#377: Dogville, Perkampungan Tanpa Tembok

Dibaca 174 kali

the-town-of-dogville1

Provocateur Lars von Trier’s films have always been … well, provocative.

Ada yang pernah nonton Dogville?

Saya udah nonton berapa kali, ya? Pertama karena wajib. Yang kedua nonton lagi karena tugas. Yang terakhir nonton dua-tiga kali karena baru paham kenapa banyak review yang bilang film ini provokatif, bikin gatel pikiran. Pas nonton yang terakhir itu saya jadinya agak–sebelumnya gak sama sekali–paham sama apa yang dibicarain di filmnya. Dan lumayan, itu jadi paper 20 halaman. Hahahaa…. :D

Tapi saya gak mau ngomongin panjang-lebar tentang apa yang berusaha disampaikan Lars von Trier di film ini. Saya mau ngomongin yang lain. Tentang perkampungan tanpa tembok.

dogville_poster

Waktu pertama kali liat film ini, saya tertarik banget dengan setting-nya; sebuah perkampungan kecil yang punya beberapa rumah. Tapi, seperti yang Manteman bisa liat di bawah ini, rumahnya dibuat  kayak denah doang gitu. Cuma ada garis putih yang menandakan tembok, trus ada yang ditandain sebagai pintu, jendela, jalan.

dogville

Ukuran rumahnya juga kecil, yang sekiranya perlu untuk menceritakan ceritanya aja. Perabotan yang dipakai di setiap rumah juga hanya yang emang diperlukan untuk adegan tertentu aja. Gak banyak. Jadi emang kalo sekali liat, ngerasanya bukan kayak liat film tapi kayak ngeliat pertunjukan teater gitu. Semalam, saya tiba-tiba ingat tentang perkampungan Dogville ini. Tanpa tembok tapi setiap orang yang bisa ngeliat ke rumah di sebelahnya. Kita–penonton–melihat yang tanpa tembok. Sehingga adegan apapun bisa dilihat dari luar dengan jelas.

Cerita filmnya sendiri sederhana, mirip dongeng. Tentang cewek bernama Grace yang lari dari kejaran mafia dan bersembunyi di bukit dekat perkampungan itu. Terus dia ditolong oleh warga. Untuk membalas budi, dia gantian menolong warga di situ. Dari mulai ngebantu pekerjaan rumah sampai membantu di kebun apel. Tapi lama-lama, keliatan juga sifat asli penduduk di desa itu dan dia pun mulai, gimana ya ngomongnya, mulai diperbudak. Diikat kakinya dengan rantai yang disambung ke besi bulat yang berat, mirip seperti anjing. Satu-satunya yang masih memperlakukan dia dengan baik hanya anjing yang ada di ujung jalan. Ironisnya, tidak seperti pemain lain yang dimainkan oleh manusia beneran, anjing ini bentuknya hanya lingkaran dengan tulisan “dog” di dalamnya. :mewek:

Dia jatuh cinta dengan pemuda desa bernama Tom, Tom juga tergila-gila sama Grace. Tom memperlakukan dia dengan baik sampai saat terakhir–sampai saat dia berpikir; kenapa gak mengambil keuntungan juga dari Grace? Kenapa dia harus menahan diri sementara semua penduduk desa bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan? Dan Tom pun melakukan apa yang seharusnya tidak dia lakukan. Saya gak mau ngasih sop-iler tapi akhirnya mafia yang mengejar Grace dulu datang kembali ke perkampungan itu dan menangkap Grace. Yang mana, ternyata kapala mafia itu ayahnya Grace. Dan apa yang Grace lakukan pada desa itu? :D

Spoiler!

 

Dia membakar desa itu. Membunuh setiap orang yang ada di sana sambil menyebutkan apa yang sudah mereka lakukan pada dirinya. Terakhir, dia menembak kepala Tom.

Bukan cuma ceritanya yang ngebikin saya gemes, setting-nya juga. Di perkampungan seperti itu, yang katanya damai, indah, dan penduduknya sangat dekat satu dan lainnya, ternyata menyimpan hasrat terpendam manusia untuk bertahan hidup, walaupun harus menyakiti manusia lainnya. Di perkampungan yang kelihatannya setiap orang tahu detail kehidupan orang lain; sama seperti penonton yang kelihatannya bisa melihat tembus pandang ke dalam setiap rumah orang yang ada di sana.

Saya mau bilang apa, yaaa … hmmm, ternyata tembok yang bisa menyembunyikan siapa diri kita sebenarnya, tembok tebal rumah kita yang menghalangi diri kita dari dunia luar, tapi kadang tanpa sadar kita malah naroh dirty laundry di depan pintu rumah, membiarkan orang lain bebas melihat. We do it sometimes in social media, right? :D Saya sering. Hahahaaa…. *ketawa ngakak gak tau malu*

Atau, kita narik cucian kotor orang buat diperlihatkan ke seluruh kampung. :mewek:

Padahal udah sering kan, kita dapat nasehat kalau yang namanya aib itu disimpan. Yang namanya aib orang itu gak boleh dibicarakan. Apalagi aib yang belum tentu benar atau gaknya. Al-Qur’an menceritakan perbuatan buruk kaum di masa lalu untuk dijadikan pelajaran, bukan untuk dijadikan bahan gosip. Soalnya yang diceritakan di sana sudah pasti kebenarannya, pas penceritaannya, gak kurang dan gak lebih. Pas pula perspektifnya; dari sudut pandang Allah yang gak butuh apa-apa dari kita. Lah, kalau kita, pasti punya hal lain yang kita ingin capai dari cerita cucian kotor itu. Paling minimal, kita pengennya orang yang kita ceritain itu jadi rendah citranya, jadi kelihatan jelek. Yang mana sesungguhnya itu juga gak ada di kuasa manusia karena kalau Allah mau, dia akan memberikan kemuliaan pada siapa aja yang dia kehendaki.

Sebenernya saya agak ngeri kalau udah bawa-bawa Allah sama Al-Qur’an. :mewek:

Kalau ada yang nanya apa saya terpengaruh sama kampanye hitam, putih, dan warna-warni yang sekarang lagi marak, saya bisa bilang; gak. Entah kenapa saya punya kepercayaan kalau dua orang calon presiden kita itu adalah orang baik. Kalaupun mungkin tidak sebaik yang kita inginkan dan harapkan, di belakangnya masih ada orang-orang baik. Jadi rasanya berat sekali untuk ngomong yang aneh-aneh tentang mereka. Kalaupun saya harus memilih, saya akan menimbang dari bagaimana mereka akan bekerja, program-program mereka. Cocok gak sama apa yang saya inginkan. Gitu aja. :D

Hari ini, puasa pertama. Semoga gak ada lagi kampanye hitam dan negatif. Semoga kalaupun ada, gak ada yang terpedaya dan serta-merta begitu aja percaya.

Pemilu di bulan Ramadhan … rasanya lebih sakral ya, dibanding pemilu yang lalu-lalu.

Selamat puasa, Manteman. :cutesmile:

Oh, kalau Manteman udah nonton Dogville, ada lanjutan lagi nih, Manderlay. Konsepnya masih sama. Tapi kayaknya gak bisa ditonton pas bulan Ramadhan gini; graphic content.

2 Comments

  1. warm
    Jul 1, 2014

    saya jd penasaran, nonton ah ntar

    • octanh
      Jul 2, 2014

      Bagus ini pelemnya, Mas Warm. Apalagi itu si Kidman lagi cakep-cakepnya. :D

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)