biaya hidup, menerima uang suap sepertinya dianggap biasa. Dapur harus tetap mengepul. Ini juga salah satu pencetus korupsi di masyarakat. Ketika kita ingin korupsi itu diberantas, kita juga harus sadar bahwa masalah korupsi itu tidak hanya sekedar masalah penggelapan uang. Ada sebab di belakangnya. Sebab inilah yang harus dihilangkan jika kita ingin menghilangkan akibatnya.

Saya sangat suka film ke-tiga ini karena sangat membumi dan menyentuh…. :cutesmile:

Film terakhir juga sangat aktual terjadi di sekolah-sekolah. Tidak di semua sekolah sih. Tapi saya yakin masih ada sekolah yang menghadapi masalah serupa.

Lagi-lagi sebabnya adalah rendahnya pendapatan bila dibandingkan dengan biaya hidup, selain juga karena adanya kesempatan.

Ke-empat film ini bisa menyampaikan pesan langsung ke intinya. Mengkonsepkan korupsi dan gratifikasi dengan sederhana sehingga mudah dicerna. Saya juga mau bilang kalau filmnya bagus dan menghibur…. :cutesmile:

Dengan pesan yang sederhana dan mudah dicerna, tentu penonton film ini akan mendapatkan petunjuk jelas bagaimana menghindari korupsi. Misalnya saja, kalau mau nikah yaaa … gak usah pakai calo-caloan dokumen segala kalau emang dokumennya gak lengkap. Nanti bisa jadi nikahnya gak berkah lho. Soalnya dari awal cara mendapatkan status pernikahannya sendiri udah gak bener.

Tapi satu hal yang masih mengganggu pikiran saya: tentang pendapatan pejabat di kelurahan yang kurang memadai dan membuat mereka menerima suap dan gratifikasi. Seharusnya hal inilah yang paling pertama diurus sebelum mengurus hal-hal lain yang lebih besar, misalnya gaji pejabat yang lebih tinggi.

Tapi untungnya di kelurahan tempat saya tinggal, Pak Lurahnya sangat jujur dan bersih. :cutesmile:

Lanjutan dari tulisan ini:

#166: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 1/4)

#167: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 2/4)

#168: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 3/4)

 

Referensi:

Tentang korupsi, definisi, dan konsep. 

Tentang film Kita Vs. Korupsi.

Tentang Pasal dan UU Korupsi: Buku Mengenali dan Memberantas Korupsi dari KPK

0 Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. #168: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 3/4) | Octaviani Nurhasanah - [...] #169: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 4/4) Related Posts:#166: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 1/4)#167: …
  2. #166: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 1/4) | Octaviani Nurhasanah - [...] #169: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 4/4) Related Posts:#168: Korupsi: Dari Perkenalan sampai Putus Hubungan (bagian 3/4)#167: …

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)