#521: Temukan Sambil Jalan

Dibaca 44 kali

Kaki

Udah lama gak moto-moto yang emang diniatin buat blog, nih. Makanya pake foto-foto lama. :D

Kadang, saya dapet pertanyaan yang bikin galau semacam; gimana caranya memulai?

Pertanyaan ini menghantui karena jawabannya ada di dalam pertanyaannya sendiri –> yaaa … mulai!

Saya ini mungkin tipe orang yang gak banyak mikir kalau ada kesempatan. Sekiranya saya bisa, mampu, dan gak akan menyulitkan di kemudian hari, ya udah, saya ambil. Gimana nanti, dipikirkan sambil jalan. :D Karena, apa sih yang pasti, yang stabil, yang selalu ada di sana kalau kamu perlu–selain Allah tentu aja.

Ini juga yang kadang saya bilangin sama temen-temen yang mau ngerjain sesuatu tapi ragu melulu. Setidaknya memutuskan itu udah bisa dibilang melangkah, loh. Melangkah dari keraguan. Cieee….

Beberapa waktu belakangan saya lagi bikin website. Ini website lama yang dulu pernah saya urus bareng temen-temen tapi gak jalan karena satu dan lain hal–kebanyakan karena kesibukan, sih. Tapi domain-nya selalu dibayar setiap tahun. Jadi, daripada sia-sia, saya pun mulai ngerjain website itu. Mulai ngedesain. Mulai ngebilangin sama Tuan Sinung; gue maunya gini-gitu-gini, lo buatin yak. Lama prosesnya karena si Tuan juga lagi sibuk riset. Tapi akhirnya jadi juga itu website. Sekarang udah mulai berbentuk karena udah mulai saya isi pake apaan aja yang ada. *plaaak*

Jadi lo mau pamer website, Ta? Errr … iya dan gak. Hahahaaa. :D

Kadang saya pikir, kalau mengambil keputusan dan menjalankannya itu sama kayak proses saya bikin website ini kemaren. Saya gak pernah yakin bagaimana bentuknya, bagaimana seharusnya isinya, dan banyak hal lain, sampai waktu saya udah mulai ngerjain. Website-nya itu sendiri yang ngasih tahu gimana saya harus ngerjainnya. Apalagi waktu saya udah mulai ngisi dan keliatan bentuknya, saya jadi semakin tahu yang saya mau gimana.

Kalau nulis draft panjang, saya ini plotter. Tapi kalau nulis draft pendek, kayak blog post ini, saya gak nge-plot karena bakalan jalan sendiri dan saya tahu yang perlu saya lakukan–dan pastikan–hanya bagaimana caranya apa yang mau saya sampaikan, tersampaikan dengan baik. Tapi gak semua draft panjang saya perlakukan sama. Gak selalu saya ngeplot. Kadang saya ngerjainnya lebih organik dengan membiarkan cerita dan karakter di dalam cerita itu yang ngasih tahu saya ke mana cerita ini mau dibawa. Jadi saya menulis sambil memahami karakter dan keadaannya, membuat masalah dan memikirkan bagaimana menyelesaikannya.

Tapi … (saya udah pernah bilang belum, sih?) kalau yang namanya draft pertama itu, pas naskah kamu selesai itu, bukan berarti kerjaan kamu selesai. Biasanya, draft pertama itu adalah draft di mana kamu baru mengenali cerita, setting, karakter, dan semua yang kamu perlukan. Sambil menulis, kamu bakalan lebih mengenal apa yang kamu tulis, kamu ngeplot atau gak.

Mungkin hidup juga begitu. *tiba-tiba bahasannya berat*

Tapi bedanya, hidup linier dan gak akan ada revisi.

Jadi begitulah. *trus bingung*

Kalau kamu mau bikin blog, mulailah. Apa dan bagaimana kamu mengisi blog itu, nanti bakalan kamu temukan sambil jalan. Blog ini juga masih dalam tahap itu. Saya masih berusaha menemukan apa-apa yang mau saya tulis walaupun jumlah tulisannya sudah ratusan dan saya udah nulis lebih dari tiga tahun. Gimana desain dan bentuk blog kamu, bakalan kamu temukan juga sambil kamu mengisinya. Jadi gak udah terlalu gimana-gimana sama desain template yang kamu pake pertama kali. Sederhana lebih baik, sih, kalau kamu mau menulis hal-hal berat. Jadi pembaca fokus ke tulisan kamu, bukan desain yang rame. Sebaliknya, kalau kamu mau nulis remeh-temeh, desain yang rame lebih baik. Setidaknya ada penyeimbang tulisan kamu bagaimana.

Kalau kamu mau nulis novel dan bingung, teruslah tulis. Semakin kamu banyak menuliskan cerita itu, semakin kamu kenal karakter buatan kamu, semakin kamu tahu ke mana cerita ini mau dibawa. Kalau kamu stuck, mungkin karena kamu tidak paham ceritanya, tidak suka dan mengerti karakter tokoh kamu, dan kamu kurang keras kepala. Menulis itu harus keras kepala. Menulis setiap hari itu perlu kepala yang kerasnya seperti batu.

Kalau kamu punya cita-cita, teruslah berjalan. Kadang kamu gak akan sampai di tempat yang kamu impikan. Kadang kamu dibelokkan, dibuat nyasar, dan kamu jadinya pergi ke tempat-tempat lain yang sebelumnya kamu gak pernah tahu.

Menyambung post sebelum ini tentang Paper Towns dan peta; peta itu ada bukan untuk kamu jelajahi semua. Peta itu kemungkinan. Dia memberikan gambaran bagaimana untuk sampai ke sebuah tempat. Dan pengetahuan, hal-hal yang kamu dapatkan dari membaca, bergaul, mendengarkan … akan membuat garis, jalan, dan wilayah baru di peta hidupmu sendiri. Jadi perbesarlah kemungkinan–dan peta kamu–karena bisa jadi, suatu hari nanti, kamu bakalan ingin pergi ke tempat yang sebelumnya gak terpikir kamu akan ada di sana.

Jadi saya ngomongin apa? Hahahaaa…. :D

Saya cuma pengen bilang; daripada menunggu dan ragu, mending mulai jalankan. Abis itu kamu akan tahu harus bagaimana. Karena buat saya, ragu itu berarti berhenti. Berpikir untuk membuat keputusan itu seperti tanda koma. Membuat keputusan itu seperti membubuhkan titik agar bisa membuat kalimat baru atau mungkin, paragraf baru, atau halaman baru … atau naskah baru–tinggal pilih.

Dan lagi-lagi, ini ceracau pagi yang kesiangan…. :mewek:

2 Comments

  1. Lusi
    Jun 12, 2015

    Aku scrooooll scrooooll keatas kebawah nyari website yg dimaksud apaan ya? Aku cepet bosan. Kalau udah bosan yg aku terminate aja kyk burselfwoman.com itu, trus biki baru beyourselfwoman.com. Palingan bbrp bulan lagi udah ngacak2 kategorinya, diubah-ubah, bosan. :music:

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)