#35: Bukan Ngibul Sembarang Ngibul: It’s Liar Games!

Dibaca 3,251 kali

 

Beberapa hari ini dan kemarin, sakit gigi saya kumat. Gigi geraham bungsu saya yang baru tumbuh waktu saya umur 20 tahun, bolong. Itu letaknya di ujuuu…ng banget. Gak bisa digosok pake sikat gigi. Mau ke dokter gigi, saya takut. Ya udah deh, ditahan aja dulu.

Untuk menghibur diri, saya pun akhirnya menonton dorama Jepang yang berjudul Liar Games. Ini sebenernya atas bujuk rayu Om Eko Hardiyanto juga. Dia yang pertama nonton dorama ini dan bilang dengan semangat bahwa: ini bagus! Jadi, saya pun termakan bujuk rayunya, saya nonton deh.

Awalnya, saya gak terlalu suka. Di episode awal, saya rasa gak terlalu kuat unsur mind-blowing-nya. Yah, cuma gitu-gitu aja. Apalagi cowoknya, yang jadi Akiyama, gak seganteng yang saya harapkan. Emang sih, ganteng kan relatif ya. Jelek itu baru mutlak. Tapi, saya membayangkan kalo cowok sepintar itu harusnya keren pula. Kalo bisa, lebih keren dari Jake Gyllenhaal. Menurut saya, Akiyama ini lebih mirip vokalisnya band Spoon. Tau kan? Itu lho, band yang dari Malaysia itu. Yang kalo nyanyi selalu di rerumputan yang ada anginnya. :die:

Akiyama-kun ini bergerak sangat lambat! Seperti tipikal cowok ganteng dan pintar lainnya, dia selalu memasukkan tangan ke dalam saku celana. Artinya: celananya selalu punya saku! Tingkah tipikal lainnya: dia selalu menyentuh jidatnya kalo lagi mikir. Saking seringnya, kadang saya sampai berharap dia melakukan itu bukan karena menunjukkan kalo dia lagi mikir. Tapi untuk hal lain yang lebih dramatis lah, misalnya: dia demam. Profesor X di X-Men First Class juga melakukan hal yang sama sih. Tapi kan kalo di X-Men, yang saya lihat jidatnya James Mc-Avoy. :cutesmile:

Nah, tokoh cewek di dorama ini, Nao-chan, seperti tokoh cewek di komik: ceria, lucu, imut, manis, dan polos. Sangat polos sampai-sampai dibilang dudul. Perpaduan antara Akiyama dan cewek ini jadinya pas: yang satu polos-yang satu penuh trik, yang satu ceria-yang satu jarang senyum.

Tokoh lain juga unik-unik. Tapi saya gak mau jelasin satu-satu ah. Nanti malah gak surprise. Soalnya, akan ada banyak tokoh sifat, sikap, dan dandanannya aneh. :roll:

Sekarang tentang cerita.

Di episode 1 season 1, Liar Games benar-benar masih perkenalan. Tapi ini adalah episode dimana kamu akan melihat langit, bunga, pohon-pohon…. Di episode selanjutnya, adegannya kebanyakan indoor. Permainan di episode awal ini juga masih sederhana. Si Nao-chan itu tiba-tiba dapat kiriman yang isinya uang 100 juta yen. Dia harus melawan gurunya sendiri yang juga dapat uang sebanyak itu. Dia dan gurunya harus mengambil uang lawan, terserah caranya bagaimana karena itu tidak akan dianggap kriminal. Waktunya sebulan. Kalau waktunya sudah habis, jumlah uangnya akan dihitung. Bila jumlah uangnya kurang dari 100 juta yen (jumlah semula) pemain itu harus mengganti selisihnya. Untuk pemain yang uangnya lebih dari 100 juta yen, selisih uangnya diberikan sebagai hadiah.

Masalahnya, belum apa-apa, Nao-chan ini sudah kehilangan semua uangnya. Dia menyerahkannya dengan sukarela kepada lawannya! Ealaaah, bodohnya. Tapi tenang saja, dia tahu kok kalo dia bodoh. Jadi dia mencari orang yang bisa membantunya mengambil 100 juta yen itu dari gurunya. Nah, di sinilah dia bertemu dengan Akiyama. Hebatnya, si Akiyama ini berjanji tidak hanya mengambil uang yang 100 juta yen itu saja, tapi mengambil semua uang yang ada, termasuk uang gurunya agar Nao-chan bisa memenangkan permainan. Dia akan mengambil 200 juta yen! Huahahaha….

Nah, nanti orang-orang yang berhasil menang di games pertama, bakalan diadu di Liar Games pertandingan berikutnya. Begitulah seterusnya.

Saya pun selesai menonton season 1 dalam satu hari!

Beberapa hari lalu, gigi saya sakit lagi. Jadi, saya menonton season 2-nya. Sampai di sini saya sudah bisa dibilang: addict.

Season 2 ceritanya lanjutan dari season 1. Sebenarnya kalau cerita ini diakhiri di season 1 saja, juga akan terasa logis sih. Semua udah sampai klimaks, udah konklusi, udah jelas. Tapi entah mengapa, malah diperpanjang sampai season 2. Tapi, cerita di season 2, keren juga sih. Setidaknya, Akiyama rambutnya udah agak rapi karena dicatok. Hehe…. Sayangnya, yang jadi Nao-chan kayaknya diganti. Wajahnya tidak terlalu polos dan bodoh seperti di season 1. Tapi tak mengapa lah. Ceritanya masih oke, jadi saya masih tetap menikmatinya. Walaupun adegan tertawa terbahak-bahak karena punya rencana brilian untuk memenangkan permainan, sangat mengganggu saya.

Saya merekomendasikan film ini untuk siapapun yang sakit gigi dan suka cerita yang: “Ooo… gitu ya?”

Jangan tanya saya dimana bisa donlot dorama ini. Tanya: Om Eko Hardiyanto aja. Dia yang bertanggung-jawab!

Saya gak bisa nulis banyak-banyak nih, gigi saya tambah sakit…. Saya mau cari pain-killer dulu ya! :cute-smile:

 

2 Comments

  1. OctaNH
    Aug 17, 2011

    Ntar kalo ketauan bisa di-banned blog sayah… :mewek:

  2. Nisa Hd
    Aug 17, 2011

    laen kali kalo nawarin pilem sekalian atuh kasih link buat donlot-annyaaa…

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:| :twisted: :teror: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :T.T: :D :?: :> :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)