#14: Proactive, Anyone?

Dibaca 873 kali

Semalam, sebelum tidur, saya teringat obrolan dengan seorang teman yang sebenarnya sudah lama sekali. Tapi entah kenapa tiba-tiba teringat lagi.

Teman saya ini mengatakan pada saya (saya sudah lupa diksinya, ini hanya dikira-kira berdasarkan ingatan): Yaaa… saya kan orang (menyebut salah satu suku), saya emang dari sononya begitu. Kamu harus ngertilaaah…. :evil:

Beberapa lama saya memang percaya atau dibuat percaya bahwa sikap dan sifat seseorang itu memang dipengaruhi secara sosial, budaya, bahkan genetik. Banyak mitos yang mengatakan itu. Bahkan salah satu sitkom di televisi mengangkatnya untuk dijadikan premis cerita. Mengumpulkan orang-orang dari berbagai suku di Indonesia dan melihat sikap dan sifat mereka yang (katanya) dipengaruhi oleh sosial, budaya, dan genetik itu saling bertabrakan. Menimbulkan konflik dan gesekan yang malah dijadikan bahan tertawaan.

Beberapa lama, saya juga percaya mitos ini ada: bahwa seseorang dipengaruhi oleh kesukuannya. Kalau dia dari suku tertentu maka dia akan punya sifat begini dan begitu. Saya pun mempercayai kalau sifat saya begini dan begitu (yang biasanya buruk) itu karena saya dari suku tertentu.

Tapi, setelah saya membaca The 7 Habits (siapa sih yang gak tahu buku ini), saya jadi memikirkannya kembali. Apa benar bila saya bersikap dan bersifat buruk karena saya memang sudah dikutuk secara genetis untuk mempunyai sikap dan sifat itu, atau karena saya hanya sedang mencari pembenaran akan kelakuan buruk saya? Kan lebih enak mengkambing-hitamkan hal-hal di luar diri saya daripada mengakui kalau saya bersikap dan bersifat seperti itu karena emang pilihan saya….

Steven R. Covey berkata: :cutesmile:

Look at the word responsibility — “response-ability” — the ability to choose your response. Highly proactive people recognize that responsibility. They do not blame circumstances, conditions, or conditioning for their behavior. Their behavior is a product of their own conscious choice, based onvalues, rather than a product of their conditions, based on feeling.

Orang-orang yang proaktif menyadari bahwa setiap tindakan mereka adalah produk dari pilihan sadar mereka yang didasarkan atas nilai, bukan produk dari keadaan yang didasarkan akan perasaan. Begitulah kira-kira.

Jadi, saya seharusnya sadar bahwa tidak ada hal yang saya lakukan tanpa saya putuskan sebelumnya. Tidak ada tindakan yang terjadi “begitu saja”. Tidak ada keputusan sikap yang saya tidak menyadarinya. Semua sebenarnya saya yang pegang kendalinya. Hanya saja, ketika hal-hal itu menjadi negatif, saya tidak berani mengambil tanggung-jawabnya. Itulah masalahnya. Dan untuk kelakukan saya ini, saya bisa disebut: reaktif, bukan proaktif.

Orang yang reaktif menurut Steven R. Covey: :roll:

Reactive people are often affected by their physical environment. If the weather is good, they feel good. If it isn’t, it affects their attitude and their performance. Proactive people can carry their own weather with them. Whether it rains or shines makes no difference to them. They are value driven; and if their value is to produce good quality work, it isn’t a function of whether the weather is conducive to it or not.

Reactive people are also affected by their social environment, by the “social weather.” When people treat them well, they feel well; when people don’t, they become defensive or protective. Reactive people build their emotional lives around the behavior of others, empowering the weaknesses of other people to control them.

Menjadi orang yang proaktif, berarti menjadi orang yang berani mengambil tangung-jawab atas diri sendiri. Ini menunjukkan kalau orang itu sudah dewasa. Bisa memilah mana yang baik dan tidak. Tidak mengijinkan orang lain membuat mood mereka jadi tidak baik. Tidak mengijinkan orang lain membuat mereka jadi tidak baik. Tidak mengijinkan sikap dan sifat buruk orang lain membuat mereka bersikap dan bersifat tidak baik juga.

Susah sih…. Tapi saya percaya bahwa tugas saya adalah mencoba, bukan berhasil. Kalau gagal, ya dicoba lagi. Gagal lagi? Ya dicoba lagi sampai berhasil.

Nah, mulai hari ini saya ingin mencoba menjadi orang yang proaktif.

Proactive, anyone? :cutesmile:

 

1 Comment

  1. bisot
    Mar 18, 2013

    nice share… bagaimana hasil “mencoba menjadi orang yang proaktif”? :)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)
Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: