Referensi: Buku, Podcast, dan Lainnya

by | Jun 8, 2017 | Footnote, Storytelling | 1 comment

Saya sedang membuat diagram struktur tiga babak ketika teringat; kenapa saya enggak membuat daftar referensi untuk proyek—iya, saya menganggap ini proyek pribadi yang saya bagi dengan kamu—tulisan tentang struktur cerita ini?

Sebelumnya sempat terpikir untuk menuliskan saja referensi yang memang dipakai di setiap bagian tulisan, tapi … saya pikir akan lebih enak kalau saya buat satu tulisan yang merangkum semuanya sehingga kamu bisa mencari bukunya, mendengar podcast-nya, atau membaca artikelnya kalau kamu mau. Referensi saya enggak banyak sebenarnya—kebanyakan referensi juga susah mengurusnya karena pemikiran yang ditulis di tiap referensi akan berbeda. Jadi, saya perlu untuk memutuskan mazhab mana yang mau saya ikuti.

Lagi-lagi saya ingin tegaskan bahwa proyek ini saya buat untuk diri saya sendiri karena saya memang penasaran dengan jawaban dari pertanyaan: Apa yang membuat cerita berhasil dan sebaliknya? Apa ada formulanya? Ada rahasia dari stotytelling sehingga ada orang yang bisa melakukannya dengan baik dan ada yang enggak? Apa ini bisa dipelajari? Apa setelah dipelajari bisa dibuat formula sederhananya? Saya ingin jadi pencerita yang bisa bercerita dengan baik dan tahu apa yang saya lakukan sehingga kalau saya ingin mengulanginya lagi, saya bisa mengulanginya dengan baik setiap kali.

Baiklah.

1. A Letter To A Young Novelist (Mario Vargas Llosa)

Buku ini isinya surat yang dikirim oleh penulis pemula kepada Llosa serta balasannya. Saya membacanya lebih untuk mendapat semangat, sih. Masalah yang dibahas di surat-surat itu sepertinya umum dialami penulis; tentang ide, tentang bertahan untuk menulis, dan sebagainya. Bahasa dari Llosa yang enggak menggurui dan—buat saya—rasanya seperti membaca surat dari mentor yang peduli. Saya pikir, setiap penulis pemula harus membaca buku ini.

2. The Anatomy of Story (John Truby)

Nama John Truby mungkin agak asing untuk penulis novel karena dia datang memang bukan dari sana; dia penulis skenario film sekaligus pengajar. Saya suka pendekatannya yang beda untuk memahami struktur tiga babak. Dia sudah mengajar puluhan tahun, dia sudah melihat banyak cerita yang berhasil dan gagal. Saya juga suka dengan cara berpikirnya yang bukan hanya mengakomodasi apa mau pembaca, tapi apa yang ingin dicapai penulis. Saya juga suka datang ke website-nya untuk membaca review dan tulisannya seputar storytelling. Kalau ada pengajar yang bisa mengajarkan bagaimana bercerita dengan baik, dia adalah yang pertama saya mau.

3. Structuring Your Novel (K.M. Weiland)

Menurut saya, K.M. Weiland membuat semuanya mudah dan itu yang saya suka. Dia membuat semua terstruktur—dan ini jadinya asyik banget karena dia sendiri sedang membicarakan struktur. Weiland juga penulis jadi dia tahu apa yang dia perlukan untuk membuat ceritanya menarik dan terstruktur dengan baik. Walaupun di salah satu tulisannya, dia juga mengatakan bahwa; apa yang ingin kamu sampaikan itu sama penting dengan bagaimana kamu menyampaikannya. Setelah paham dengan baik bagaimana membuat struktur, dia juga menyarankan kamu untuk membaca sebanyak mungkin agar kamu punya dasar ide dan pemahaman lebih luas tentang human condition. Cerita yang menggugah itu selalu tentang tentang keadaan manusia dan bagaimana menjadi manusia, bukan yang lain. Saya terima nasehat ini. Kamu juga bisa membaca website-nya. Dia menulis banyak artikel tentang struktur di sana.

4. 5 Secret of Story Structure (K.M. Weiland)

Sebenarnya ini hanya rangkuman dari buku Weiland yang Structuring Your Novel dengan memasukkan beberapa diagram agar lebih mudah dipahami, tapi saya baca dan jadikan rujukan juga. Kalau kamu ingin buku yang lebih singkat dan to the point, buku ini lebih saya sarankan.

5. 45 Master Characters (Victoria Lynn Schmidt)

Ini membantu saya merancang karakter dengan lebih baik. Memang ada yang menyarankan untuk mengambil dari rumusan zodiak atau pembagian karakter berdasarkan kelompok psikologi, tapi saya lebih suka merujuk pada archetypes yang memang sudah ada sejak lama. Di buku ini dijelaskan fungsi dan bagaimana merancang mereka—merancang sikap dan bukan sifat—karena itu masuk akal untuk saya.

Misalnya, Schmidt membagi ada empat jenis tipe teman yang bisa ada di dekat karakter utama kamu; the magi, the mentor, the lover, dan the best friend. Sikap mereka pada karakter utama haruslah beda. Sifat, itu urusan lain lagi. Ini belum pembahasan panjang tentang archetypes tokoh utama kamu dan bagaimana merancang dan mengembangkannya.

6. A Writer’s Guide To Characterization (Victoria Lynn Schmidt)

Di buku yang ini, baru dibahas tentang tipologi kepribadian dengan membandingkannya dengan hewan tertentu—mirip shio, sih, jadinya buat saya. Misalnya kamu ingin karakter yang punya tipologi kepribadian seperti serigala, di sini dijelaskan bagaimana merancangnya. Saya lemah dalam urusan ini, saya tahu itu. Selalu saja karakter yang saya buat kurang dalam, kurang bulat, kurang punya layer, kurang menarik, kurang kuat, kurang bisa diingat, dan banyak kurang-kurang yang lain. Ini yang membuat saya suka membaca buku seperti ini.

7. On Writing Romance (Leigh Michael)

Ini saya baca dan jadikan rujukan karena saya ingin lebih bisa merancang cerita untuk genre yang satu ini, sih. Saya suka romens dan saya ingin bisa menulisnya dengan baik. Isinya seputar urusan cinta-cintaan, memang. Tapi dibalik jadi; bagaimana membuatnya menjadi cerita cinta yang enggak mudah dilupakan.

8. StoryShop

Ini isinya hanya dua orang teman yang kerja bareng membuat beberapa novel duet membicarakan bagaimana mereka merancang dan menulis novel-novel itu sejak dari ide sampai editing. Saya suka karena jujur dan apa-adanya. Saya mendengarkannya di iTunes, kamu bisa mendengarkan di sini kalau kamu enggak punya iTunes.

9. Writing Excuses

Ini kesukaan saya karena podcaster-nya adalah penulis fantasi kesukaan saya dengan beberapa penulis lain. Sekarang sudah Season 12 dan isinya sudah sampai ke writing masterclass. Bukan lagi membahas struktur tapi hal-hal yang lebih dalam dari itu. Kamu bisa mendengarkannya di sini.

10. The Narrative Breakdown

Podcast yang satu ini lebih mudah saya pahami karena saya suka tentang perbincangan seputar pengalaman atau riset mendalam podcaster-nya ketika mereka membedah struktur dan melihat mengapa cerita ini berhasil dan yang lain enggak. Sayangnya, sudah lama enggak ada update karena podcaster-nya sibuk. Kamu bisa dengarkan di sini.

Selain yang sebutkan di atas, saya suka membaca, menonton, dan mendengar audiobook atau radio drama dan melihat strukturnya hanya untuk memuaskan rasa penasaran saya. Jadi, kamu mungkin juga bisa melakukannya; belajar dari cerita yang sudah ada dan berhasil.

Kebanyakan buku yang saya jadikan rujukan (hampir semuanya malahan, ya) bentuknya ebook karena saya enggak ingin barangnya rusak dan bisa saya baca di manapun, kapanpun, tanpa harus memikirkan bagaimana membawanya. Buku-buku ini untuk saya semacam treasure, soalnya. Semoga bisa memberi manfaat buat kamu juga, bukan hanya saya, nantinya.