#366: Finding Yourself

Dibaca 108 kali

IMG_5486edit

Sekarang saya punya kesenangan baru; ngedengerin podcast dari penulis, atau peneliti, atau siapapun yang saya suka tema pembicaraannya di iTunes. Ini gratisan. Salah satu podcast langganan saya dari Omar Khafagy. Suara orang ini aneh, dialeknya aneh, tapi dia membicarakan hal-hal yang agak jarang ditemukan oleh penulis. (Ini jadi pertanyaan saya juga sih; kenapa pula saya gak nyari penulis yang ngomong hal-hal menarik lain, bukan teknik, terinspirasi dari mana, naskah yang mereka lagi tulis, atau juga naskah mereka yang udah masuk toko buku–promosi gitu.) Ngedengerin penulis ngomongin hal remeh-temeh itu seru ternyata. :D

Salah satu episod podcast yang saya dengerin semalem dan cukup ngebikin saya terganggu sampe saya nulis ceracau ini adalah tentang; finding yourself.

Saya ceritain dulu deh apa yang dia ceritain.

Jadi, si Khafagy ini udah jadi copywriter lamaaa … banget. Dan dia ngerasa bahwa melakukan pekerjaan untuk orang lain itu (berdasarkan pesanan) itu jauh lebih mudah dibanding mengerjakan sesuatu untuk dirinya sendiri. Tapi, ketika dia mulai menulis, dia mulai merasa bahwa menulis untuk orang lain–seperti sedang mengerjakan pesanan itu–juga jauh lebih mudah, tapi itu tidak truer. It’s easier but not truer.

Hal pertama yang dia sarankan untuk penulis adalah; mencari tahu siapa dirimu sehingga kamu akan menemukan pembaca sejatimu. Yang banyak dilakukan penulis pemula adalah mencari tahu apa yang laku di pasaran, apa yang banyak dibaca orang, apa yang sekiranya bakalan dibeli orang. Sayangnya, hal ini gak akan bisa membuat kamu menemukan pembaca sejatimu; orang-orang yang tertarik pada dirimu, bukan hanya karyamu. Bukan dirimu yang kamu bayangkan di masa depan, atau kamu inginkan, tapi dirimu hari ini. Kalau dirimu yang hari ini itu gak kamu suka–dan mungkin kamu merasa orang lain juga gak bakalan suka–kamu bisa mengubahnya. Dan itu bukan bagian dari manipulasi. Itu hanya bagian dari pembentukan dirimu menjadi lebih baik.

Ketika kamu menulis untuk dirimu, jujur pada dirimu, kamu akan menemukan orang-orang yang juga punya kesukaan yang sama. Kamu akan membuat hubungan lebih dalam dengan pembaca kamu. Dan lagi, kamu akan menemukan orang-orang yang kamu ingin temui untuk membuatmu menjadi dirimu yang lebih baik. Tempatkan dirimu di posisi siapa dirimu sendiri, lalu cari tahu apa yang kamu inginkan, setelah itu, pikirkan kira-kira siapa yang bisa membantumu menjadi apa yang kamu inginkan. Kamu akan bertemu dengan lebih banyak orang yang punya “frekuensi” sama dengan dirimu. Bagian paling bagus dari ini; kamu akan terus-menerus menjadi versi dirimu yang terbaik. Jadi kamu dan tulisanmu akan berubah bersama menjadi lebih baik. Dan kamu akan menemukan pembaca yang juga berubah bersama dirimu.

Ini juga akan mengurangi rasa frustasi ketika kamu melihat mengapa buku lain (yang gak kamu suka) lebih laku dibanding buku yang kamu tulis. :D Kalau kamu gak pernah tahu dan gak pernah mau repot mencari tahu siapa dirimu, kamu akan kesulitan untuk dikenali di kerumunan banyak karya yang lain.

Jadi intinya sih; cari siapa dirimu, menulislah untuk dirimu, dan pembaca akan menemukanmu. Bukan kamu yang pertama menemukan pembacamu karena itu urusannya akan lebih repot. Kamu akan menemukan pembaca yang bilang, “Tulisannya gue banget, nih.” Tapi itu bukan karena kamu menulis untuk memuaskan mereka, kamu menulis sejujur dirimu bisa dan pembaca menemukan kesamaan di dalamnya. Begitulah kira-kira.

Berpura-pura itu sangat melelahkan, kan? Hahahaaa…. :D

Ada perumpamaan yang dia kasih dan itu lebih mudah dicerna; kalau kamu mau nyari pacar, cari tahu dulu siapa dirimu dan itu berarti menemukan orang kayak apa yang kamu suka untuk menghabiskan waktu bersama. Setelah itu, baru cari siapa orangnya. Jadi kamu gak keluar trus menjadikan pacar siapa aja yang kamu temukan menarik. Karena mungkin aja kalian gak bakalan cocok untuk waktu yang lama.

Tulisan di atas bukan salinan apa yang saya denger, sih. Udah saya tuliskan ulang dengan pemahaman saya sendiri. Dan saya setuju dengan beberapa poin yang dia jabarkan. Beberapa yang lain, saya masih memikirkannya.

Akhir-akhir ini suka hujan terik di Selayar. Tapi saya belom ngeliat pelangi. :mewek:

Selamat pagi, mantemaaan~

Have a nice weekend. :cutesmile:

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)