#404: Kalau Belahan Jiwamu di Belahan Dunia yang Lain

Dibaca 150 kali

IMG_7249

LDR oh LDR…. :D

Sebulan belakangan ini, saya ditinggal suami yang sedang mengambil master di US. Rasanya, duh … jangan ditanya deh. Campur-campur antara seneng (soalnya dia bisa ngedapetin apa yang dia impikan), kangen (karena ditinggal), galau (karena jadi susah komunikasi langsung), dan macem-macem perasaan yang lain.

Sebenernya, hal kayak gini tuh gak masalah ya. Hareee geneee gitu loh. Segala macam alat komunikasi diciptakan biar orang-orang yang terpisah bisa saling terhubung asal ada sambungan internet. Modelnya pun udah macem-macem; dari mulai mengirimkan teks, suara, gambar, sampe video. Yang terakhir itu yang paling saya suka walaupun emang harus menyisihkan lebih banyak dana untuk quota internet. :mewek:

Menubar_and_FaceTime_with_Papa_Sinunk

Facetime-an sambil gegoleran….

Komunikasi itu hal yang penting buat saya dan suami saya. Bukan hanya untuk saling bertukar cerita tentang kejadian yang terjadi di hari itu, tapi juga untuk memastikan bahwa hubungan kami baik-baik saja. Karena itu, setiap hari kami harus terhubung. Terserah bagaimana caranya. Kalau sinyal internet lelet, ya pake WhatsApp. Kalau masih lelet juga, pake email.

Walaupun, saya bisa bilang, akan ada sesuatu yang rasanya hilang dan gak akan tergantikan oleh alat komunikasi semacam itu; kehadiran. Kedekatan bisa diciptakan, tutur bisa disampaikan, kegembiraan bisa dibagikan, tapi kehadiran … rasanya gak akan bisa tergantikan. Itulah yang menurut saya gak bisa dilakukan oleh teknologi apapun. Kita ingin selalu ada di dekat orang-orang yang kita cintai bukan hanya untuk melihat mereka, kita juga ingin menyentuh mereka. Kita ingin hadir di sana, kita ingin ada.

Mungkin itu juga yang membuat bayi-bayi prematur akan tumbuh lebih sehat bila setiap hari dipijit dan disentuh dengan penuh sayang oleh ibunya. Mungkin itu juga yang membuat Indonesia–walaupun gak sekaya negara lain–tapi punya tingkat kebahagiaan yang tinggi; karena kita suka berkumpul bersama keluarga, suka hidup bersama-sama. Tidak seperti negara maju lain yang mengirimkan orangtua yang sudah lansia ke panti jompo, di sini, kita masih lebih suka mengurus mereka sendiri dan itu membuat orangtua itu lebih bahagia, lebih sehat, dan akhirnya lebih panjang umurnya.

Tapi untuk sementara waktu, saya ngerasa gak apa-apa berpisah. Asal jangan lama-lama…. Karena setiap mimpi membutuhkan perjuangan. Dan ini perjuangan kami; perjuangan menahan rindu. :cutesmile:

IMG_5295

Sebelum saya pindah untuk sementara ke rumah orangtua di Riau, saya tinggal di tempat suami saya ditugaskan; Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Setiap beberapa bulan sekali, kami suka berlibur ke Makassar. Salah satu tempat liburan yang kami suka itu Trans Studio Makassar. Bulan Juli kemarin, karena itu jadi saat terakhir kami akan ke Makassar, kami pun menyempatkan mampir.

Setiap kali kami ke sana, adaaa … aja kenangan yang gak terlupakan. Misalnya waktu saya ke Trans Studio dan Thaariq (anak ketiga saya) masih kecil, pemandangan seperti ini sering terlihat:

IMG_5205edit

Thaariq gak bisa naik permainan karena umur dan tingginya masih kurang. :mewek:

Tapi semakin lama, makin banyak permainan yang bisa dia naiki. Begitu juga dengan kakak-kakaknya. Makin banyak permainan yang mereka berani menaikinya. Karena saya harus menjaga dan mengawasi anak-anak, jadinya saya jarang deh naik permainannya. Saya biasanya stand by sambil megang kamera. Gak masalah sih, buat saya. Saya suka moto, jadi saya moto-moto deh. Yang penting semua seneng. :cutesmile: Saya berharap lebih banyak spot untuk foto sih, di sana. Sekarang udah banyak ya. Tapi saya pengen lebih banyak lagi. Yang lucu-lucu gitu. Misalnya tempat foto karakter yang kepalanya bolong jadi kita bisa ngegantiiin kepala karakternya sama kepala kita. Atau penyewaan baju daerah (Makassar) yang bisa bikin kami sekeluarga bisa mengambil foto. Soalnya sampe sekarang, belom pernah sama sekali kami pakai baju daerah Makassar dan foto bersama. Kalau ada fotonya, kan bisa buat kenang-kenangan juga.

IMG_5131

Sekarang, kalo lagi facetime-an, kenangan jalan-jalan ke Trans Studio Makassar itu suka diceritakan ulang sama anak-anak. Jadi bahan pembicaraan yang gak ada habisnya. Sambil berharap juga saya, suami saya, dan anak-anak bisa ke sana lagi suatu saat nanti. Berkumpul bersama dan menghabiskan waktu di tempat yang jadi favorit kami.

IMG_5138

Ini section favoritnya anak-anak.

Saya pengen dengan foto, video, dan kenangan yang ada, anak-anak bisa merasakan bahwa mereka tumbuh dengan kehadiran orangtuanya. Ketika mereka bersennag-senang di waktu kecil, saya dan suami saya ada di sana. Selain jalan-jalan dan bersenang-senang itu juga kami gunakan untuk membuat hubungan kami lebih dekat. Terhubung lebih dalam karena selain kegembiraan, ada kasih sayang juga yang selalu kami sediakan untuk mereka dengan quota gak terbatas. :cutesmile:

IMG_5293

Dan ini, favorit saya. :D

Oh, ada video juga yang saya buat dari foto-foto waktu terakhir saya ke Trans Studio Makassar. Waktu itu temanya “Summer in Bollywood“. Jadi video ini saya buat dengan tema yang sama juga.

Silakan:

 

Dan kalau belahan jiwamu ada di belahan dunia yang lain … pastikan kamu punya banyak kenangan yang memang tidak akan bisa menggantikan kehadiran, tapi setidaknya, bisa membuatmu berharap kalau kenangan itu akan terulang lagi. :cutesmile:

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)