Tahun 2016 yang—katanya—berat itu sudah berlalu. Memang berat sih, menurut saya. Tapi saya enggak mau nyeritain itu. Saya mau ngomongin blog baru.

Blog saya yang lama, entah kenapa, mulai bikin saya bosan. Saya enggak pernah ganti themes sejak blog itu dibuat dan sekarang, rasanya, udah mulai ketinggalan jaman desainnya. Tapi saya masih suka sama blog itu walaupun sering down, loading-nya lama, dan enggak responsif di ponsel.

Akhir tahun kemarin, saya bilang sama si Tuan, “Aku mau blog baru yang desainnya biasa aja. Enggak mau banyak ini-itu. Tapi….”

Nah, tapinya itu yang panjang. Hahahaaa.

Yang pertama, saya mau background-nya putih biar kalau orang baca, fokus sama tulisannya, bukan desain dan background-nya. Yang kedua, saya mau yang lain; saya mau bisa nge-layout tiap halaman blognya. Saya mau take it to the next level; saya mau layout itu dijadikan alat bantu untuk bercerita. Seperti yang dilakukan di majalah. Jadi tiap post, tiap halaman, akan punya layout-nya sendiri yang ngebikin dia beda dari post lain.

Permintaan yang kedua ini, perlu waktu lama untuk dipenuhi oleh si Tuan. Tapi ketika saya liat hasilnya, saya puas.

Terakhir, saya mau blog saya tetap personal.

Jaman sekarang ini, susah nyari blog yang tetap personal, memperlihatkan pemikiran pemiliknya, dan enak dibaca walaupun banyak iklannya. Kalau jalan-jalan ke blog, saya ingin baca sesuatu yang enggak saya temukan di majalah atau portal online. Ini yang enggak saya dapatkan lagi. Banyak blog yang isinya iklan dan review berbayar. Saya enggak ada masalah dengan ini, sebenarnya. Buzzfeed yang isinya iklan itu pun melakukan hal yang sama. Itu website yang isinya receh—kebanyakan. Tapi waktu tulisannya serius, itu benar-benar serius. Esai panjangnya, banyak banget yang bagus. Memang enggak sebagus esai di The Atlantic atau Salon. Buzzfeed memasukkan iklan ke dalam post dengan cara yang menyenangkan; kuis, bahas-bahas hal receh di luar brand yang dipromosikan dengan cara yang asyik, atau kadang malah enggak nyebut brand-nya sama sekali tapi cukup dituliskan di depan kalau post itu disponsori oleh brand tertentu.

Mungkin ini juga yang membuat saya berhenti blogwalking setahun belakangan….

Saya baca hanya blog yang saya suka. Dari blog seperti ini, saya tahu akan dapat cerita yang unik karena sudut pandang pemilik blognya berbeda. Satu hal penting yang dimiliki blog dan enggak dengan media lain, kan, sebenarnya sederhana; sudut pandang dan pengalaman yang diceritakan dari tangan pertama. Ketika media lain (apalagi media besar) mengabarkan berita dengan cara yang hampir sama dari satu media ke media lainnya, blog bisa mengisi kekosongan yang lain; cerita personal. Atau saya tambahkan; cerita personal yang didasarkan dari pengalaman pemilik blog.

Menurut Merriam Webster, blog itu: 

Blog:  a website that contains online personal reflections, comments, and often hyperlinks, videos, and photographs provided by the writer; also :  the contents of such a site.

Yang bisa saya lakukan cuma, yah, berusaha untuk enggak seperti itu—yang mana ternyata susah juga, ya. Hahahaaa.

Selama saya jadi kurang rajin blogwalking, saya banyak mendengarkan podcast. Saya banyak dapat hal baru dari sana, termasuk bagaimana caranya bercerita dengan medium lain; suara.

Terus, saya juga lebih banyak baca buku.

Akhir-akhir ini, saya suka mikir; sebaiknya saya membaca buku yang benar bagus dan saya suka dibanding banyak sekali membaca buku tapi saya melakukan itu hanya demi target. Kalau makanan yang saya konsumsi saja saya perhatikan benar komposisinya, apalagi dengan sesuatu yang akan jadi makanan otak saya. Begitu saya mikirnya. Jadi saya banyak mencari lagi buku yang memang bagus. Tapi yah, lagi-lagi, bagus itu relatif. Akhirnya itu urusan selera juga.

Jadi di sini lah saya sekarang; berusaha mempertimbangkan lagi apa yang akan dan ingin saya lakukan dengan urusan ngeblog ini.

Semoga tahun ini lebih baik. Semoga blog ini juga lebih baik dari blog yang lama. Blog itu saya pindah ke subdomain dan enggak akan saya update lagi. Tapi mungkin, beberapa post yang ada di sana, ingin saya tulis ulang dan pindahkan ke blog yang baru.

Apa kabar, Manteman?