#288: A Piece of Heaven: Selayar

Dibaca 550 kali

IMG_3227edit

Di pantai Baloiya. Bersih banget pantainya. 

Sejak pertama kali saya pindah ke Selayar, gak pernah sedikit pun terpikir untuk menulis tentang Selayar. Entah itu memasukkannya menjadi latar pada cerita atau menulis tentang kegiatan jalan-jalan saya selama di sini. Pokoknya saya kayak gak ada semangat gitu nulisnya. Mungkin ini karena di awal kepindahan saya dan Tuan Sinung ke sini, semua karena sudah ditetapkan demikian (Tuan Sinung ditempatkan di sini, bukan memilih untuk bekerja di sini). :mewek:

Perasaan menolak tentu ada. Apalagi yang namanya Selayar lokasinya agak terpencil. Harus naik kapal dari ujung kaki Pulau Sulawesi (Pelabuhan Bira) untuk sampai ke Pelabuhan Pamatata dan disambung perjalanan darat selama satu jam baru sampai ke ibukota kabupatennya, Benteng. Saya udah sering banget denger kalau Selayar itu indah, begini, dan begitu. Menurut saya, okelah indah. Asyik jadi tempat tujuan liburan. Tapi kalau untuk jadi tempat tinggal?

Manusia emang suka berprasangka.

IMG_3196edit

Kapan terakhir Manteman ngeliat pantai sebersih ini?

Awal saya sampai di sini, saya membayangkan bakalan susah nyari apa-apa. Bakalan susah ngedapetin sesuatu yang biasa saya pakai, misalnya sabun pembersih muka merek tertentu, atau bahan kue merek tertentu. Tapi ternyata, setelah keliling-keliling beberapa lama, yang dibutuhkan hanya tau di mana tempat membelinya. Barang-barang dengan merek standar ada dengan stok berlimpah di sini. Harganya pun gak beda jauh dengan di Makassar. Memang kalau saya mau barang yang spesifik dan jarang dipakai umum, misalnya non stick spray untuk loyang kue, harus nyari waktu ke Makassar. Tapi itu emang barang khusus untuk keperluan khusus. Di Makassar aja perlu dicari di toko tertentu. Ternyata gak terlalu susah hidup di Selayar.

Ternyata lama-kelamaan saya malah menikmati segala ketenangan tinggal di sini. Lagi mumet dan pengen angin-anginan sambil liat matahari tenggelam? Pantai hanya berjarak beberapa ratus meter dari rumah. Gak sampe satu kilometer. Pengen ikan segar yang baru diangkat dari kapal penangkap ikan? Banyaaaak! Pengen udara segar, pemandangan indah, suasana yang damai … dengan mudah bisa didapat. Bisa dibilang take it for granted juga. Gak pake usaha. :D

Sampai di sini, saya baru bisa menikmati Selayar. Belum sampe ke tahap menjadikannya sebagai inspirasi.

Padahal, banyak turis asing yang datang ke sini dan saya suka mendengar cerita tentang betapa mereka menyukai kepulauan Selayar ini, terutama diving spot-nya. Akhir-akhir ini, saya merasa kalau saya kayak kufur nikmat gitu. :mewek: Saya udah dikasih kesempatan untuk menikmati betapa indahnya Selayar dengan segala kelebihannya dan apa yang saya lakukan? …membanding-bandingkannya dengan tempat lain. Yang saya bandingkan itu bukan apa yang dimiliki Selayar dan tidak dimiliki tempat lain, tapi kebalikannya: apa yang dimiliki tempat lain tapi tidak dimiliki Selayar. Misalnya: mal. *plak*

Jadi, ketika datang satu kesempatan buat saya untuk menulis novel, saya ingin menjadikan Selayar sebagai setting-nya. Saya memang belum mengerti sekali tentang adat-istiadat dan hal detail tentang kehidupan masyarakat di sini, tapi itu semua bisa dipelajari dan bisa ditanyakan. Yang penting usahanya. :D

Mumpung saya masih di sini. Kalau sudah habis kesempatan saya di sini, mungkin saya akan sangat merindukan Selayar. Seperti ketika baru sampai di Selayar dan saya sangat merindukan Jakarta. :mewek:

Saya pengen memanfaatkan kesempatan ini selagi masih ada. :cutesmile:

IMG_3123edit

Pelabuhan Benteng di sore hari. Lagi ada kapal bongkar-muat. 

Bisa dibilang, inilah cara saya berterimakasih pada air, udara, matahari, pemandangan, pohon, bunga, dan semua keindahan yang saya nikmati selama ada di sini. :cutesmile:

Kalau saya berkesempatan untuk pindah ke tempat lain, saya akan camkan bahwa saya tidak boleh berprasangka buruk pada tempat itu dan membandingkannya dengan tempat lain. Setiap tempat punya romansanya sendiri-sendiri. Seperti setiap kenangan juga punya cerita yang berbeda. Seperti hari ini, saya pun akan memulai menulis dengan setting yang beda: Selayar.

Karena lain padang lain belalang, maka di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, dan ingat bahwa lain lubuk lain ikannya. :D

Selamat hari Selasa, Manteman. Selamat datang bulan Oktober. :cutesmile:

6 Comments

  1. @tuSilajara
    Oct 22, 2013

    mau mau baca tp sdh habis :nyucuk:

  2. Rebellina
    Oct 1, 2013

    wah…, asyiknya tinggal di daerah yang indah begitu.pengen banget bisa menikmati daerah yang berbeda, dengan latar belakang kebudayaan masyarakatnya juga. Dulu saya malah bercita-cita punya pekerjaan yang mengharuskan saya travelling ke berbagai tempat di mana pun. sayang…,belum kesampaian.

  3. Nurin Ainistikmalia
    Oct 1, 2013

    Mbak, sudah ada tanda-tanda mau keluar dari Selayar kah? kok tiba-tiba tulisan ini seperti tulisan dadah-dadah? :cutesmile:

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)