#196: Catatan Anniversary ke-Enam (yang Kelupaan)

Dibaca 2,475 kali

Ketika saya menuliskan catatan ini, sudah tanggal 7 Desember…. Saya (dan Sinung juga) lupa kalau tanggal 3 kemaren itu anniversary pernikahan kami yang keenam. :T.T:

Kemarin, saya nanya ama Sinung sekarang tanggal berapa. Sinung jawab, tanggal 6 Desember. Trus saya nanya lagi, bukannya tanggal 3 kita anniversary yak? Trus baru deh kami pada inget….

Apa ini pertanda … kalau kami mulai pikun? :D

Beberapa waktu belakangan, saya dan Sinung emang lagi sibuk ngurusin beberapa hal yang menyita perhatian, termasuk Baby Thaariq yang udah mulai merangkak kesana-kemari dan merasa dirinya keren banget gitu sampai berani-beraninya nyoba berdiri sendiri pegangan tembok pake satu tangan sambil cengengesan. Seinget saya, dulu Kalinda juga udah mulai belajar berdiri umur delapan bulan kayak Baby Thaariq, tapi gak begajulan begitu. Dia lebih hati-hati. Kalau Aisha sih, mungkin karena banyak yang mau gendong, dia males banget belajar jalan….

Jadi, Kalo Lupa Anniversary Gapapa Gitu?

Ya gapapa laaaah. Pernikahan kan bukan cuman urusan inget ulang tahun, anniversary, kapan jadian, kapan lamar-melamar, kapan ini, kapan itu, trus nandain tanggalan di kalender buat bikin perayaan walopun kecil-kecilan. Marriage is bigger than that.

Pernikahan bukan cuman urusan sayang-sayangan, berusaha tampil mesra, punya baju kembaran, atau punya ini-itu (termasuk anak, rumah, mobil, dan sebagainya).

Menjelang usia saya yang mau tiga puluh ini, saya melihat bahwa pernikahan saya seharusnya bisa berkembang lebih besar daripada sekedar apa yang dulu saya yakini sebagai sesuatu yang esensi, seperti cinta dan kemesraan (termasuk kemesraan di depan umum—sesuatu yang sekarang saya sesali karena dulu saya melakukannya secara overdose dan ternyata tidak ada hubungannya dengan kemesraan yang sebenarnya saya harapkan, kemesraan yang lebih nyata).

Sederhananya sih saya mau bilang kalau ketika saya mesra-mesraan di depan umum dengan niat dilihat orang dan biar dibilang kalau saya dan Sinung pasangan yang mesra, itu tidak ada hubungan dan pengaruhnya dengan kondisi kemesraan kami di rumah ketika tidak seorang pun melihat. Padahal, yang lebih penting itu kan bagaimana kualitas hubungan saya dan Sinung, bukan “sampul” kemesraan yang saya pertontonkan di luar dengan maksud untuk ngasih spoiler kalau hubungan kami sangat mesra. Orang-orang gak perlu tau semesra apa kami sebenarnya … karena itu tidak akan membantu naik-turunnya kualitas hubungan kami.

Perumpamaannya seperti kalau saya ingin dilihat orang-orang sebagai orang kaya, maka saya mempertontonkan tas dan sepatu mahal yang mana sebenarnya sedikit sekali korelasinya dengan kekayaan saya yang sebenarnya. Toh kaya bukan cuman urusan digit di rekening. Kaya juga urusan syukur dan menikmati pekerjaan (selain hasil dari pekerjaan itu sendiri).

Atau ketika Sinung pergi sholat ke masjid biar dibilang sholeh, itu gak ada korelasinya dengan seberapa sholeh dia sebenarnya. Karena sholehnya dia itu bukan cuman urusan ibadah tapi keseharian. Ibadah juga kalau riya juga kan percuma.

Itulah yang setahun belakangan saya pelajari dari hubungan pernikahan saya dan Sinung.

Jadi yaaaa … lupa anniversary itu gapapa. :D Nikahnya gak batal cuman karena lupa. Cintanya gak berkurang. Gak dosa juga. :cutesmile:

Jadi, Apa Rasanya Udah Nikah Enam Tahun?

Hmmm, rasanya ya? Hmmm….

Kamu kalo punya temen lama yang udah ngedampingin kamu selama enam tahun tanpa sehari pun kamu merasa takut dia kecantol temen lain trus ninggalin kamu, gimana rasanya? :D

Begitulah rasanya kira-kira.

Saya bersyukur. Apalagi kalau diingat-ingat, tidak sekalipun saya merasa kuatir kalau Sinung maen mata ama cewek di luaran sana. :D

…atau dia lupa jadwal nyucinya. :D

…atau dia gak bisa nemuin salah satu lipstik saya yang gak sengaja kececer entah dimana. :D

Saya juga belajar hal lain bahwa sudah seharusnya pernikahan itu seperti dua kaki yang sedang melangkah menuju ke tujuan tertentu. Pertama, harus ada tujuannya. Hidup gak bisa kayak air mengalir karena air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, itu yang pertama. Yang kedua, melangkah itu membutuhkan kaki yang maju secara bergantian.

Kalau kaki kanan yang lagi giliran melangkah, kaki kiri stay menjaga keseimbangan di belakangnya. Bukan ngeber pengen maju juga. Bisa sih, dua kaki maju ke depan barengan. Tapi namanya bukan melangkah lagi, tapi melompat. Hop hop hop!

Melompat dengan dua kaki kayak gitu, bisa sih kita sampai ke tujuan tertentu, tapi lama dan lebih ngabisin energi karena ketika melompat, badan kita harus menjaga keseimbangan, kalau gak kita bakalan jatoh. Kalau di depan ada halangan, misalnya, dengan melompat gitu, lebih susah buat ngelewatin halangannya. Kalau sambil jalan kan enak, tinggal menghindar trus muter, atau kalau nekat, bisa langsung dilangkahin aja. Atau, kalau halangannya berupa tembok tinggi, yuk dipanjat aja. :D

Jadi, Ceritanya Pernikahan Itu Seperti Dua Kaki yang Sedang Berjalan? Gitu? Gak Bisa Lari Aja Biar Cepet?

Iya, kayak gitu. Bisa sih lari, kalo jalannya udah lancar. Kalau antara kaki yang satu sama kaki yang laen belom bisa secara otomatis paham dan patuh mana yang seharusnya ada di depan dan mana yang ngejaga keseimbangan di belakang, gimana mau lari? :?:

Kadang di suatu waktu, saya minta Sinung meluangkan waktu buat ngurusin anak-anak lebih lama dari biasanya biar saya bisa melakukan hal-hal lain. Ketika itu, saya ingin jadi kaki yang melangkah ke depan dan Sinung menjaga keseimbangan di belakang. Kadang yang terjadi kebalikannya. Gak bisa di antara kami berdua pengen maju dua-duanya dan meninggalkan hal-hal penting (seperti anak-anak) di belakang. Kesadaran tentang siapa yang maju, siapa yang tinggal, kapan, seberapa lama, dan bagaimana itu mulai bisa terjadi dan kami pahami dengan sendirinya setahun belakangan ini. Gak ada lagi perbincangan untuk mencari kesepakatan. Semua sudah disepakati begitu saja karena semua terjadi nyaris seperti rutinitas saja.

Yang penting itu kita jalan. Mau pelan, mau cepet, mau lari, yang penting kita bergerak dengan gerakan yang anggun dan gemulai. :D

Melompat-lompat hop hop hop itu bukan gerakan yang anggun dan gemulai menurut kami walaupun bisa mengantarkan kita dari satu tempat ke tempat yang lain. Kita kan manusia, bukan kangguru. :cutesmile:

Kami juga mencoba melihat pengalaman sebagai sesuatu yang baik semua. Kejadian buruk, bisa dibilang pengalaman baik. Kejadian baik, tentu bisa dibilang pengalaman baik. Pokoknya baik semua deh. Kejadian buruk itu cuman kalo gak diredhoin Allah. Selama Allah redho, apapun, bagaimanapun, baik aja gitu semua. :D

Life is really that simple….

Tapi gak sesimpel itu sih ngejalaninnya. Berusaha percaya dan paham bahwa sesuatu yang buruk itu baik buat kita itu susah lho. Apalagi kalau hikmahnya gak muncul seketika tapi butuh waktu beberapa lama buat kita sadari. Waktu di antara kejadian itu dan saat di mana kita sadar kalau itu ada hikmahnya, adalah waktu paling rentan untuk berburuk sangka pada banyak hal, termasuk sama Allah. :T.T:

Trus, setahun belakangan juga saya belajar bahwa menunjukkan ketidak-bahagiaan dan penderitaan itu bukanlah cara paling oke untuk membuat kamu gampang disukai orang lain. Orang mungkin kasian, tapi gak suka. Orang yang bahagia dan ceria itu lebih mudah dapet temen.

Saya juga belajar bahwa bermimpi itu boleh. Punya cita-cita setinggi langit itu boleh. Tapi yang lebih penting apa bagaimana mimpinya dan setinggi apa cita-citanya, tapi bagaimana usaha meraihnya.

Trus?

Trus, saya juga minta maaf sama pembaca saya yang udah komen dan lamaaaaa … banget baru saya bales. Akhir-akhir ini saya gak bisa buka setiap hari. :T.T: Tapi sedapat mungkin saya akan membalas satu per satu setiap komen.

Saya juga agak kaget ngeliat perkembangan ini yang dari cuman kurang dari 50 pengunjung sekitar enam bulan lalu, sampai sekarang yang rata-rata pengunjung hariannya sampai 300-an orang. Kebanyakan sih ngebaca tentang cara membuat bros dan review kosmetik. :D Saya jadi semangat buat nulis review kosmetik dan tutorial lagi….

Tapi khusus untuk tutorial craft, saya dan Sinung sedang menyiapkan sesuatu yang lain. Sepertinya saya sudah harus mulai melihat tutorial dan craft thingy ini sebagai sesuatu yang serius, bukan cuman iseng-iseng doang. :D

Yah, itu cerita anniversary saya. Gak ada yang terlalu romantis-romantis gimanaaa … gitu. Perjalanan masih panjang, yang mau diperjuangkan masih banyak.

(Tapi kalo ada yang kepo apa Sinung itu romantis atau gak, nih saya kasih tau: dia itu lebih romantis dibanding Keanu Reeves di pelem Sweet November.) :D

Yuk ah, berjuang lagi….

Buh-bye.

:cutesmile:

_____________________________________________

Migren saya kambuh dari semalem, jadi maapkeun kalo tulisan saya acakadut…. :D

21 Comments

  1. desni
    Jan 3, 2013

    saya suka paragraf ini mba
    “Pernikahan kan bukan cuman urusan inget ulang tahun, anniversary, kapan jadian, kapan lamar-melamar, kapan ini, kapan itu, trus nandain tanggalan di kalender buat bikin perayaan walopun kecil-kecilan. Marriage is bigger than that.”
    buat yang suka lupa, kalimat ini membesarkan hati sekali :D

    oh iya, salam kenal mba octa, happy anniversary :cutesmile:

    • octanh
      Mar 19, 2013

      Salam kenal jugaaaa…. :cutesmile: Doh, saya juga mulai gak urut mbales komen jadinya banyak yang gak kebales. Hiks. :(

  2. keke naima
    Dec 10, 2012

    happy anniversary ya.. semoga langgeng terus :)

  3. emak Ubaid
    Dec 10, 2012

    samaan bulan desember anniversary nya. :ngikik:
    akhirnya muncul juga tulisannya :lol:
    nah, jadinya 6 tahun itu harusnya sudah dilupain ajah mbak, kalo udah 25 tahun atau 50 tahun, baru deh diinget-inget 8)

    tapi itu lumayan dibanding aku, baru sepertiganya :lol: boro-boro pake filosofi kaki, ini aja kayaknya saling menjatuhkan :oops:
    tapi justru dari jelek-menjelekkan itu akhirnya kami berkomitmen memperbaiki diri :cutesmile:
    happy anniversary yah…
    *tadinya aku berharap ada poto dirimu sama mas Sinung pas nikahan, trus diabndingin sama foto sekeluarga sekarang ditambah aisha, inda sama thaariq, tar judulnya antara dulu dan sekarang :>

    • octanh
      Dec 14, 2012

      Kalo udah 25 atau 50 tahun, bikin acara makan-makan, Er! :D Sinung susah dipoto. Dia sekarang gendut gitu. Ngerasa agak gimanaaaaa … kali. Mana buncit pula. Gak pernah olahraga sih. :D

  4. niken Kusumowardhani
    Dec 8, 2012

    Happy aniversary ya mbak…
    Saya suka dengan anlogi pernikahan seperti orang berjalan. Kaki menyeimbangkan satu sama lain…

    Setuju dengan para komentator diatas yang mengatakan blog nya keren…
    Salam kenal ya mbak…

    • octanh
      Dec 14, 2012

      Makasih, Mbak Niken. :D Salam kenal juga.

  5. @yankmira
    Dec 8, 2012

    Happy anniversary ya, mak. Semoga melewati fase pertama dalam pernikahannya akan tetap membawa pada fase yang lebih baik. sakinah mawahdah, warokhmah. Amiin

    • octanh
      Dec 14, 2012

      Makasih, Mbak Mira. :D Kata orang sih tahun ke-7 itu sama sulitnya sama tahun pertama. Semoga kami baik-baik sajaaaaa…. :D

  6. astin astanti
    Dec 8, 2012

    hi mak…salam kenal dari saya ya, haduh lognya bagus sekali niih, sukkka banget warna nya.

    heppy anniversary yeeeei, prok prok…umur mo tiga puluh dah enam tahun pernikahan *Alhamdulillah ya.

    Saya, juga mo anniversary dan Inza Allah susah lupanya, coz pas akhir tahun….hihiiii besoknya dah ada yang nerompetin dan duuuuar mercon serta kilatan kembang api… :twisted:

    • octanh
      Dec 14, 2012

      Makasih, Mbak Astin. Berarti anniversary-nya diperingati seluruh dunia. :D

  7. IndahJuli
    Dec 8, 2012

    Happy aniversary, Mak Octa dan suami, semoga selalu samara.
    Btw, saya udah nikah 13 tahun, dan selalu lupa ulang tahun pernikahan :))
    Malah yang ingetin teman-teman di komunitas, karena bertepatan dgn ultah komunitas itu :D

    • octanh
      Dec 14, 2012

      Makasih, Mbak Indah…. :cutesmile: Wah, Mbak Indah udah lama juga nikahnya. Semoga tetap langgeng ya, Mbak. :cutesmile:

  8. Nilam Wulandari
    Dec 8, 2012

    Selamat ya mbak Octa. Semoga selalu bahagia dengan keluarga. Setiap hari adalah sangat berharga ya mbak. Salam kenal :). Ijin follow blognya ya?. Sweet blog. Love this. Kayanya suatu hari naanti saya juga perlu domain pribadi ya mbak, jadi mungkin blog nya lebih mudah di manage. Lho, kok malah curhat, hehehe…Have a nice weekend mbak. Assalamu’alaikum wr wb.

    • octanh
      Dec 8, 2012

      Domain sama hosting web ini dibeliin suami saya dua tahun lalu buat hadiah ulang tahun, Mbak Nilam. Kata blio sih, biar saya bisa lebih leluasa ngurus blog-nya. :D Memang lebih enak pakai domain sendiri ternyata, walaupun kalau ada apa-apa juga harus diurus sendiri. :cutesmile: Salam senal juga, Mbak Nilam….

  9. Name* wanodja
    Dec 7, 2012

    sama!! tgl 3 kmrn hari jadi pernikhn kami tp kami yng k 3. rasanya kemesraan d antara kami bukan lagi seperti api yg membara tpi skrng lebih hangt menghangatkn. dan kami menikmtin itu..

    • octanh
      Dec 8, 2012

      Wah, anniversary-nya sama-sama tanggal tiga! :D Kalo masih membara-bara gitu, rasanya juga aneh ya Mbak. Udah banyak yang harus dipikirin dan diurusin. Tapi gak membara kan bukan berarti gak romantis ya…. :D

  10. Heru Setiawan
    Dec 7, 2012

    Bikin iri… :-P
    Sukses terus buat kehidupan rumah tangganya. Mbak Octa masih muda, kok. Pan cuman beda setahun ama saya :music:
    Iyak, mendingan itu craft-nya semakin dimenawankan lagi :lol:
    Tinggal empat postingan lagi menuju 200! Semangat! :sniff:

    kirim teror>> :teror: <<hehehe

    • octanh
      Dec 8, 2012

      Lah, 27 itu udah deket 30. Udah tua itu Bang HerSet…. Udah gak abegeh lagi. Udah gak pantes mau labil ama galau di sosmed. :D

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)