Author: Octaviani Nurhasanah

A Monster Calls

“Stories are wild creatures, the monster said. When you let them loose, who knows what havoc they might wreak?” Patrick Ness, A Monster Calls Malam setelah menyelesaikan NaNoWriMo 2017, walaupun lelah sekali, saya enggak bisa tidur. Sejak siang, saya mengejar sisa 6.500 kata dan menjelang malam baru bisa melewati batas 50.000 kata. Bukan capek duduk mengetik, sih, yang paling terasa; tapi capek pikiran. Baru kali ini saya menulis tanpa outline—hanya dengan catatan enggak cukup panjang dan detail tentang bagaimana cerita itu selesai di kepala saya. Setiap hari selama sebulan, saya duduk di depan laptop dengan memikirkan; mau dibawa ke...

Read More

Writing Kissing Scene

“How to stop time: kiss. How to travel in time: read. How to escape time: music. How to feel time: write. How to release time: breathe.” Matt Haig, Reasons to Stay Alive I’m not a good kisser but I know what a good kiss feels like, or am I?—sayangnya, standar seperti ini enggak saya temukan baca di novel young adult dan romens lokal. Memangnya gimana good or bad kisses itu kalau ditulisankan, dideskripsikan, bukan hanya selayang lalu, tapi juga detail dan visceral? Hahahaa. Penasaran enggak? Saya sesungguhnya penasaran….  Dari sini juga masalah datang; saya ingin menuliskan adegan ciuman tapi...

Read More

Rethinking Friendship

“Ally.” Peeta says the words slowly, tasting it. “Friend. Lover. Victor. Enemy. Fiancee. Target. Mutt. Neighbor. Hunter. Tribute. Ally. I’ll add it to the list of words I use to try to figure you out. The problem is, I can’t tell what’s real anymore, and what’s made up.”  (Suzanne Collins—Mockingjay) Kalau enggak karena harus membahasnya jadi tema di satu episod podcast yang sedang dibuat, mungkin saya enggak akan memikirkannya sampai jauh seperti sekarang ini. Sudah kadung dipikirkan, sudah banyak—bahkan yang bukan tentang hal ini tapi masih ada hubungannya—dibaca, dan waktu pun banyak dihabiskan untuk memikirkannya, jadi … sekalian saja...

Read More

Restart

October is mine—always mine. Saya menuliskan ini setelah main games hampir dua jam. Mungkin sudah lebih dua bulan saya enggak membuka akun Origin saya. Kemarin ada surel pemberitahuan kalau ada aktivitas mencurigakan di akun ini. Ada banyak yang harus diselesaikan, sebenarnya. Tapi … entahlah. Saya membuka almanak dan menyadari kalau beberapa hari lagi Oktober. Lalu itu membuat saya melihat lagi beberapa bulan ke belakang sampai ke awal tahun. Kesimpulannya hanya satu; roller coaster. Banyak yang datang, pergi, kembali, menolak pergi, atau menolak kembali. Beberapa hari lagi, saya harus memperbarui OS di laptop. Kemarin saya melakukannya untuk ponsel. Saya sudah...

Read More

Rain-MIKA

Is it really necessary? Every single day You’re making me more ordinary In every possible way (Rain-MIKA) 02:28 Ketika saya memulai tulisan ini. Malam sudah hilang tapi pagi belum datang. Saya memilih untuk menulis sambil menunggu subuh karena tidur pun rasanya sudah enggak bisa dilakukan. Lalu saya merindukan jendela. Di apartemen saya di Fayetteville, saya punya jendela di kamar dan di ruang tamu. Saya sengaja meletakkan meja di sana agar bisa mengetik sambil memandang ke luar. Enggak banyak yang bisa dilihat, memang. Jam sembilan pagi akan ada petugas UPS dengan truk besar berwarna hitamnya. Lalu menjelang siang di musim...

Read More

Blog Lama (2011 – 2016)

Pin It on Pinterest