Author: Octaviani Nurhasanah

Mimpi

Dini hari kau terbangun, duduk, menjejakkan kaki telanjangmu di lantai dingin, dan teringat kalau mimpimu—bisa jadi mimpimu—hanya setengah. Bermalam-malam kau memimpikan hal yang sama dan terhenti di tengah. Seolah bersambung, padahal tidak. Keesokannya kau bermimpi itu lagi dan tetap saja, terhenti di tempat yang itu juga. Kau melupakan detailnya. Kau melupakan warna langit di mimpimu itu—yang kemudian kau mengerti mengapa begitu karena ketika beberapa hari kemudian kau mencari tahu, mimpi memang hitam putih. Seperti film tua Hitchcock, mimpimu berhenti tepat ketika kau ingin melompat dari kereta—ini pun kau ingat setelah susah-payah kau merekam dan memutar ulang mimpi itu di...

Read More

Semenjana

“Ini bukan tentang apa yang raib, Nona. Separuh hatimu, semisal. Lalu kosong relung yang dia tinggalkan.” Kamu ingat Nona, sore itu, ketika kita duduk berhadapan dan bicara tentang hal-hal kecil yang tidak juga kita sepakati maknanya. Ketika itu, waktu rasanya berhenti, buatku–mungkin juga untukmu. “Amerta, Tuan,” katamu, “enggak bisa mati.” “Bukan enggak bisa mati, Nona,” sanggahku, “tapi hanya enggak bisa hilang dari kepalamu. Bergaung menceritakan kenangan yang dulu-dulu. Kamu mencoba memandikan pahitnya di dalam madu. Terlalu manis, Nona. Terlalu menyakitkan kerongkonganmu, nantinya.” “Terus berbalik seperti ulang-alik?” tanyamu. Lalu kamu tertawa–mungkin karena merasa pertanyaanmu lucu karena kamu menyamakan rasa itu...

Read More

In You I’m Lost

You are in an ecstatic state to such a point that you feel as though you almost don’t exist. My hand seems devoid of myself, and I have nothing to do with what is happening. I just sit there it in a state of awe and wonderment. And (the music) just flows out of me. (Composer interviewed by Csikszentmihalyi) Dua pekan belakangan, saya—seharusnya—sedang mengerjakan tulisan panjang tentang tiga hal yang saya sukai lebih dari apapun; kopi, buku, dan teman bicara yang luar biasa—mungkin juga sedikit tentang cinta. Saya tahu apa yang harus saya kerjakan, tulis, dan bagaimana menyelesaikannya. Tapi,...

Read More

Broken Glass Makes Beautiful Sparkle

The world breaks every one and afterward many are strong at the broken places. Ernest Hemingway, A Farewell to Arms Saya sudah katakan padanya, “Kita harus bisa bertengkar karena ke depannya, akan banyak sekali pertengkaran.” Dia setengah enggak percaya, sepertinya. Saya katakan lagi padanya, “Aku sudah melewati beberapa yang seperti ini dan orang sepertimu akan selalu datang dan pergi. Kalau kita enggak belajar bagaimana caranya bertengkar, berbaikan, rekonsiliasi, dan kemudian kembali bekerja lagi, enggak akan ada yang selesai. Semua ini akan—seperti yang dulu-dulu—sia-sia.” Dia mungkin masih setengah enggak percaya. Tapi malam itu, dia mengatakan sesuatu yang sebenarnya, kalau dikatakan...

Read More

Bros Mawar Polkadot

Libur Idul Fitri akan segera berlalu. Saya antara senang dan enggak, sih. Senang karena akhirnya saya bisa kembali ke rutinitas seperti biasa. Beberapa orang mungkin enggak suka rutinitas, tapi saya suka; saya merasa dengan jadwal dan kegiatan yang nyaris sama setiap hari, saya bisa melihat sejauh dan sebanyak apa yang sudah saya kerjakan. Lebih mudah melihat progress juga. Karena mood belum bagus dan hawa liburan masih terasa, saya mau memulai dengan memindahkan tutorial craft dari blog lama ke blog ini saja dulu.   Cerita sedikit dulu, deh. Hahahaaa…. Waktu membuat tutorial ini, sekitar Februari tahun 2013, saya sebenarnya hanya...

Read More

Recent Comments

Blog Lama (2011 – 2016)

Pin It on Pinterest