#566: Confidant dan Side-kick

Dibaca 67 kali

IMG_2832 copy

Sepatu ini ada di mana ya, sekarang? *lupa*

Bulan lalu sampai awal bulan ini, saya maraton Orphan Black. Kapan-kapan saya tulis review-nya karena sekarang saya enggak mau ngomongin itu.

Kebiasaan saya yang lain selama ngikutin series atau film; dengerin after show discussion-nya di podcast. Soalnya kadang, ada yang lebih seru dibanding ngebahas ceritanya. Misalnya aja untuk Orphan Black ini, di salah satu podcast langganan saya, dibahas tentang confidant dan side-kick-nya dan hubungannya sama character’s arc MC-nya (main character). Ini yang mau saya bahas sekarang. :cutesmile:

Orphan Black ini ceritanya tentang clones. Jadi ada percobaan untuk membuat kloning manusia dan berhasil di tahun 80-an. Kloningnya ini diambil dari human chimera (orang yang punya dua set DNA di tubuhnya) untuk menciptakan klon laki-laki dan perempuan. Tapi, bagaimana klon ini diciptakan, untuk apa, dan di mana, itulah misterinya. Percobaan membuat klon setelah itu tidak pernah berhasil. Kode untuk membuat klon itu berhasil, itu juga misteri. Siapa human chimera yang jadi kunci untuk mempelajari klon itu, sama misteriusnya.

Series ini dibuka dengan seorang cewek, Sarah, yang lagi jalan di stasiun kereta dan tiba-tiba dia harus menyaksikan seorang cewek bunuh diri; Beth. Yang membuat Sarah shock, Beth ini mukanya persis kayak dia–beda model rambut aja. Beth meninggalkan tas, dompet, sepatu, dan jaketnya. Dari situ, Sarah–yang kerjaannya enggak jelas; kadang jadi pengedar, kadang jadi con-artist–akhirnya mengambil identitas Beth dan dari situ lah dia bertemu dengan klon yang lain; Alison dan Cosima.

Saya enggak mau ngejabarin ceritanya kayak apa. Nonton sendiri, ya. Kalau diceritain, nanti malah jadi sop iler. :D

54cc6942-75de-4ae3-8ed2-c891158309b7

Sarah, Alison, Cosima, Rachel, dan Helena.

Yang mau saya bahas adalah karakter Beth dan Sarah. Beth ini polisi. Tapi secara mental, dia enggak kuat. Waktu Sarah ngeliat Beth bunuh diri, Beth ada di kondisi mental yang terguncang. Banyak hal yang dia cari tahu jawabannya (urusan klon itu), jawabannya malah membahayakan banyak orang di sekitarnya. Dia punya pacar yang ternyata mata-mata (bekerja sama dengan musuh untuk mengamati gerak-gerik dia). Sarah yang kemudian mengambil alih tanggung-jawab Beth untuk mencari tahu misteri klon ini, bisa mengerjakannya dengan lebih baik. Bukan karena Sarah lebih stabil. Dia sama aja kacaunya. Mereka punya set DNA yang sama. Satu-satunya yang jadi pembeda karakter hanya urusan nurturing dan lingkungan tempat mereka hidup. Dan satu lagi; confidant dan side kick.

Satu hal yang Sarah punya dan Beth enggak punya adalah; Felix.

Felix ini adik angkatnya Sarah. Mereka gede bareng dan dekat banget. Sarah cerita apapun ke Felix dan sebaliknya. Di hari pertama Sarah melihat Beth bunuh diri, Sarah langsung mencari Felix dan cerita. Felix ini, walaupun bukan tokoh utama, tapi dia ngebikin semuanya jadi mungkin. Dia siap membantu. Awalnya hanya membantu Sarah. Tapi lama-lama, dia jadi membantu semua klon yang dia kenal; Alison, Cosima, dan Helena.

orphan-black-jordan-gavaris-emmy-wish-felix-tatiana-maslany-bbc-america

Felix ini jadi semacam pelekat. Jadi tempat kalau masalah jadi rumit dan sulit, Sarah selalu tahu ke mana harus minta bantuan. Walaupun enggak semua hal yang dibantu Felix jadi beres, sih. Ada yang malah tambah rumit. :D

Itulah gunanya confidant dan side-kick.

Salah satu side-kick lain yang saya suka adalah Watson. Tapi dia punya fungsi lain yang sama menariknya. Kalau Felix ada untuk menjaga agar Sarah tetap waras, Watson harus ada karena Sherlock harus kelihatan punya sisi humanis–barang sedikit. Juga di beberapa bagian, untuk menjelaskan masalah.

tumblr_static_8r0adi9mpzsw8cgs00skos4g8

Sherlock ini ngaku sebagai highly functioning sociopath. Yang mana, dia bakalan susah banget untuk punya teman. Tapi dia bisa berteman dengan Watson. Ini membuat Watson istimewa. Kalau di urusan teknik penulisan, Watson ini harus ada untuk genre semacam ini, agar hal-hal yang enggak bisa dijelaskan langsung oleh penulisnya, bisa dijelaskan sendiri oleh MC-nya (Sherlock) kepada pembaca/penonton. Caranya bisa lewat obrolan Sherlock-Watson atau dari bagaimana Watson menjelaskan sesuatu dengan bahasa yang bisa dimengerti manusia–karena kalau Sherlock yang menjelaskan, enggak akan ada yang mengerti. Selain itu, kalau Sherlock yang menjelaskan, dia bakalan off character.

Misalnya aja di series episod pertama (ini yang versi BBC, ya), waktu Watson membantu Sherlock untuk mengidentifikasi korban yang pakai pink dari atas sampai bawah. Masih inget kan, episod itu? Di situ diperlihatkan kalau Sherlock ini dibenci semua orang. Enggak ada yang bisa kerjasama dengan dia. Kalau enggak ada Watson di sana, kita enggak akan tahu betapa Sherlock ini kece. Watson berdiri di samping Sherlock dan bilang kalau apa yang dia kerjakan (deduksinya itu), impressive. Watson memberi Sherlock legitimasi.

Atau untuk kasus lain. Misalnya Harry Potter dengan Hermione dan Ron. Kalau tidak ada dua sahabatnya ini, kita enggak akan paham dengan Harry. Hermione dan Ron membuat karakter Harry jadi lebih menarik karena dari awal bertemu mereka, Harry belajar berteman. Dia enggak pernah punya teman sebelumnya. Begitu juga dengan Hermione. Mereka menguatkan karakter satu dan lainnya.

Kalau untuk kasus Sherlock-Watson, jokes mereka jadi lebih lucu. Untuk Sarah-Felix, karakter Sarah jadi lebih reliable dan kuat. Untuk Harry-Hermione-Ron, mereka jadi utuh. Salah seorang teman saya pernah memberikan teori bahwa ketiga orang ini harusnya bukan Gryffindor. Harry harusnya Slytherin (Topi Seleksi sendiri yang mau masukin Harry ke sana tapi Harry bilang, “Please, jangan Slytherin.”) Hermione harusnya Ravenclaw karena dia pintar dan nerdy. Ron harusnya Hufflepuff. Tapi mereka semua masuk Gryffindor dan membawa kualitas lain ke asrama itu dan juga ke persahabatan mereka.

Kalau untuk kasus Person of Interest, Mr. Reese dan Mr. Finch saling menguatkan karakter dan membuat jalan cerita menjadi mungkin. Ketika mereka bekerjasama, kepintaran Mr. Finch bertemu sama keberanian Mr. Reese, jadilah mereka memerangi kejahatan. :cutesmile:

Kasus lain, misalnya di band. Tim dan Tom membuat Keane jadi mungkin karena Tim membuat lagu yang hanya bisa dinyanyikan Tom. Lagu itu dia buat dengan membayangkan Tom menyanyikan dengan suaranya. Waktu yang satu solo karir dan yang satu bikin band sendiri, jadinya malah enggak dapet musiknya.

Yah, gitu deh. :D

Kamu punya confidant dan side-kick, enggak?

Sebaiknya kamu punya. Setidaknya untuk menjaga kewarasan kamu. :D Enggak perlu yang mengerti dan paham banget sama dunia kamu, sih. Yang penting mau mengerti. Kayak misalnya si Tuan, dia ini confidant dan side-kick saya. Dia enggak ngerti saya nulis apa dan ngapain. Dia enggak ngerti bahwa menulis itu menguras pikiran, tenaga, perasaan, dan juga kewarasan. Tapi dia selalu ada di sana waktu saya mau cerita ini-itu. Dia mengerti sejauh pemahaman dia aja. Kalau misalnya dia ngasih tanggapan balik yang pakai dasar pemahaman dia itu, kadang (sering, sih, bukan cuma kadang) membantu saya untuk mengerti diri saya sendiri. Setidaknya membuat saya tetap waras. Kalau ada apa-apa, we get each-other’s back. Padahal saya dan si Tuan itu beda banget. Kalau dipikir-pikir lagi, rasanya enggak masuk akal kalau kami akhirnya bisa tetap menikah setelah sekian lama. Hahahaaa. :D

So, please find your confidant dan side-kick. :cutesmile:

… dan tetap lah waras di jaman kayak sekarang ini. :D

4 Comments

  1. Cream HN BPOM
    Dec 5, 2016

    Hmm, bahasan yang menarik nih hehe. Ngomong-ngomong, apakah semua orang harus punya side-kick yah? Bedakah dengan pasangan hidup? Hihihi :p

  2. service ac jogja
    Nov 9, 2016

    Owh jadi itu yang dinamakan dengan confident dan side kick, saya baru tahu setelah membaca artikel ini, makasih banyak atas infonya mbak…

  3. warm
    Nov 9, 2016

    jd pengen nulis ttg side-kick o’mine :twisted:

  4. warm
    Nov 9, 2016

    tulisan ini kok ya keren sekali sih, awal2nya bikin penasaran, sampai bagian akhir aku malah terharu.. aku harus berterimakasih atas tulisan bagus ini, makasih maturnuwun

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)