#554: Nyeritain Apartemen

Dibaca 165 kali

gapura

Sebenernya saya bingung gimana mau nyeritain apartemen ini waktu saya masih ada di dalam apartemennya. Mau ngambil foto … barang-barang berceceran di mana-mana. Ada aja deh, halangannya. :cry: Tapi karena saya udah gak di sana lagi, trus semacam udah ada jarak sama apartemennya, mungkin (mungkin loh, ya) bakalan lebih mudah nyeritainnya. :D

Tapi, baiklah.

Jadi memang hal yang paling penting ketika kamu sampai di suatu tempat itu adalah memastikan kamu bisa tinggal di mana. Waktu si Tuan pertama kali datang, dia ditampung di apartemen temannya. Trus beberapa hari kemudian, dia dapat roommate orang Pakistan dan pindah ke apartemen baru. Gak lama kemudian, dia pindah lagi karena saya mau datang.

Pertimbangan memilih apartemen ini sebenernya banyak, sih. Tapi yaaa … karena si Tuan orangnya suka agak-agak aneh dan saya agak reseh, jadi urusan nyari apartemen itu semacam kegiatan yang membuka banyak perdebatan dan pertengkaran. :D Menjelang saya pulang kemarin, kami sempat nyari apartemen ke mana-mana, survey, bahkan ada beberapa yang kami janjian sama managemennya untuk tour. Trus karena kebanyakan berdebat, akhirnya kami putuskan kalo kami nggak akan pindah ke kompleks apartemen lain. Udah di South Creek Side aja. Tunggu sampe ada unit dua kamar yang kosong. :D

Saya akan menceritakan tentang pertimbangan memilih apartemen, harga, leasing, dan fasilitas di Fayetteville. Mungkin akan sedikit berbeda dengan kota-kota lain di Amerika, terutama harganya.

Front ApartementBagian depan unit apartemen kami.

1. Jarak dari Kampus

Fayetteville itu semacam Depok, kalo menurut saya. Di tengahnya kampus, di sekelilingnya apartemen mahasiswa, lebih ke luar ada perumahan penduduk. Jarak dari apartemen ke kampus bisa dijangkau dengan bis (gratis tapi ada jadwalnya) atau jalan kaki. Memutuskan untuk tinggal seberapa jauh dari kampus, mempengaruhi harga apartemen. Misalnya ada apartemen yang tepat berada di depan gerbang masuk University of Arkansas, unit satu kamar, harganya sekitar $800 (tapi utilities sudah ditanggung managemen apartemennya). Semakin jauh dari kampus, kemungkinan kamu bisa dapet apartemen dengan harga lebih bersaing dan fasilitas lebih baik. Tapi ini baru kemungkinan karena ada faktor lain yang jadi pertimbangan harga apartemen, misalnya; jarak dari pusat kota (downtown).

Kalo kamu nggak punya mobil, sebaiknya pilih apartemen yang lebih dekat ke kampus sehingga misalnya, ada saat kamu harus buru-buru ke kampus dan nggak memungkinkan untuk naik bis karena jadwalnya masih lama, kamu bisa lari-lari aja. :D

2. Harga dan Utilities

Harga apartemen di Fayetteville ini bervariasi antara $300 sampai … entahlah. Saya nggak tahu harga apartemen paling tinggi di sini. Paling tinggi yang saya temui, sekitar $1.400 untuk unit dua kamar.

Untuk yang satu kamar, ada yang bentuknya studio (bedroom, living room, kitchen gak ada sekatnya) dan ada yang unit standar dengan bedroom, living room, dan dapur terpisah. Unit yang kami tinggali sekarang, yang standar ini. Apartemen saya jaraknya masih cukup dekat dengan kampus, bisa jalan walaupun bikin keringetan. Di depannya ada halte sehingga gampang lah untuk urusan mobilitas di sekitar kampus. Harga unitnya $465 untuk leasing yang terakhir. Setiap kali kamu bikin leasing contract sama managemen apartemennya, bisa jadi harga akan naik.

Utilities yang sudah ditanggung; air, waste disposal, dan gas. Jadi kamu nggak perlu bayar lagi. Ada apartemen yang nggak menanggung biaya tiga hal di atas, jadi kamu perlu urus sendiri. Tagihan yang perlu kami bayar tinggal; listrik dan internet. Untuk listrik, tagihannya sekitar $30-$40 di musim panas seperti ini. Di musim dingin yang banyak memakai heater, bisa sampai $100. Untuk internet, si Tuan nggak bisa pakai yang murah dan lambat karena dipakai untuk mengerjakan tugas dan urusan kuliah dia. Kami langganan yang $72.99 perbulan dengan kecepatan 50Mbps.

3. Fasilitas

Enaknya apartemen di Amerika, dapurnya sudah furnished. Ada kompor, oven, kulkas, dan microwave. Ada apartemen yang nggak ngasih fasilitas microwave juga, sih. Jadi kalo perlu, kamu harus beli sendiri. Perlengkapan dapur yang perlu dibeli tinggal piring, sendok, mangkok, wajan, panci, dan tambahan untuk saya; food processor dan mixer. 

Kompor dan oven di apartemen saya cukup bagus. Jadi saya seneng banget makenya. :D Kulkasnya pun besar. Saya bisa menimbun bahan makanan di sana dengan bahagia.

IMG_1689

Ada dishwasher juga yang jarang saya pakai karena cucian piring saya cuma sedikit. Kalo abis makan, ya langsung dicuci. Abis masak, langsung dicuci. Jadi nggak numpuk. Ada banyak rak juga untuk menyimpan perlengkapan dapur biar nggak berantakan sana-sini. Air minum udah bisa langsung diambil dari keran, nggak perlu dimasak. Perlu beberapa waktu sampai saya terbiasa dengan hal ini. Soalnya agak aneh untuk saya yang biasanya masak air atau beli air galon. Tapi belakangan, saya udah bisa minum langsung dari keran di kitchen sink. :D

IMG_1691

Kamar mandinya standar lah, ya. Ada lemari penyimpanan handuk dan perlengkapan mandi, jadi nggak berantakan. Bathtub ini ada pancurannya yang bisa dipakai untuk shower juga. Tapi kalo lagi capek banget, pegel-pegel, saya suka berendam di sini. Matikan lampu, nyalain lilin, trus air rendamannya dikasih sedikit epsom salt dan bubble bath. Yah, gimana lagi? Nggak ada tukang pijit. :cry:

IMG_1698

Kamar tidur dulunya kami pakai juga untuk ruang belajar. Tapi belakangan, itu malah bikin saya makin sulit tidur. Jadi, saya memindahkan tempat belajar si Tuan ke living room. Ada dua meja untuk dia menyimpan buku. Sebenarnya yang kami pakai untuk belajar itu meja makan. Cuma mejanya nyaman dan besar. Jadi yaaa … kenapa gak. :D

Trus ada central AC/heater yang tinggal diprogram mau di suhu berapa. Kesepakatan saya dan si Tuan sih, suhu di unit kami 75 F. Jadi kalo suhunya terlalu dingin, heater-nya menyala untuk ngebikin suhunya sesuai dengan yang kita inginkan, vice versa. Sayangnya, kompleks apartemen saya nggak menyediakan washer/dryer di dalam unit. Jadi kalo mau nyuci, ya harus ke ruang cuci. Tapi saya kan, hanya tinggal berdua. Nggak banyak cucian. Paling seminggu cuma nyuci sekali atau dua kali. Tentang ruang cuci ini, pernah saya ceritain di sini.

Karena saya dan si Tuan nggak terlalu suka nonton tivi (sukanya nonton laptop *plaaak*) jadi saya nggak memasukkan televisi ke daftar barang yang harus dipunyai. Jadinya saya nggak tahu saluran publik di sini kayak apa dan gimana. :cry:

IMG_5900

Di kompleks apartemen ini juga ada swimming pool–yang mana nggak pernah kami pakai–dan playground. Ada tennis court juga–yang bikin saya nyesel; kenapa saya nggak bisa main tenis. Di belakangnya ada bike trail yang sangat saya suka.

Living RoomMalam untuk belajar …

meja… siang untuk moto. 

 4. Leasing

Untuk mahasiswa baru, bisa nyari apartemen dari website kampus atau liat googling laaah. Hareee geneee. :D

Nanti kalo udah ada yang kamu suka, kamu bisa hubungi managemennya untuk janjian tour. Setelah kamu cocok dan pengen nyewa, ada deposit yang mesti kamu bayar. Jumlahnya bervariasi tiap apartemen. Ada yang dihitung perunit, ada yang perorang. Untuk satu unit apartemen, ada batasan maksimal penghuninya juga. Misalnya untuk unit apartemen saya, satu kamar tidur, batasan maksimal penghuninya dua orang dan depositnya $200. Deposit ini akan kembali dan (lagi-lagi) kebijakannya tergantung dari managemen apartemennya. Ada yang kembali semua dan utuh ketika kamu keluar dari unit itu nanti, ada yang cuma kembali sebagian. Uang deposit ini akan berkurang kalo ada barang yang rusak di unit yang kamu tinggali.

Leasing apartemen biasanya setahun sekali. Yang mana itu membuat kamu nggak bisa pindah sebelum setahun. Kalo setelah setahun kamu mau pindah, kamu harus ngasih tahu managemen apartemen kamu setidaknya sebulan sebelumnya. Kalo gak, deposit kamu hangus. Aturan seperti ini berlaku di kompleks apartemen saya. Kompleks lain, bisa jadi, punya aturan lain.

5. Lain-lain

Di tempat saya, tiga bulan sekali dilakukan pemeriksaan. Orang managemen akan datang dan melihat fasilitas di unit yang kami tempati masih baik atau nggak. Kalo ada yang rusak atau nggak berfungsi, bisa dilaporkan. Nanti mereka akan datang untuk memperbaiki. Ada pengecekan serangga dan semut juga (extermination). Kalo ditemukan serangga (kayak kecoa gitu) atau semut, nanti disemprot.

Oh, ada juga carbon monoxide dan smoke detector/fire alarm di tiap unit yang bikin kamu nggak bisa sembarangan bikin bakar-bakaran di dapur. Kalo mau bikin sate, ya harus bakar di luar. Yang lain-lain, paling aturan parkir. Kalo bukan penghuni kompleks apartemen, harus parkir di tempat tertentu atau mobilnya di-tow.

Apalagi ya? Hmm … kalo ada anak, harus sewa unit yang dua kamar. Kalo anaknya tiga, harus sewa unit tiga kamar. Jadi saya pindah dari unit apartemen ini karena insya Allah mau bawa si Tole. :cutesmile:

Selain apartemen, bisa sewa rumah kecil juga, sih. Harganya ada yang lebih murah. Cuma kalo rumah kecil begitu, apa-apa harus diurus sendiri. Semua utilities harus daftar dan dibayar sendiri.

Hmm … apalagi, ya? *bingung*

Kalo Manteman mau nanya, tanya aja, ya. Nanti saya coba jawab kalo saya tahu jawabannya. :D

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)