#317: Menyambung Cerita dari Bubur Ayam ke Kopi, lalu ke Tulis-Menulis

Dibaca 222 kali

IMG_3592edit

Ini kopi. :D

Sepertinya saya udah bersikap terlalu cuek dan jarang banget blogwalking setelah Google Reader dihapus dan saya–karena emang banyak berita bombastis di bulan-bulan terakhir tahun lalu–malah banyak membaca gosip artis. :mewek: Pas dicolek pake linkback begini baru ngeh kalo ternyata ada yang peduli sama blog sayaaaah…. :mewek:

Tentang tulis-menulis makanan itu, seperti yang ditulis di blog ini, saya emang udah jarang melakukannya karena gak punya resep baru dan post tentang resep dipindah ke subdomain.

Beberapa kali saya mbaca kuis di sana dan syusyeeeh ye bok, nyari jawabannya. :mewek: Jadi gak pernah ikutan lagi setelah nyoba sekali dan jawabannya salah. Tapi akhir-akhir ini bahasan di sana kadang tentang tulis-menulis. Karena ini juga jadi kesukaan saya sekarang yang mulai saya seriusi, dan semalam saya baru saja membaca post ini, saya jadi keingetan tentang nasehat seorang kawan ketika saya mulai belajar menulis dulu. Nasehatnya ini tergiang-ngiang lagi ketika saya menonton acara pencarian bakat di televisi beberapa tahun lalu, dan terakhir tadi malam.

Nasehatnya adalah: write with your own inner-voice.

Nasehat dari acara pencarian bakat itu adalah: sing with your own voice.

Mirip-mirip, kan? :D

Waktu saya menonton acara pencarian bakat menyanyi itu, saya ingat ketika juri mengatakan bahwa teknik bisa dipelajari. Satu hal yang emang gifted–dan membuat iri salah satu juri lain yang memang sudah jadi penyanyi terkenal–adalah: karakter suara. Itu gak bisa dipelajari.

Menulis pun begitu. Kita bisa banget belajar teknik. Teknik itu kayak tulang penopang tubuh, membuat postur, mengatur keseimbangan. Tapi … kita harus menyulam nadi, menyambung otot, menutupi semua dengan kulit. Semua itu dikerjakan bukan lagi dengan teknik. Kita perlu referensi bacaan yang tidak lagi dihitung dengan banyaknya buku, tapi tinggi buku itu kalau ditumpuk.

A: Eh, lo udah baca berapa buku bulan ini?

B: Gue baru 1, 2 meter nih!

A: Ah, payah lo! Gue dong, udah 2.367 cm. 

*obrolan absurd* :D

Bedanya dengan suara untuk menyanyi; suara untuk menulis ini bisa dibentuk. Referensi bisa dihamparkan. Cara pandang bisa dipilih mana yang paling mewakili. Diksi bisa dicari, disaring, dan dicoba. Proses sulit dan panjang yang gak semua orang mau melewatinya. Sayangnya, saya kok ya pengen ngelewatin itu. :D

Lalu membaca catatan ini, mengingatkan saya bahwa pada akhirnya, penulis-penulis dengan inner-voice paling jujur, paling unik, paling “menelanjangi dirinya sendiri”-lah yang akan dikenang. Menulis seperti masuk ke dunia yang sepi. Menjaga jarak agar bisa melihat dengan lebih bening. Menjaring dalam hening.

Orang membaca keindahan cara pandangmu, kejernihan pikirmu, kedalaman renunganmu.

Berikutnya, saya akan mencoba menulis dengan suara saya sendiri. Bagaimana dengan Mas Warm? Selamat tahun baru, Mas. :cutesmile:

4 Comments

  1. menik
    Jan 16, 2014

    ganti pakai http://feedly.com aja mbak buat pengganti google readernya :D jadi bisa tetap memantau blog lain :D

    • octanh
      Jan 28, 2014

      Iya. Saya mau nyoba pake feedly. Harusnya emang pake begituan biar gak ketinggalan update blog lain. :D

  2. warm
    Jan 1, 2014

    oh iya, saya belum pernah ngadain koeis djoem’at lagi kok, disetop dulu, takut jadi riya bagi2 hadiah mulu haha

  3. warm
    Jan 1, 2014

    wah tulisan saya ditanggapi *terharu*
    iya setiap orang ‘pasti’ punya nyawanya masing-masing dalam menulis, akhir2 ini saya menulis ttg nulis *mblulet* karena saya memang harus lebih banyak membaca dan belajar lagi kok, gak macam sampeyan yang sudah mumpuni dan menemukan’jalurnya’ sendiri :)

    lanjutkan masaknya mbak ! eh nulisnya :)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)