#375: Life Begins at Forty, Katanya!

Dibaca 74 kali

IMG_5144edit

Senangnya jadi anak-anak…. 

Semalem saya susah tidur. Padahal akhir-akhir ini saya udah bisa membiasakan diri buat tidur sebelum jam sebelas malam. Tapi entah semalam itu rasanya seger-seger aja sampe tengah malam. Sambil berusaha mengantukkan diri, saya browsing di hape. Mulai dari berita penyanyi kita yang pake seragam Himmler sampe ke wawancara Queen, sampe ke YKS (acara apaan sih, itu?), sampe ke baca beberapa blog yang saya ikuti. Ini juga yang bikin saya males sebenernya browsing lewat hape; susah kalo mau ninggalin komen. :mewek:

Trus akhirnya saya ngantuk juga sih. Tapi sambil ngantuk, saya kepikiran satu hal; kenapa orang suka bilang hidup itu dimulai di umur 40 tahun?

Beberapa waktu yang lalu, saya baca wawancara Tom Chaplin (saya emang lagi suka banget sama dia sekarang ini, setelah ngedengerin album The Best of Keane) yang ngomongin tentang apa yang ingin dia capai dalam hidup. Kenapa dia memutuskan untuk teetotalDan bagian yang paling menarik; gimana dia memandang hidupnya di umur 20-an dari umurnya yang sekarang 30-an.

Dia bilang (saya lupa pastinya dan tadi pagi saya juga gak sengaja ngapus history browsing di hape jadinya saya lupa itu artikel saya baca di mana); menurutnya usia 20-an itu adalah saat yang paling berat buatnya–dan mungkin juga buat semua orang. Karena di usia itu dia masih ada di awal dari semuanya; karir dan juga kehidupan mandiri. Di bidang yang dia sukai, dia belum jadi ahli. Dia baru aja mulai. Sementara itu, karena dia sudah selesai dengan pendidikannnya, dia merasa lingkungan mengharapkan dia untuk melakukan hal yang berguna. Misalnya dengan melakukan decent job seperti kebanyakan orang.

Saya juga merasa begitu.

Usia 20-an ini lumayan berat buat saya. Mungkin juga karena saya belum bisa realistis melihat hidup. Saya masih menggantungkan impian setinggi bintang di langit sementara saya belum punya kemampuan untuk membuat roket untuk mencapainya. Itu sumber frustasi saya yang utama. Saya belum diperhitungkan karena belum memperlihatkan hasil dari usaha saya. Saya baru menanam dan saya berharap panen raya sementara ini baru pengalaman menanam saya yang pertama.

Tapi di akhir usia 20-an ini–saya sekarang 28 tahun–saya jadi lebih realistis. Saya lebih bisa menerima kesalahan yang saya buat di usia awal 20-an. Saya buat banyak kesalahan. Dari yang masuk kategori “nuts” sampai yang “bananas”. :D Berhubung saya udah membuat kesalahan sebesar dan sefatal itu, daripada menangisinya, mulai di pertengahan 20-an, saya memutuskan untuk belajar banyak. Ibarat saya menjatuhkan sepeda ke selokan, saya gak mau hanya dapat sepeda rusak dan dengkul bonyok. Hahahaaa…. Setelahnya saya–setidaknya–harus bisa ngecat, ngebenerin rantai sepeda, dan kalo bisa memodifikasi sepeda itu biar bisa lari lebih kencang. Sekarang ini, saya bersyukur bahwa saya melakukan semua kesalahan itu lebih awal. Bayangkan gimana jadinya kalau saya melakukannya di usia 30-an? Saya akan lebih hancur dari yang pernah saya alami.

Kalo diibaratkan games, usia 20-an ini level beginner kali, ya? :D

Di usia 30-an, menurut Mr. Chaplin, semuanya akan perlahan menjadi lebih baik. Dia merasa lebih ahli di bidangnya karena sudah melewati latihan panjang selama 10-an tahun. Dia juga sudah lebih bisa mengontrol emosi dan itu membuatnya merasa lebih baik dalam memandang dirinya sendiri.

Usia 30-an ini masuk level novice. Kamu udah mulai akan diperhitungkan dan udah lebih paham dengan peta besar hidupmu.

Dan, dimulailah hidup itu di umur 40-an. Ketika kamu sudah menjadi ahli di bidangmu. Kalau itu pekerjaan, kamu sudah menempati posisi yang lumayan. Bukan bawahan tapi mungkin juga bukan atasan paling puncak. Kamu udah matang, secara finansial kamu lebih secure. Kalau kamu sudah menikah, anak-anak bisa dilepas. Kamu bisa lebih santai. Sementara di urusan kesehatan, kamu masih fit. Kamu juga lebih wise karena udah dapet banyak pengalaman. Mungkin ini juga yang ngebikin para nabi memulai kenabian di usia 40-an.

Di usia 50-an, semua akan kembali berbalik. Setidaknya kamu akan mikir; gila ya, gue udah hidup selama ini. Means … bentar lagi harusnya kamu gak hidup lagi. :mewek:

Topik ini saya jadikan obrolan ringan pagi ini setelah bangun tidur dengan Tuan Sinung dan dia bilang (mungkin seperti yang kebanyakan orang harapkan dan impikan); we’ll travel a lot at 40. Lots!

Dan saya menanggapinya dengan; be a diamond before that.

Saya berharap dia bisa jadi berlian di bidangnya. Jangan sekedar jadi kecubung atau keramik biasa karena untuk memecahkannya kamu bisa menggunakan apa saja; dari mulai palu sampai batu. Tapi untuk membelah berlian, perlu berlian lagi. Jangan tanggung gitu, maksudnya. Jadilah ahli sekalian sehingga yang bisa mengalahkannya ya, yang ahli juga–sesama berlian.

Sekarang, di umur saya yang hampir masuk 30-an ini–walaupun saya ngerasa kayak udah berumur 34-35 gitu–saya udah gak pengen bikin kesalahan lagi. Kayaknya udah cukup itu banyak kesalahan di masa lalu. Saya pengen masuk ke right track dan melakukan apa yang perlu dilakukan untuk bersiap memulai hidup di usia 40-an. Sekarang saya hanya ingin menanam, banyak menanam. Lalu merawat apa yang sudah saya tanam tanpa berharap panen raya karena bisa tumbuh baik aja itu udah cukup.

Mungkin benar … saya udah lebih realistis.

Jadi Manteman, seperti yang saya katakan pada Tuan Sinung; be a diamond! 

______________________________________________________

*Catatan ini ditulis sambil mendengarkan Keane-Hamburg Song. Iya, saya mellow banget hari ini. :mewek:

4 Comments

  1. Nona Syam
    Jun 28, 2014

    suka…

  2. warm
    Jun 26, 2014

    tulisan ini seakan2 ditujukan utk saya yg sdh menjelang 40 ini, haduh malu jadinya melihat jejak rekam sendiri di dunia ini *malah curcol*

    • octanh
      Jun 29, 2014

      Aaaaak~ Saya, anuuu … saya merasa bersalah. :mewek: 40 sih, masih mudah Mas Warm. Dan masih belum memulai hidup yang sebenernya kayak kata orang entuh; begins at 40. :D

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)