#527: Tentang Ganti Jadwal, Produktivitas, Kualitas, dan Soto

Dibaca 71 kali

ansel-adams

Udah semingguan ini saya berhasil mengubah jadwal dari tidur tengah malam jadi; tidur cepat (sekitar jam delapan), bangun cepat (sekitar jam 2-3 dini hari), menulis sampai pagi, dan menambah tidur di siang hari (sekitar 3 jam). Saya pernah baca di mana gitu yaaa–lupa–kalau mau mengubah jadwal itu setidaknya harus bertahan selama dua minggu. Setelah itu semua akan jadi kebiasaan, gak akan susah lagi buat melakukannya.

Kemarin pagi, saya sempat baca-baca blog–sayangnya gak ninggalin komen karena kadang susah buat nulis komen kalau baca dari Reeder–dan ada satu post blog dari penulis yang membuat saya terhenyak (duileeeh … bahasanya, hahahaaa). Jadi si penulis ini bilang kalau dia jarang sekali membaca dan itu sama sekali tidak mempengaruhi produktivitas dese. Novelnya terus terbit setiap tahun dan tetap cukup laris. Jadi dese bilang semacam (saya tulis ulang pake bahasa saya biar lebih ringkas); tanpa membaca pun dia bisa menulis, jadi tidak perlu lah dia banyak membaca.

Penasaran, saya search namanya di Goodreads dan saya menemukan deretan novel yang kebanyakan saya baru tahu judulnya. Saya emang gak terlalu kenal penulis ini soalnya. Novelnya memang banyak, tapi … ratingnya di gak ada yang di atas 3,5. Kebanyakan review di sana juga banyak yang mengomentari masalah kesalahan setting, deskripsi, plothole-nya segede-gede gaban, dan cerita yang shallow. Saya sendiri merasa heran, sih; kok bisa ya, penulis yang novelnya udah sebanyak ini tapi gak kedengeran namanya. Ada beberapa penulis yang baru menulis setengah dan bahkan sepertiga dari banyaknya novel yang dia terbitkan tapi namanya sudah cukup dikenal selain karena memang kualitasnya baik. Jadi apa yang salah di sini?

… salah karena gak banyak baca kali, ya. :D

Jadi gak tahu dan gak pernah dapat contoh gimana menulis cerita yang baik, gimana cara merangkai plot, gimana cara membuat karakter, dan lainnya. Produktivitas gak selalu beriringan dengan kualitas, memang. Walaupun saya tahu ada yang bisa membuatnya sejalan–dan saya ngefans penulis-penulis seperti ini.

Memang menulis itu gak bisa diajarkan. Kamu bisa ngajarin orang menulis tapi gak ada jaminan orang itu bakalan bisa kalau dia nggak ngajarin dirinya sendiri. Ini yang saya bilang ketika ada yang mengirimkan email ke saya bulan lalu dengan pertanyaan; mau ngajarin saya nulis gak, Kak? :D

Sepupu saya ada yang minta diajarkan memotret dan saya mengajarkan apa yang saya tahu dan bisa. Tapi ya cuma sampai situ aja. Gimana akhirnya foto dia, gimana caranya dia memilih angle dan lain sebagainya, itu gak bisa diajarkan. Saya bisa melatih dia seperti dulu saya dilatih, tapi saya gak bisa membuat dia seperti saya seperti saya gak bisa membuat saya sendiri jadi seperti orang yang dulu mengajarkan saya. Dan quote di atas post ini, menjelaskan semuanya.

Trus?

Ya gak ada, sih. :D

Ini post “Ceracau Pagi” yang isinya ceracauan sambil menunggu air mendidih untuk menyeduh kopi.

Beberapa waktu lalu, saya juga bilang sama seorang teman yang dengan berapi-api mempertanyakan mengapa banyak novel yang kualitasnya gak bagus diterbitkan. Sambil tersenyum saya bilang; karena mereka selesai menuliskannya.

Berapa banyak penulis bagus yang tidak pernah selesai karena satu dan banyak hal? Dan berapa banyak penulis nekat keras kepala yang bisa menyelesaikan nyaris selusin novel dalam setahun? Berapa banyak penulis bagus yang riset sampai bertahun-tahun? Terbuai dengan penilaian bias pada karya dan kemampuannya sendiri dan menganggap terlalu lambat itu tidak mengapa.

Dan teman saya itu bertanya lagi; jadi gimana, dong?

Saya bingung. Akhirnya saya mengajak dia makan soto saja.

2 Comments

  1. milo
    Aug 3, 2015

    Saya juga bingung. Ikut makan soto yak!

    Nama penulisnya siapa siiih? Jadi penasaran.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)