#300: Enteng Hati

Dibaca 367 kali

IMG_3290edit

…atau lighthearted.

Ada gak sih sinonimnya dalam bahasa Indonesia? *serius nanya*

Kalo lighthearted sendiri menurut Merriam-Webster diartikan sebagai: having or showing a cheerful and happy nature. Sederhananya sih, orang yang enteng hati itu keliatannya gembira, ceria, dan seneng aja. Pokoknya hatinya gampang diajak hepi-hepi.

Termasuk pada kegembiraan dan kesenangan yang sedang dirasakan orang lain. :cutesmile:

Beberapa kali, saya merasa kalau saya sangatlah tidak beruntung. Mungkin setiap orang juga pernah merasa begitu ya. Ada fase di mana saya merasa bahwa apa yang saya miliki sekarang ini tidak sesuai dengan keinginan saya (atau nafsu saya?). Saya pengen begini tapi yang saya dapatkan malah begitu. Dan yang begitu itu jauh lebih gak keren dibanding yang begini. Mungkin ini juga termasuk tanda-tanda kalau saya kurang bersyukur.

Apalagi, di jaman sekarang ini, gampang banget loh buat kita ngeliat banyak hal baik yang dicapai orang lain. Prestasi, pencapaian, pokoknya hal-hal baik lainnya yang kadang termasuk satu dari banyak hal yang diam-diam kita inginkan. Dan itu ngebikin kita jadi berat hati untuk ikut senang sama apa yang didapatkan orang itu. Saya begitu…. :(

Dan itu sama sekali gak menyenangkan.

Mau sampai kapan kita sirik dan iri sama orang. Itu tuh cuman bikin capek. Membuat kita jadi sulit buat ngeliat bahwa kita pun punya banyak hal yang (mungkin) bikin orang iri. Kalo udah begitu, mungkin jadinya lucu ya. Kita iri sama orang, trus orang itu ternyata iri juga sama kita. Jadi iri-irian deh. Heheheee…. :D

Beberapa kali, ada teman yang menyampaikan hal itu langsung pada saya. Dia bilang: gue iri loh sama lo karena begini dan begitu.

Saya menjawab: jangan iri! Karena mungkin gue juga lagi iri sama lo!

Satu hal yang saya pahami dari perasaan iri itu adalah: hati kita jadi berat. Trus kalau ditumpuk, badan kita pun jadi berat dan susah buat bergerak melakukan hal-hal lain dengan perasaan tenang. Padahal, hal yang paling menyenangkan buat saya adalah melakukan sesuatu karena saya suka dengan hati yang senang. Hati yang bebas dari rasa ingin melakukan itu karena orang juga melakukannya. Atau saya melakukan itu karena saya pengen diliat kalau saya mampu, keren, atau berbakat. Yah, yang semacam itu.

Padahal, setiap orang sudah diberikan tugas untuk jadi main character di cerita hidup dia sendiri. Dia diberikan peta, petualangan, tugas, dan sederetan hal lain yang harus diselesaikan ketika dia ada di dunia. Dan hal itu beda dengan yang diberikan ke orang lain. Tuhan memberikannya tugas tertentu yang khusus hanya dia yang bisa melakukannya. Tugas tiap orang itu penting. Peta yang diberikan ke tiap orang juga beda.

Kadang saya mikir: buat apa ya Tuhan menurunkan kita ke dunia ini? Untuk menyembah-Nya? Menyembah-Nya yang bagaimana? Cukupkah hanya menyembah dengan melakukan ritual keagamaan?

Beberapa hari lalu waktu saya berdiri di teras pagi setelah anak-anak diantar Papa-nya sekolah, saya melihat serombongan anak-anak SMA lewat di depan rumah saya. Jalan di depan rumah saya itu emang dijadikan jalan akses ke dua sekolah; SMP dan SMA. Pagi itu saya mikir: jangan-jangan Tuhan mengutus saya datang ke dunia ini biar saya “sekolah”. Biar pas saya “pulang” nanti, saya jadi pinter. Biar saya mengambil banyak pelajaran. Dunia ini jangan-jangan adalah sekolah raksasa di mana saya harus mendapatkan nilai bagus. Biar saya ngeliat bahwa Allah menciptakan saya, biar saya bisa ngeliat kesempurnaan Allah. Memahami keberadaan-Nya bukan hanya sebagai ritual. Murid yang paham itu biasanya nilainya lebih bagus kan, dibanding murid yang sekedar hapal?

Kalau kita ini semuanya murid, lalu saya mau apa? Masak mau iri dengan “pelajaran” dan “pujian” Allah sama murid lain?

Lalu, saya pun memilih untuk lighthearted. Enteng hati.

Kalau ada teman yang lagi seneng, saya ikut seneng juga (tanpa iri, tanpa dengki, tanpa ada campuran rasa yang lain) … biar Allah seneng sama saya. :D

Kalau ada temen yang sedih, saya ikut sedih, ikut mendo’akan. Toh katanya kan kalau kita mendo’akan orang diam-diam, malaikat akan ikut meng-aamiin-kan. Trus kalau do’anya baik, bakalan balik lagi ke kita. Kalau do’anya jelek, balik juga dong ya? Kalau do’a itu bukan hanya apa yang kita lafalkan setelah sholat, tapi juga apa yang kita pikirkan, terbersit, terkatakan di dalam hati, maka harapan buruk kita sama orang pun bisa jadi di-aamiin-kan dan berbalik ke kita. Saya gak pengen kayak gitu…. :(

Makanya, saya pun berhenti untuk pasif-agresif. Pokoknya saya gak mau ada yang tersakiti, tersinggung, terlukai sama apa yang saya katakan walaupun saya gak bermaksud mengatakan itu untuk tujuan kayak gitu. :( Karena hukum di dunia maya pun sama dengan hukum di dunia nyata: gak boleh nyindir orang. Nyindir di status pun kalau di dalam hati emang niat, jatohnya jadi ngomongin orang. Kalau mau memberikan contoh tentang sikap yang baik, ceritakanlah yang baiknya. Bukan yang jeleknya untuk kemudian ditambahkan catatan kaki; jangan ditiru.

Enteng hati itu sulit.

Itulah masalahnya….

Tapi ketika lama-kelamaan saya membiasakan diri, saya jadi merasa bahwa dunia ini indah loh. Banyak hal baik yang terjadi dan kita gak perlu terlukai karenanya. Banyak hal buruk juga yang terjadi dan kita bisa (setidaknya) mendo’akannya. Banyak nikmat yang harus disyukuri, ciptaan Allah yang bisa dikagumi, pelajaran yang bisa dipetik. Banyak hal yang bisa selalu membuat sibuk dengan “pelajaran di sekolah”-nya Allah. Banyak kesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik setiap kali. Banyak hal baik yang bisa diucapkan, hal buruk yang bisa ditahan di dalam hati saja untuk tidak diucapkan–dan perlahan dihilangkan.

Lalu perlahan saya pun mulai melihat bahwa life is worth living. Semoga kalau saya “pulang” nanti, Allah akan melihat bahwa saya sudah berusaha menjadi murid yang baik.

Yes, I take lighthearted. Plain and simple. :cutesmile:

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)