#506: Ngomongin Collective Creativity

Dibaca 54 kali

CollectiveCreativity_2

Linda Hill

Beberapa hari yang lalu–saya lupa tepatnya–saya baca artikel di The Verge tentang menjadi yang pertama itu bukan hal yang paling penting; menjadi yang terbaik, itu yang penting. Kalo Manteman mau baca artikelnya, silakan di sini. Kalo males baca, saya kasih garis besarnya aja deh, ya.

Intinya sih, itu artikel menceritakan tentang banyak produsen gadget yang mengklaim kalo produk mereka yang pertama punya ini dan itu, atau inovasi yang pertama di bidang ini dan itu. Masalahnya, itu semua jadi gak berarti ketika masuk ke pasar (konsumen) karena yang jadi pertimbangan konsumen sebelum membeli adalah; sebaik apa produknya–selain juga budget. Kalo kamu nyari perbandingan produk yang mau kamu beli, misalnya aja mouse (atau bahasa kerennya; tetikus), kamu gak akan nyari mouse mana yang paling pertama pake teknologi, misalnyaaa … hmm, apa ya …. Oh, misalnya mouse mana yang pertama kali bisa di-swipe. Kamu bakalan nyari mouse mana yang paling awet, paling bagus, dengan harga yang paling masuk akal. Soalnya, apa pentingnya itu mouse paling pertama bikin gituan? Kalopun pertama, trus gak bagus, gunanya apa? :mewek:

Jadi, sebagus-bagusnya hasil kreativitas, sekeren-kerennya, gak akan ada gunanya kalo gak jadi yang paling baik di kelasnya. Kalo jadi yang pertama, mungkin bakalan diinget dan dicatat. Tapi jadi yang terbaik, bakalan lebih besar pengaruhnya dibanding jadi yang pertama, yah setidaknya kalo untuk produk semacam gadget gitu, bakalan jadi yang paling banyak dipakai dan paling laris.

Quality matters more than speed. That is especially true in a tech industry where speed advantages perish almost as soon as they appear.

Masuk akan, kan? :D

Di hari yang sama, saya juga nonton Tedx tentang collective creativity. Masih ada hubungannya lah, ya. :D Tentang gimana menghasilkan inovasi, orang bisa memimpin perusahaan (yang dicontohin Pixar) yang bisa menghasilkan inovasi keren, dan ternyata … itu bukan hasil kerja satu orang. Menarik banget loh karena ternyata (lagi) pemimpin yang baik itu bukan berarti bisa membuat inovasi.

Jadi gimana tuh?

CollectiveCreativity_1

Leading innovation is not about creating a vision, and inspiring others to execute it.

Ini videonya kalo Manteman mau nonton.

When many of us think about innovation, though, we think about an Einstein having an ‘Aha!’ moment.But we all know that’s a myth. Innovation is not about solo genius, it’s about collective genius.

Linda Hill yang seorang etnografer melakukan penelitian dengan objek 16 orang (laki-laki dan perempuan), di 7 negara berbeda, dengan 12 bidang industri yang juga berbeda. Dia mempelajari bagaimana pola kepemimpinan mereka dan kepemimpinan yang kayak apa yang bisa menciptakan inovasi. Sampai pada kesimpulan yang akhirnya dia temukan bahwa inovasi itu bukan dihasilkan oleh satu orang jenius saja (solo genius), tapi secara kolektif dari gabungan tiap potongan dan kepingan kejeniusan setiap orang yang terlibat. Contohnya, di Pixar.

Let’s think for a minute about what it takes to make a Pixar movie: No solo genius, no flash of inspiration produces one of those movies. On the contrary, it takes about 250 people four to five years, to make one of those movies.

Kalo misalnya Pixar itu adalah solo genius, maka orang inilah yang bakalan terkenal:

CollectiveCreativity_3

Ada yang kenal?

Itu foto Ed Catmull, pendiri sekaligus CEO Pixar. Kita pasti udah pernah nonton film-film Pixar, tapi gak pernah ngeh kan, siapa sih pendirinya. Yang terkenal itu Pixar-nya, bukan satu orang yang jadi pemimpinnya. Perlu 20 tahun untuk Catmull dan timnya mengembangkan dan membuat film dengan CGI yang sekarang ini jadi mainstream di pasaran. Selama 20 tahun itu, dia udah ngebikin 14 film. Daftar film yang sudah dan akan dibuat, bisa dilihat di sini.

Gak ada solo genius di Pixar. Perlu 250 orang selama 5 tahun untuk membuat SATU film.

What we know is, at the heart of innovation is a paradox. You have to unleash the talents and passions of many people and you have to harness them into a work that is actually useful. Innovation is a journey. It’s a type of collaborative problem solving, usually among people who have different expertise and different points of view.

Di sepanjang pembuatan satu film, cerita (naratifnya) terus dikembangkan. Jadi gak ada itu yang namanya story-lock trus baru bikin animasinya. Setiap animator mencoba kemungkinan terbaik yang dia bisa untuk mengembangkan satu scene. Misalnya scene di “Up” yang ada adegan anak kecil menjulurkan tangan ke seekor burung–yang durasinya 10 detik saja–perlu waktu 6 bulan untuk menyempurnakannya.

Jadi seperti kutipan di atas; inovasi itu bukan “aha” momennya Einstein, tapi perjalanan. Pemecahan masalah secara kolaboratif sekumpulan orang dengan keahlian di bidang yang berbeda, yang bisa memberikan sudut pandang berbeda pula untuk setiap masalah.

Tapi yaaa … sepanjang saya ngebaca cerita-cerita tentang proses kreatif, saya suka nemuin kalo banyak kreator yang lebih suka kerja sendirian. Kerjasama dengan beberapa orang itu bukannya membawa hasil yang memuaskan, tapi malah ngebikin kerjaan jadi hancur. Kalo yang udah pernah bikin buku keroyokan akan novel duet, pasti ngerti deh, betapa sulitnya menyatukan pikiran lebih dari satu orang–kadang pikiran satu orang aja susah buat diurus apalagi lebih dari satu orang. Jadi, apa yang ngebikin Pixar bisa menyatukan pikiran 250 kreatornya?

Jawabannya ini:

… we found that innovative organizations are communities that have three capabilities: creative abrasion, creative agility and creative resolution. Creative abrasion is about being able to create a marketplace of ideas through debate and discourse. In innovative organizations, they amplify differences, they don’t minimize them. Creative abrasion is not about brainstorming, where people suspend their judgment. No, they know how to have very heated but constructive arguments to create a portfolio of alternatives.

Pola yang sama juga ditemukan di Google.

Contoh kasusnya misalnya waktu Google mau memperkenalkan Gmail dan Youtube. Waktu itu, Google tahu kalo penyimpanan datanya (data storage) belum cukup untuk dua hal itu. Bill Coughran (yang waktu itu jadi the head of the engineering group and the infrastructure group¬†(susah nerjemahin jabatan kayak begini, hiks), nyari ide dan akhirnya tim pun terpecah dua; yang satu namanya Big Table dan Built It From Scratch. Tim pertama, si Big Table punya ide untuk ngebikin sistem di atas sistem yang udah ada. Tim kedua punya ide untuk ngebikin sistem baru. Waktu mepet, semua orang kerja full-time, dan apa yang jadi perannya Coughran? Dia bilang sih, “Injecting honesty into the process by driving debate.”

Dua tim ini kemudian bekerja sesuai dengan ide mereka dan apa yang mereka hasilkan kemudian diadu; mana yang lebih baik. Setiap tim kemudian bisa melihat apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari sistem yang mereka buat dan akhirnya Coughran memutuskan mana yang lebih cocok–pada waktu itu–untuk kebutuhan Google. Apa yang dibuat oleh tim Big Table lebih cocok dan dua orang dari tim Built It From Scratch diminta bergabung untuk menyempurnakan apa yang udah dimulai oleh tim Big Table biar ide-ide bagus yang dipunyai oleh tim itu bisa digabungkan ke sistem yang akan disempurnakan itu.

Innovations rarely get created full-blown. As many of you know, they’re the result, usually, of trial and error. Lots of false starts, missteps and mistakes. Innovative work can be very exhilarating, but it also can be really downright scary.

Bukan pemimpin yang memberikan ide dan menjadi bintang dari inovasi dalam keadaan seperti itu; pemimpin memberikan ruang, memancing perdebatan, memilih ide terbaik dari semua ide yang baik. Pemimpin seperti regulator. Kepemimpinan itu seperti bumbu rahasia yang gak masih jadi misteri. banyak buku kepemimpinan yang berusaha menjelaskannya, tapi yang namanya bumbu rahasia yaaa … tetap akan jadi rahasia walaupun resepnya bisa ditemukan dan dibuka. Seperti layaknya resep, yang kemudian berperan untuk menjadikan masakan itu enak bukan lagi resepnya, tapi tangannya, kokinya, dan bakat. Tiga hal itu sangat personal. Coughran termasuk salah satu koki jenius di Silicon Valley.¬†

Resepnya udah ketemu, sih. Ini:

… we found that innovative organizations are communities that have three capabilities: creative abrasion, creative agility and creative resolution.

Sekarang masalah kokinya aja. :D

Jadi inti dari ceramahnya Linda Hill ini adalah:

Leading innovation is about creating the space where people are willing and able to do the hard work of innovative problem solving.

Sederhana, yaaa….

Kalo kamu mau jadi pemimpin yang bisa membuat inovasi terus menerus seperti yang dilakukan di Pixar dan Google, yang perlu kamu lakukan adalah:

Our task is to create the space where everybody’s slices of genius can be unleashed and harnessed, and turned into works of collective genius.

Karena kadang saya menemukan kalo orang jenius dan berbakat itu gak menghasilkan apapun bukan karena mereka gak bisa. Tapi karena mereka mereka gak berada di lingkungan yang mendorong mereka untuk melakukan hal itu. Saya kadang nemu temen yang–menurut saya–keren banget tulisannya tapi satu novel pun gak ada yang terbit, satu cerpen pun gak ada yang selesai. Dorongan dari dalam diri sendiri itu kadang gak cukup. Perlu persaingan sehat, perlu debat sengit, perlu lawan yang sama jeniusnya untuk diajak berantem sehat. Setelah itu, perlu pemimpin yang jadi wasit seperti Coughran. :cutesmile:

Kalo saya nemu Tedx yang menarik lagi, nanti saya ceritain lagi deh, Insya Allah. Saya langganan di iTunes, jadi tiap ada video baru, udah otomatis kedonlot–itulah yang ngebikin laptop saya space-nya kurang melulu. :mewek:

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)