#25: Source Code; Make Every Second Count

Dibaca 1,279 kali

Sebenarnya film ini sudah cukup lama dirilis, tapi saya baru menontonya semalam. Saya menonton bukan karena review-nya bagus atau apa, tapi karena Jake Gyllenhall. Setelah melihat Jake Gyllenhaal menjadi anak pintar di October Sky, lalu jadi gay di Brokeback Mountain, setelah itu jadi cowok kekar berotot di Prince of Persia, kemudian “too much skin” di Love and other Drugs… saya ingin melihat dia main film yang agak intelek sedikit gitu. :cutesmile:

Perkiraan saya, film ini akan menjadi seperti, yaaa… mirip-mirip lah, dengan Inception. Walaupun ternyata twist-ending dan “oooh” momennya lebih banyak dan lebih mantap Inception. Tapi, seperti kata saya di awal: saya ini mau nonton Jake Gyllenhaal.

Semalam, saya menonton film ini 3 kali. Iya, 3 kali. Dari jam 8 malam dan baru selesai menjelang tengah malam. Nonton yang pertama, itu memuaskan hasrat saya sebagai penonton. Saya membiarkan diri saya terhanyut oleh filmnya, terhanyut oleh Jake Gyllenhaal. Menonton yang kedua kali, saya mulai melihat plotnya, naratifnya, melihat logika ceritanya, melihat gambarnya, dan… masih melihat Jake Gyllenhaal. Menonton yang ketiga, saya mulai jadi sok kritikus. Mulai mengkritik ini-itu, kecuali Jake Gyllenhaal tentunya. :cutesmile:

Tapi karena saya sedang menulis resensi film, terpaksa juga saya ceritakan ceritanya dan dan segala macam tentang film ini. Baiklah. Mari kita lihat dulu Jake Gyllenhaal: :oops:

Film ini diawali dengan adegan Jake Gyllenhaal yang menjadi Captain Steven terbangun di dalam sebuah kereta api yang sedang menuju Chicago dan di depannya ada seorang perempuan cantik sedang bicara. Captain Steven merasa dia tidak kenal perempuan itu. Yang lebih mengagetkan, dia melihat pantulan rupa orang lain di cermin toilet kareta. Dia ada di dalam tubuh orang lain. Tak lama kemudian, kereta pun meledak.

Captain Steven kembali terbangun di sebuah kapsul yang sempit. Seorang perempuan bernama Captain Goodwin menjelaskan bahwa dia ada di sebuah proyek bernama Source Code. Tugasnya adalah untuk menemukan siapa yang meledakkan kereta itu. Captain Steven dimasukkan ke dalam ingatan seorang penumpang bernama Sean Fentress. Sean adalah seorang penumpang yang tewas dan masih mempunyai delapan menit ingatan terakhir yang baik.

Source Code adalah sebuah program yang menyambungkan antara delapan menit ingatan terakhir orang yang telah meninggal dengan orang yang masih hidup. Orang ini akan bisa masuk ke delapan menit terakhir kehidupan orang yang telah meninggal itu.  Captain Steven adalah satu dari sedikit orang yang bisa tersambung dengan program ini.

Captain Steven terus dikirim berulang-ulang untuk mencari siapa yang meledakkan kereta itu. Namun, di tengah misinya, dia malah mencari kebenaran tentang dirinya. Kebenaran lain tentang program Source Code. Dan seperti tipikal film Hollywood lainnya: mencari cinta. :oops:

Nah kan, mirip-mirip dengan Inception. Bedanya: kalau Inception masuk ke dalam mimpi untuk menanamkan pikiran baru ke kepala orang lain, Sorce Code masuk ke pikiran orang lain (dan masuk ke dalam tubuh orang itu) untuk mencari kebenaran.

Pada saat menonton yang ketiga kali, saya baru merasakan “bolong”-nya. Misalnya saja: tentang ending-nya. Kalau endingnya begitu, berarti Captain Steven bisa menjadi versi alternatif dari begitu banyak orang dong? Sebanyak misi Source Code. Selain itu juga tidak ada penjelasan tentang dunia paralel yang membuat saya bingung. Dunia paralel di versi film ini sebenarnya seperti apa sih?

Source Code adalah tontonan akhir pekan yang menyenangkan, menurut saya. Kalau kamu suka film-film yang mind-blowing, kamu pasti suka Source Code. Kalau kamu suka Jake Gyllenhaal, kamu pasti suka Source Code.

Terakhir, jangan tanya saya link download film ini, karena saya tidak tahu. Kalau mau spoiler, coba cek di sini.

 

2 Comments

  1. mak siti
    Feb 19, 2013

    suka banget sm lesung pipitnya si Jake…hehehe

    • octanh
      Feb 20, 2013

      Ya ampyun, Maaaaaaak. Itu senyum sejuga watt. Lesung pipit cetar menggelegar geledek badai petir meteor. Pokoknya sukaaaaa banget ama Jake. :D

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)