#205: Buh-Bye 2012, Welcome 2013

Dibaca 486 kali

IMG_0537edit

Foto kembang di depan rumah saya yang mekarnya cuman pas abis ujan doang. 

Sebenernya saya gak gitu suka kehebohan di pergantian tahun. Alasan pertama sih karena saya kagetan. :cry: Jadi kalo ada yang nyalain mercon atau kembang api, saya suka serem sendiri.

Pas pergantian tahun kemarin, saya menghabiskan waktu di Makassar. Ceritanya berlibur gitu. Dan saya sepanjang malam pergantian tahun gak bisa tidur. Suara mercon sama kembang api dari pantai Losari (yang jaraknya dekat sekali dengan tempat saya menginap, sekitar 1 km) bener-bener mirip sama kayak sound-effect pas film perang. Saya jadi inget adegan perang di Apocalypse Now. Beneran bising dan nakutin. :cry:

Saya gak ngerti apa yang orang-orang cari dengan mercon dan kembang api model begitu di awal tahun baru…

…karena saya juga gagal paham dengan apa yang dirayakan.

Tahun baru yaaaa … buat saya itu hanya pergantian kalender. (Saya baru inget belom punya kalender baru di rumah :T.T: ). Gak ada yang benar-benar patut dirayakan. Yang mana, secara logika, kembang api, mercon, dan perayaan tahun baru itu gak buat semua orang. Beberapa orang bisa merayakannya dan beberapa yang lain, tidak.

Kalau mau menjadikan pergantian tahun sebagai waktu yang tepat untuk menghitung dan merekapitulasi tindakan, langkah, dan pencapaian selama tahun sebelumnya sih ya gapapa. Gak semua pergantian tahun itu patut dirayakan karena membuat kita bahagia lho. Saya sendiri merasa ada banyak tahun di mana saya yakin bahwa grafik hidup saya meluncur bebas sampai di titik nadir. Kalo udah sampe di titik itu, pilihannya cuman satu: naik. Udah mentok gak bisa turun lagi soalnya. :cry:

Tulisan kali ini mau saya jadiin itung-itungan pelajaran apa aja yang udah saya dapet sepanjang tahun 2012 kemaren. Setahun itu kan waktu yang (sebenernya) panjang. Seharusnya saya dapet banyak pelajaran, biar gak sia-sia. Dua semester gitu loh. :cutesmile:

Baiklah. Ini dia pelajarannya:

  1. Saya belajar bahwa seharusnya saya menggantungkan cita-cita setinggi langit sesuai anjuran Bung Karno lalu langsung memotong perjalanan ke langit itu menjadi skala rasional yang kecil-kecil sehingga bisa saya kerjakan pelan-pelan. Misalnya skalanya dalam ukuran cm, jadi saya kan bisa dengan lebih mudah membuat hitungan kalau saya mau mencapai cita-cita saya itu, setidaknya saya harus maju 1 cm setiap hari, misalnya. Itu lebih bisa diterima akal saya dan lebih mudah dijalankan juga. Dan 1 cm setiap hari itu seharusnya lagi, bukanlah 1 cm biasa. Tapi 1 cm luar biasa dengan segenap hati dan pikiran. 1 cm yang benar-benar saya lakukan dengan fokus. Bukan karena dia cuman 1 cm trus saya anggap remeh-temeh.
  2. People change. Itu pelajaran penting lainnya yang saya dapatkan setahun ini. Orang-orang berubah, saya berubah, keadaan berubah, pola pikir berubah. Saya harus terima itu. Kalo ada orang-orang yang berubah dan saya merasa heran, seharusnya saya lebih merasa heran pada diri saya yang tidak berubah. Bagian terbaik dari diri saya pun perlu diubah, padahal itu yang paling oke lho. Selalu ada versi yang lebih baik, patch yang lebih update. Selama itu untuk kebaikan, gak ada salahnya dicoba.
  3. Berharap bahwa pernikahan bisa merubah seseorang, itu adalah pikiran yang salah. Masuk ke pernikahan itu bukan untuk merubah seseorang (suami atau istri kita) menjadi versi yang menurut kita lebih baik, tapi untuk mensinergikan sisi-sisi baik yang kita punya untuk mencapai tujuan bersama. Menuntut suami atau istri kita berubah, itu termasuk tindakan egois yang rada bossy. Kita aja susah mau mengubah diri sendiri, apalagi mengubah orang lain? Apalagi, orang lain ini adalah bentukan (setidaknya) dua puluhan tahun yang lalu dan baru hidup bersama kita beberapa waktu saja. Ubahlah diri sendiri. Kalo dua belah pihak mengubah diri sendiri secara terus-menerus menjadi lebih baik, hidup yang makin berat akan terasa lebih mudah dijalani.
  4. Cara paling mudah untuk menghindari pertengkaran adalah dengan tidak bertengkar. Kalo bahasa gaulnya: jangan ngejabanin orang yang ngajakin kamu berantem. Kalo dia keukeuh mau ngajakin berantem, biarin aja dia berantem sendirian. *tega* :D
  5. Mengurangi ketertarikan pada politik kantor. Meminta Tuan Sinung untuk lebih memberikan effort ke tugas-tugasnya, lebih profesional, itu membawa dampak lebih baik ke kehidupan kami di rumah. Setelah Tuan Sinung di rumah, kami lebih fokus untuk mind our own business, play with our kids, read good books, watch movies, have fun chit-chat with friends and relatives. Itu lebih membuat hidup terasa menyenangkan.
  6. Berhenti membanding-bandingkan hidup dengan hidup orang lain itu bisa membuat bandwith pikiran lebih lega trus bisa dipakai untuk mikirin yang lebih penting. Maksain hidup kita sama dengan hidup orang itu kayak maksain dua buah sungai yang arah, deras, dan lika-liku-nya beda untuk jadi sama. Walaupun berlabuhnya di laut juga, tapi tiap sungai punya keindahannya sendiri, dengan spesies ikan dan tumbuhan di tepinya yang beda-beda. Jadi, itu percuma. Per-cu-ma. Yang ada malah cuman mbikin keki doang. :D
  7. What goes around, comes around. Klasik banget ya pribahasanya. Tapi itu benar adanya. You reap what you sow. Ini juga.
  8. Berkumpul dengan orang-orang yang menyenangkan itu bakalan ngebikin suasana hati lebih menyenangkan. Kalo ada orang yang bawaannya keki mulu, jangan ngumpul ama doi karena kekekian itu menular adanya. :D
  9. Friends come and go. Emang udah dari sononya begitu. Take it easy. Tapi kalo ada temen yang tetep aja ada di situ sepanjang perjalanan hidup kamu, itu bener-bener anugrah.
  10. If you have nothing nice to say, please shut up. Pun kalo ada orang yang ngomong gak enak ke kamu, baiknya didiemin aja. Harus ada yang memutus rantainya, kan? :cutesmile:
  11. Saya mulai berhenti mengejar sale dan membeli barang-barang yang saya beli hanya karena saya bisa membelinya, bukan karena saya butuh. Kalau ada barang yang saya bener-bener suka atau bener-bener butuh, saya baru beli. Rumah kebanyakan barang itu sumpek.
  12. Some books are not worth reading. Some movie are not worth watching. Baca dan nonton yang beneran bagus atau kamu suka aja.

Apalagi ya?

Itu doang kayaknya…. :cutesmile:

Tahun depan, saya akan berusaha mempertahankan apa yang sudah bisa saya lakukan di tahun kemaren. Yah, kalo bisa sih pengen melakukannya dengan lebih baik lagi. Gak ada resolusi muluk-muluk. Melakukan sesuatu dengan lebih baik setiap kali aja rasanya agak muluk. Setidaknya kualitas gak menurun lah. :cutesmile:

Saya juga pengen lebih sering nulis di . Pengen mbikin tutorial craft lebih banyak dan lebih bagus. Pengen nulis dengan lebih disiplin. Itu doang sih sejauh ini yang saya pengen lakukan ke depannya. Sisanya, saya pengen jadi nice people. Karena jadi anggota kelompencapir (kelompok penghina, pencaci, dan pencibir) sudah terlalu mainstream. :lol:

Buh-bye.

2 Comments

  1. milo
    Jan 21, 2013

    What goes around, comes around <<== maksudnya apa ini Kakaaaaa?

    • octanh
      Jan 22, 2013

      Kayak semacam: apa yang kamu sebarkan ke sekelilingmu akan kembali padamu. Kalo kamu baik ama orang, orang ntar balik baik sama kamu. Kayak gitu. :D

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)