#243: [Prompt #9] Parfum

Dibaca 900 kali

perfume

credit

Nisa meletakkan baki berisi makan siang di atas meja di sebelah tempat tidur Dito yang kelihatannya sedang bagus suasana hatinya.

“Aku selalu suka wangi parfummu,” kata Dito sambil meraba ujung meja, berusaha mengambil gelas yang ada di sana. Nisa mengambilkan gelas itu dan meletakkannya di telapak tangan Dito.

“Apa kamu mau membacakan buku lagi buatku?” tanya Dito.

“Boleh. Buku yang mana?”

“Novel tentang cewek yang suka makan bunga itu kayaknya asyik.”

Nisa berdiri dan mengambil novel itu di atas meja, tepat di sebelah baki yang tadi dia letakkan. Pelan-pelan Nisa berdiri.

“Aku ambil kacamata dulu ya. Ketinggalan di kamar.”

Nisa berjalan ke arah pintu. Di sana Maya sudah berdiri menunggunya.

“Yang penting kamu pakai parfum ini setiap kali mau ketemu Dito. Ini parfum yang selalu dipakai adiknya,” ujar Nisa sambil mengeluarkan sebuah botol parfum terbuat dari kaca yang kelihatannya mahal. “Suara kita kan mirip, dia nggak akan bisa membedakannya.”

“Apa dia beneran nggak bisa melihat, Dok?”

“Iya, dia tidak bisa melihat.” Nisa menyodorkan beberapa lembar kertas. Maya menerimanya dan membacanya sebentar.

“Ini jadwal kamu. Pokoknya ikuti aja jadwal ini. Oke? Dia nggak tau kalau ‘kita’ bukan adiknya. Jadi, santai aja. Jangan sampai kelihatan grogi. Yang penting kamu bisa bikin dia seneng biar dia mau makan dan cepet sembuh. Setelah itu, mungkin kita bisa memikirkan bagaimana cara memberitahukan kalau adik dan keluarganya meninggal di kebakaran itu dan hanya dia yang selamat.”

Post ini dibuat untuk Prompt #9: Parfum.

20 Comments

  1. hana sugiharti
    Apr 13, 2013

    Bukannya kalau di indonesia makin lama makin bagus di rs, biar nambah uang obat :D

    • octanh
      Apr 15, 2013

      Yah, Mak Hana. Gak enak kelamaan di RS. Masakannya gak seenak restoran Padang…. *curhat*

  2. RedCarra
    Apr 12, 2013

    Nah. ada masalah di suara tuh :D :ngikik:

    • octanh
      Apr 15, 2013

      Plothole segede gaban…. Aaaaaaaaarh! Tapi biarin aja dulu ya, Mbak. Namanya juga latihan. :D :D :D

  3. liannyhendrawati
    Apr 12, 2013

    Eh si dokter kok bisa tau , mungkin sudah akrab dengan keluarga Dito kali yah..

  4. Ehmm, dokternya bisa tahu suara mereka sama dengan adik dito, karena dokternya mengenal adik dito sebelumnya ya, mbak ?
    kalau secara logika, karakter suara pasti beda ya tiap orang, kalaupun mirip, tetap masih bisa dibedakan. kecuali dengan sengaja mempelajari untuk menirukan karakter suara seseorang..
    :cutesmile:

    • octanh
      Apr 12, 2013

      Iya, ya. Harusnya saya ngasih penjelasan rasional tentang hal ini. :(

  5. Nunung Nurlaela
    Apr 11, 2013

    kereen idenya oke mak… 8)

  6. fatwaningrum
    Apr 11, 2013

    waaah, dokternya perhatian banget yah :)

  7. Rini Uze
    Apr 11, 2013

    Maksudnya dikasih tau pelan-pelan biar gak shock ya mbak..

    Idenya dokternya boleh juga *ato Ide yang nulis tepatnya yah* hehehe.. :oops:

  8. wida
    Apr 11, 2013

    hiks sedih, kasian nih sebatang kara, tapi dokternya baik jangan…jangan.. :ngikik:

    • octanh
      Apr 12, 2013

      Jangan-jangan dokternya hantu? :D

      • wida
        Apr 12, 2013

        kok hantu sih mbak, kamsudnya jangan2 si dokter naksir sama bang doni :>

  9. Miss Rochma
    Apr 11, 2013

    ada ajah cara dokter itu yah.. :)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)