Salahkan Netflix!

Belum apa-apa, saya sudah menetapkan tersangka. Tapi ini bisa jadi karena pengaruh Netflix yang gayanya memang terkadang menyebalkan; menurunkan satu judul serial di malam buta, langsung satu season, dan membuat pusing pada akhirnya.

Saya antara suka dan enggak suka dengan cara ini. Suka kalau serialnya bagus dan membuat penasaran. Daripada memakai cara lama dengan memutarnya setiap hari dan jam tertentu, lebih baik memang biarkan penonton yang mengatur sendiri kecepatan menonton mereka. Saya enggak suka kalau saya sudah kadung terjebak di episod pertama dan enggak punya waktu menonton lanjutannya sampai beberapa hari ke depan.

Urusan adaptasi dari novel ke serial ini juga saya suka. Ini bukan berarti menghemat budget produksi juga. Beberapa serial yang saya tahu (misalnya Game of Thrones) budgetnya luar biasa besar. Beberapa serial lain, memakai A-list stars yang mana, itu artinya; enggak murah. Tapi lebih dari itu semua, ruang yang lebih besar membuat banyak hal bisa dijelaskan dengan lebih baik.

Saya membuat daftar serial yang diadaptasi dari novel. Ada yang saya sudah tonton, ada yang sedang menunggu saya tonton, dan ada yang sepertinya—karena satu dan lain hal, misalnya selera—enggak akan saya tonton. Ada yang sudah saya review dan ada yang kepala dan hati saya masih belum sinkron untuk mereview walaupun saya tahu, semakin lama dibiarkan, bisa jadi saya malah kehilangan sisa rasa yang harusnya saya tuliskan ketika mereview.

Baiklah. Mari kita mulai.

1. 13 REASON WHY

Diadaptasi dari novel Jay Asher dengan judul yang sama. Produsernya Selena Gomez—ini agak enggak ngaruh, sih. Hahahaaa. Saya suka serial ini dan silakan baca reviewnya di sini.

2. Anne With An E

Diadaptasi dari novel L.M. Montgomery, Anne of Green Gables. Ini saya suka banget! Memang ada beberapa hal yang berbeda dari novelnya namun secara keseluruhan, saya merasa ini serial yang bagus banget. Saya belum tulis reviewnya, tapi saya sudah menulis catatan tentangnya, silakan baca di sini.

3. The Handmaid’s Tale

Diadaptasi dari novel Margaret Atwood dengan judul serupa. Ini sudah heboh sejak tahun lalu beritanya dan serialnya sedang saya antrikan karena pekan ini saya mau menyelesaikan The Vegetarian-nya Han Kang dulu. Kabarnya, sih, ini bagus banget.

4. A Series of Unfortunate Events

Diadaptasi dari novel Lemony Snicket dengan judul yang sama. Ini sudah mengantri sejak tiga bulan lalu—kayaknya—di list Netflix saya dan sampai sekarang, saya baru nonton episod pertamanya saja. Entah mengapa saya enggak terlalu bisa menikmatinya. Kapan-kapan bisa saya coba lagi.

5. American’s God

Diadaptasi dari novel Neil Gaiman dengan judul serupa. Saya—mungkin—akan menonton. Mungkin…. Kalau mood saya bisa terima di bulan ini atau bulan depan. Setelah nonton Westworld, otak saya semacam enggak mau terima sci-fi yang kualitasnya lebih rendah dari itu. *snob* *tendang*

6. Big Little Lies

Diadaptasi dari novel Liane Moriarty dengan judul serupa. Saya belum baca novelnya karena masih mengantri pinjaman tapi serialnya … saya suka sekali! Saya sendiri juga enggak menyangka kalau saya bakalan suka karena novelnya banyak yang bilang terlalu momlit. Serialnya juga momseries, kok. Hahahaaa. Tapi konsepnya bagus. Ini saya rekomendasikan.

7. The Cormoran Strike

Diadaptasi dari novel detektifnya Robert Galbraith. Salah satunya, The Cuckoo’s Calling. Banyak yang meributkan; mengapa pula J.K. Rowling menulis buku misteri dan detektif setelah fantasi anak. Apa dia punya kapabilitas untuk itu? Saya ingin menunjukkan bukti kalau Harry Potter itu genrenya saja yang fantasi tapi strukturnya misteri. Kapan-kapan, ya. Tangan cuma dua dan otak cuma satu soalnya. Tapi saya memang sudah lama sekali ingin bahas ini. Karena poster resminya belum ada, saya kasih fotonya Tom Burke aja, ya, pemeran Strike.

8. The Midnight Texas Series

Masuk ke supernatural, diadaptasi dari novelnya Charlaine Harris. Namanya enggak asing memang, doi yang nulis novel True Blood yang juga dijadikan serial di HBO. Yang ini … mungkin saya akan menonton. Tapi saya enggak terlalu suka cerita model begini, sih.

9. Sharp Object

Ah, cerita tentang mental illness. Mungkin saya akan menonton. Mungkin. Saya belum tahu. Diadaptasi dari novel Gillian Flynn dengan judul yang sama. Masalah saya dengan cerita tentang mental illness; saya bisa relate karena itu jadinya menakutkan. Tapi sepertinya ini akan jadi serial yang bagus, sih, ada Amy Adams-nya.

10. The Terror

Diadaptasi dari novel Dan Simmons dengan judul yang sama. Nonton? Entahlah~ Akhir-akhir ini, entah mengapa, saya malah jadi ingin nonton ulang Lost.

Ada beberapa yang lain tapi saya, sih; The Immortal Life of HEnrietta LAcks. Tapi saya belum tahu apa ini akan jadi dokumenter atau bagaimana. Lalu ada Girlsboss yang sudah tayang di Netflix tapi cuma saya lirik. Ada juga Emerald City dari bukunya L. Frank Baum, The Wonderful Wizard of Oz. Yang ini kayaknya saya lewatkan dulu. Mungkin kalau ada waktu dua-tiga bulan ke depan.

* * *