#249: Srikandi Blogger 2013: Writing in Positivity

Dibaca 701 kali

538023_10151564487315489_2066117631_n

Blogger inspiratif?

Banyak orang yang mengatakan bahwa sebaiknya menjadi ger itu harusnya inspiratif. Tapi harusnya lagi, tidak hanya ger yang inspiratif. Pekerjaan apapun bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Blogger yang inspiratif itu, menurut saya, adalah ger yang bisa membuat pembaca nya mendapatkan ilmu, pemahaman, semangat, cara pandang, dan pengalaman baru yang baik dan berguna. Tidak harus selalu menulis tentang hal yang besar dan berat, hal yang kecil dan biasa ditemukan sehari-hari pun banyak yang memberikan inspirasi agar pembaca bisa menjadi orang yang lebih baik setelah membaca nya.

Bergabung di Kumpulan Emak2 Blogger, membuat kegiatan ging saya menjadi lebih menyenangkan. Di sana, saya bertemu dengan ratusan perempuan yang juga punya kesukaan yang sama: ging dan menulis. Tapi saya berharap member grup KEB bisa lebih dekat. Karena banyak sekali member KEB (hampir seribu orang), saya suka merasa kewalahan mengikuti perkembangan mereka. Jadi saya memilih untuk mengikuti member yang sudah saya kenal saja. Sepertinya member baru harus lebih aktif untuk berinteraksi agar lebih dikenal.

Perempuan nge hanya untuk curhat?

Sebenernya bukan masalah perempuan dan laki-laki kalau untuk masalah curhat. Tapi memang di Indonesia sendiri masih dikenal (dan diperkenalkan) sebagai media digital yang bisa menampung curhatan empunya . Sampai di sini tidak ada yang salah. Hanya saja, definisi “curhat” itu sendiri sudah terlanjur dipahami sebagai: cerita panjang-lebar tentang masalah pribadi. Seandainya masalah pribadi yang diceritakan itu bisa dituliskan dengan cara yang elegan, baik, dan positif, sehingga yang membaca mendapatkan pelajaran dan pencerahan baru dari tulisan itu, saya rasa itu tidak apa-apa. Yang jadi masalah dan menjadi kebiasaan kebanyakan ger (saya juga tidak mau pukul rata), masalah pribadi itu kemudian diceritakan di dengan menempatkan diri penulis sebagai korban yang sambil menulis masih juga menghapus airmata. Jadinya, pembaca pun mendapatkan impresi bahwa yang dituliskan itu hanyalah sekedar jabaran masalah tanpa penyelesaian. Atau saya suka menggunakan istilah: curhat berdarah.

Saya kira cukup adil kalau menyamaratakan antara ger perempuan dan ger laki-laki untuk urusan kualitas tulisan. Tapi, saya melihat bahwa Srikandi Blogger 2013 bukan hanya melihat kualitas tulisan. Satu hal lagi yang menjadi pertimbangan adalah: konten.

Blogger perempuan tentulah menuliskan apa yang mereka tahu tentang dunia mereka. Tentang parenting, resep, dunia kerja perempuan, aktivitas menjadi ibu, dan lain sebagainya. Hal ini jarang ditulis oleh ger laki-laki karena mereka tidak mengalami langsung. Kalau di pertanyaan yang ke-tiga dikatakan bahwa banyak yang masih menganggap bahwa ger perempuan kebanyakan menulis curhat, maka dengan ajang ini akan kelihatan bahwa masih banyak ger perempuan yang tidak hanya menuliskan curhat tapi juga membagi ilmu mereka: design, kuliner, craft, dan lain sebagainya.

finalisSB

Kenapa harus Srikandi Blogger?

Saya setuju saja. Pertama karena nama Srikandi sendiri diambil dari kebudayaan lokal, Jawa. Jadi ada baiknya memang kita mengangkat hal-hal positif dari kebudayaan lokal kita. Terlepas dari adanya perbedaan antara Srikandi versi India dengan Srikandi versi Jawa, itu sama sekali tidak mengurangi makna dari nama Srikandi itu sendiri karena apa yang jadi esensi memang sudah berbeda. Kalau di India kan dipercayai bahwa Srikandi ini transeksual. Tapi, di Jawa, Srikandi tetaplah pahlawan perempuan yang gagah berani. Karena kita sendiri ada di Indonesia, tentu saja jadinya out-of-context kalau malah memperdebatkan Srikandi versi Jawa atau India. Kita memakai pemahaman sesuai dengan konteks kelokalan kita saja. Itu lebih arif.

Karena saya ger dan ajang ini adalah Srikandi Blogger 2013, maka yang bisa saya janjikan tentulah yang berkaitan dengan dunia ger itu sendiri. Satu hal yang saya ingin bagikan dan kampanyekan ke seluruh ger, khususnya para member KEB, adalah tentang etika ging dan positivisme dalam menulis. Cukuplah media besar yang memuat berita dengan konten negatif. Para ger bisa memberikan alternatif bacaan lain yang lebih sehat dengan jurnalisme dan tulisan positif. Kalau media menuliskan masalah, kita menuliskan dan menawarkan solusinya. Kalau media menuliskan kekerasan, kita menuliskan banyak hal yang bisa ditemukan di keseharian yang penuh dengan kehangatan dan kasih-sayang. Pikiran positif itu harus dibentuk dan dilatih, bukan hanya disebarkan di sosial media dan tulisan dengan bentuk quotes yang indah.

Harapan saya, member KEB mulai meninggalkan tulisan-tulisan yang kurang sehat (sindiran, cacian, hinaan, dan sejenisnya), lalu mulai menuliskan hal-hal yang baik, positif, dan bermanfaat.

Kalau saya menjadi Srikandi Blogger 2013, ada keterbatasan saya dalam menjalankan tugas offline karena tempat tinggal saya ada di kepulauan terpencil, mungkin akan sulit bagi saya untuk menjangkau kota-kota besar di barat Indonesia. Tapi, saya bisa menjangkau kota yang lebih ke timur karena transportasinya lebih mudah kalau dari tempat saya tinggal ini. Misalnya saja kota-kota di Sulawesi.

Seandainya tidak terpilih?

Sikap saya yang pertama: bersyukur karena sudah sampai pada tahap menjadi finalis. Selanjutnya tentu saja saya akan ikut mendukung program dan kegiatan apapun yang dilakukan Makmin dan Srikandi Blogger terpilih karena bagaimanapun, ketika saya mengikuti event ini, saya sudah sadar bahwa event ini bukan hanya masalah menang-kalah, tapi juga ada sederetan program di belakangnya. Kalau saya sampai menjadi finalis (dan alhamdulillah saya jadi 10 finalis), tidak etis bagi saya kalau saya tidak melanjutkan tugas saya sebagai finalis. Karena saya melihat, para finalis masih bisa berkontribusi dengan membantu Srikandi Blogger yang menang. Jadi, finalis pun masih punya tugas ke depan. Bukan hanya Srikandi Blogger terpilih.

8 Comments

  1. Nchie Hanie
    Apr 26, 2013

    Semangaat Mak..
    Ayoo Sini kita bergandengan tangan menuju acara puncak srikandi blogger 2013..

    ini tanganku..mana tanganmu ?
    #maap ya tangannya kasar abis nyuci bo :D

    • octanh
      Apr 26, 2013

      *sodorin handcream*

      Aku juga nyuci mulu seharian kemaren. Seminggu yang lalu ujan bok! *malah curhat*

      Semangat juga, Mbak Nchie. :D

  2. Name *Milo
    Apr 26, 2013

    kalo blog saya curhatnya berdarah gak?

    jadi malu karna blog saya ga inspiratif. :T.T:

    • octanh
      Apr 26, 2013

      Gak ada kok. Adanya: curhat ngebikin orang berdarah-darah. :D Lah, ukuran inspiratif kan relatif, Milo….

  3. D Laraswati H
    Apr 26, 2013

    Mak, blog mu keren….kamu tinggal dimana sih, aku jadi ingin berkunjung …. pasti seru ada disana yaa ….sukses selalu dan tetap semangat berbagi ….Peluuuuk

    • octanh
      Apr 26, 2013

      Saya tinggal di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Mbak Laras. Jauh dari Makassar. Seru sih, tapi perjalanannya jauh banget. Plus kalo ada angin kenceng, ferry gak jalan. :cry:

  4. anazkia
    Apr 26, 2013

    Sukses, Mbak. Siapapun yang terpilih semoga ia tetap berada dalam kerendah hatian :)

Trackbacks/Pingbacks

  1. Wawancara Nan Pelik | Dina's Pensieve - [...] Abdullah, Anazkia, Diadjeng Laraswati, Eka Mayya, Nchie Hanie,  Myra Anastasia, Octaviani Nur Hasanah, Shinta Ries, Winda Krisnadefa. Tadinya aku berharap wawancara akan dilakukan secara tatap muka [...]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)