Sewaktu saya melihat intro Anne With an E, saya langsung berpikir, “Ini pasti bakalan rame yang bahas karena indah banget!”

Akhir-akhir ini, saya perhatikan, ada kecenderungan untuk mengadaptasi novel menjadi serial, bukan film. Saya suka, sih, karena ruangnya lebih luas sehingga cerita bisa digali lebih dalam. Salah satu yang saya tunggu adalah Anne With an E di Netflix Original yang diadaptasi dari novel L.M. Montgomery, Anne of Green Gables. Di Notetaking ini, saya enggak mau bahas banyak tentang serialnya karena saya baru selesai menonton semalam dan rasanya masih … aduh, susah dijelaskan. Sambil menunggu kepala dan hati saya bisa sinkron jadi saya bisa menulis reviewnya, saya mau cerita tentang intro-nya yang luar biasa indah.

Sewaktu saya melihat intro-nya untuk pertama kali, saya langsung suka. Langsung! Seketika itu juga. Saya selalu saja skip intro serial yang saya tonton. Lebih karena enggak suka dan rasanya bakalan makan waktu aja, sih. Hanya ada beberapa yang selalu saya tonton;

1. Game of Thrones karena tiap episod intro-nya beda sesuai dengan seting di episod itu,

2. True Detective karena saya bukan pecinta konsep double exposure, tapi intro-nya ini entah kenapa captivating,

3. Hmmm … enggak ada nomer tiga. Hahahaaa. Jadi intronya Anne With an E saya masukkan ke sini.

Tadi pagi, sambil mengerjakan kuis enggak penting di Buzzfeed, saya melihat ada tulisan yang membahas pembuatan intro ini. Ternyata rumit dan sulit. Dibuat berdasarkan delapan lukisannya Brad Kunkle. Tentang pembuatannya, silakan baca di artikel Buzzfeed ini, ya. 

Yang saya suka bukan hanya artistik dan indahnya, tapi juga karena konsepnya ini seolah memperkuat karakternya Anne Shirley yang suka berimajinasi—walaupun kalau mau dipikir-pikir lagi, dia berimajinasi seperti itu untuk bertahan dari kerasnya hidup. Saya membayangkan, seperti itulah Anne melihat dunia.

Intro-nya dimulai dari musim gugur (musim pertama Anne di Green Gables) dan diakhiri di musim dingin.

Ini favorit saya.

Review menyusul, yaaa~

* * *