Author: Octaviani Nurhasanah

In You I’m Lost

You are in an ecstatic state to such a point that you feel as though you almost don’t exist. My hand seems devoid of myself, and I have nothing to do with what is happening. I just sit there it in a state of awe and wonderment. And (the music) just flows out of me. (Composer interviewed by Csikszentmihalyi) Dua pekan belakangan, saya—seharusnya—sedang mengerjakan tulisan panjang tentang tiga hal yang saya sukai lebih dari apapun; kopi, buku, dan teman bicara yang luar biasa—mungkin juga sedikit tentang cinta. Saya tahu apa yang harus saya kerjakan, tulis, dan bagaimana menyelesaikannya. Tapi,...

Read More

Broken Glass Makes Beautiful Sparkle

The world breaks every one and afterward many are strong at the broken places. Ernest Hemingway, A Farewell to Arms Saya sudah katakan padanya, “Kita harus bisa bertengkar karena ke depannya, akan banyak sekali pertengkaran.” Dia setengah enggak percaya, sepertinya. Saya katakan lagi padanya, “Aku sudah melewati beberapa yang seperti ini dan orang sepertimu akan selalu datang dan pergi. Kalau kita enggak belajar bagaimana caranya bertengkar, berbaikan, rekonsiliasi, dan kemudian kembali bekerja lagi, enggak akan ada yang selesai. Semua ini akan—seperti yang dulu-dulu—sia-sia.” Dia mungkin masih setengah enggak percaya. Tapi malam itu, dia mengatakan sesuatu yang sebenarnya, kalau dikatakan...

Read More

Bros Mawar Polkadot

Libur Idul Fitri akan segera berlalu. Saya antara senang dan enggak, sih. Senang karena akhirnya saya bisa kembali ke rutinitas seperti biasa. Beberapa orang mungkin enggak suka rutinitas, tapi saya suka; saya merasa dengan jadwal dan kegiatan yang nyaris sama setiap hari, saya bisa melihat sejauh dan sebanyak apa yang sudah saya kerjakan. Lebih mudah melihat progress juga. Karena mood belum bagus dan hawa liburan masih terasa, saya mau memulai dengan memindahkan tutorial craft dari blog lama ke blog ini saja dulu.   Cerita sedikit dulu, deh. Hahahaaa…. Waktu membuat tutorial ini, sekitar Februari tahun 2013, saya sebenarnya hanya...

Read More

The Messiness of Human Connection

Beberapa waktu belakangan, saya teringat lagi dengan seorang teman  gadis yang pernah meminta pendapat, “Apa kalau kita suka dengan seseorang, kita seharusnya mengatakannya?” Waktu itu, saya jawab, “Jangan.” Pertimbangan saya waktu itu; bagaimana hati gadis ini kalau bujang itu mengatakan yang sebaliknya? Kalau dia enggak suka? Waktu berlalu dan saya melupakannya sampai saya ditanyakan lagi hal yang serupa, “Haruskah dikatakan?” Saya masih bilang, “Jangan.” Tapi kali ini dengan tambahan, “Kecuali kamu siap dengan segala resikonya.” Yang kali ini, dikatakan juga, dan akhirnya baik walaupun mereka enggak jadi menikah. Saya ingin melihat lagi semua yang saya pahami tentang hal ini...

Read More

It’s Called Breakup Because It’s Broken

Sebenarnya, saya agak malas menulis topik ini. Bukan karena menyakitkan untuk ditulis, bukan. Saya tahu kalau saya punya ambang batas rasa sakit yang rendah sekali. Saya enggak tahan sakit. Saya mudah menangis.  Saya mudah jatuh sayang pada apapun. Tapi sepertinya, orang patah hati menarik kedatangan orang patah hati yang lain. Jadi, saya pikir; sebaiknya saya tuliskan saja agar selesai dan jelas apa yang saya pikirkan tentang ini. Di tulisan ini, saya juga bilang, “Tanyakan lagi bulan depan.” Anggaplah sekarang ‘bulan depan’ itu. So please, take all this with a grain of salt. “Karena,” dia terdiam sebentar, memandangi saya, lalu...

Read More

Recent Comments

Blog Lama (2011 – 2016)

Pin It on Pinterest