#509: [Travel Journal] Dari Selayar ke Makassar; Pantai, Laut, dan Awan

#509: [Travel Journal] Dari Selayar ke Makassar; Pantai, Laut, dan Awan

Setiap kali saya disuruh memilih; mau ke pantai atau ke gunung, saya akan pilih pantai. Saya orang pantai. Saya suka air, matahari, angin, dan kaki telanjang. Hal-hal ini gak bisa dilakukan kalo saya jalan-jalan ke gunung. Pantai selalu lebih menyenangkan buat saya. Dilalah, di Indonesia ini banyak sekali pantai yang indah–dan juga gunung-gunung yang meminta untuk ditaklukkan. Musim liburan, saya mengajak anak-anak untuk ke pantai dan bersenang-senang di sana. Membawa anak-anak jalan-jalan itu memang lebih repot. Kadang saya membantin, “Vacation with children is not a real vacation. It just another busy day, with more mess.” Tapi hidup harus dinikmati. Perjalanan yang penuh kerepotan itu juga nikmat karena mungkin sepuluh atau lima belas tahun...

Read More

#404: Kalau Belahan Jiwamu di Belahan Dunia yang Lain

#404: Kalau Belahan Jiwamu di Belahan Dunia yang Lain

LDR oh LDR…. Sebulan belakangan ini, saya ditinggal suami yang sedang mengambil master di US. Rasanya, duh … jangan ditanya deh. Campur-campur antara seneng (soalnya dia bisa ngedapetin apa yang dia impikan), kangen (karena ditinggal), galau (karena jadi susah komunikasi langsung), dan macem-macem perasaan yang lain. Sebenernya, hal kayak gini tuh gak masalah ya. Hareee geneee gitu loh. Segala macam alat komunikasi diciptakan biar orang-orang yang terpisah bisa saling terhubung asal ada sambungan internet. Modelnya pun udah macem-macem; dari mulai mengirimkan teks, suara, gambar, sampe video. Yang terakhir itu yang paling saya suka walaupun emang harus menyisihkan lebih banyak dana untuk quota internet. Facetime-an sambil gegoleran…. Komunikasi...

Read More

#382: Berbuka dengan Air Layak Minum

#382: Berbuka dengan Air Layak Minum

Gambar boleh minjem di mari. Beginilah seharusnya judul film kalo dibuat untuk mengisi Ramadhan.  Kamu lagi puasa? Coba pandangi gambar di bawah ini. Bayangkan kesegarannyaaa…. Bayangkan dia melewati kerongkongan dan menghilangkan hausmu. BAYANGKAN! Gambar boleh minjem di mari. Apaaah? Masih kurang seger? Kalo ditambah es gimana? Gambar boleh minjem di mari. OMG! Praise the Lord! Bisa berbuka dengan air putih (dengan atau tanpa es, sesuai dengan pilihan kamu) merupakan nikmat yang nikmat banget! Nikmat di dalam nikmat; nikmat-ception. Walopun ada kolak, es buah, teh manis, pasti yang diincer air putih dulu. Dia jadi kayak pembuka gerbang kegembulan kita ketika buka puasa. Hahahaaa…. Tapi … ada kalanya di masa lalu di mana saya masih...

Read More

#351: Selayar, Suatu Ketika

#351: Selayar, Suatu Ketika

Matahari terbit di Pelabuhan Pamatata. Gak pernah kebayang kalau ada suatu masa dalam hidup, saya keluar dari Jakarta dan bukan untuk liburan. Dulu saya mengira kalau saya akan ada di Jakarta, mungkin … selamanya. Bahkan ketika menjelang penempatan tugas Tuan Sinung, saya sempat bertanya, “Bisa gak sih, kamu ditempatkan di Jakarta aja?” Saya gak mau keluar dari Jakarta bukan karena saya takut dengan kehidupan di tempat lain. Saya hanya merasa sudah terlalu cinta pada setiap sudut Jakarta. Jalan-jalan ramai yang saya lewati setiap hari, polusi, berebutan tempat duduk di Busway, sempit-sempitan di angkot, semua itu saya rasakan sebagai bagian dari diri saya. Memang kehidupan seperti inilah yang cocok dengan saya. Ternyata, saya salah. Menjemur ikan asin di...

Read More

#311: Mari Optimalkan Pemanfaatan E-Learning untuk Guru dan Siswa

#311: Mari Optimalkan Pemanfaatan E-Learning untuk Guru dan Siswa

Manteman masih ingat bagaimana cerita Lintang di Laskar Pelangi yang harus mengayuh sepeda sejauh 40 kilometer demi untuk datang ke sekolah? Atau cerita Ma Yan yang harus menahan lapar selama dua minggu hanya untuk membeli sebatang pensil untuk sekolah? Beberapa dari kita mengejar ilmu dengan kesungguhan luar-biasa. Beberapa dari kita bisa mendapatkannya dengan mudah. Tapi satu kesamaannya: untuk mendapatkan ilmu kita harus menyediakan waktu. Belajar tidak sama dengan membeli buku walaupun di buku itu isinya ilmu yang sangat banyak. Untuk membeli buku, kita hanya perlu mengeluarkan uang. Untuk mendapatkan ilmu di dalam buku itu, kita harus menyediakan sebanyak waktu yang diperlukan–dan itu tidak sebentar. Punya alat, fasilitas, dan akses tidak kemudian...

Read More

#307: Are You Smart Enough?

#307: Are You Smart Enough?

Salah satu dialog dari film Mona Lisa Smile yang saya suka adalah ketika Betty mengunjungi Joan yang ternyata sudah menikah dan menanyakan kenapa dia tidak mengambil kesempatan untuk kuliah di Harvard Law School. Ketika itu Joan sudah diterima di sana karena dia memang sangat pintar. Joan menjawab kalau dia ingin membangun keluarga dengan orang yang dia cintai dan punya anak-anak. Jawaban berikutnya yang paling membekas buat saya adalah: “Kalaupun saya gak mengambil kesempatan itu (untuk kuliah di tempat sebonafit Harvard Law School), bukan berarti itu akan membuat saya jadi kurang cerdas.” Joan memilih untuk membangun keluarga dan punya anak-anak. Betty yang dibesarkan dengan didikan untuk menjadi istri yang baik (bahkan dia sudah menikah ketika...

Read More

#290: Simply Inspiring with Wardah

#290: Simply Inspiring with Wardah

Dandanan mau ke pasar. Loving yourself means: you take care of what God has given to you. Halo, Manteman…. Beberapa hari belakangan, cuaca di sini panas sekali. Saya jadinya gampang keringetan. Ada satu-dua jerawat yang muncul di dagu saya. Kayaknya sih ini karena hormon juga. Kalo cuaca lagi kayak gini, saya selalu pastikan keluar rumah pake sunscreen. Matahari itu jahat banget loh buat kulit kita. Paparan sinar matahari yang mengenai kulit kita, terutama sinar ultraviolet, bisa ngebikin kulit jadi keriput lebih cepat dari yang seharusnya. Ini yang dinamakan dengan penuaan dini: ketika proses penuaan kulit lebih cepat dari yang normal terjadi. Makanya saya selalu pakai sunscreen. Jadi ngomongin make-up ini, ya…. Sekalian aja yuk, kita bahas make-up...

Read More

#201: Sensasi Spa di Rumah dengan Sariayu Beauty Spa

#201: Sensasi Spa di Rumah dengan Sariayu Beauty Spa

Dulu, sewaktu saya masih tinggal di Jakarta, saya menyisihkan setidaknya dua minggu sekali untuk spa di salon langganan saya. Debu, polusi, stress, dan makan yang tidak teratur membuat kulit dan penampilan saya secara keseluruhan mudah terlihat kusam. Kalau dibiarkan, biasanya akan muncul masalah baru, seperti jerawat dan komedo. Pergi ke salon dan melakukan spa buat saya selain untuk merawat tubuh, juga untuk menyegarkan pikiran dan menenangkan jiwa. Setelah spa, rasanya lebih rileks, segar, dan saya juga merasa “aman” karena kulit saya sudah dirawat dengan baik. Kulit itu kan aset kecantikan yang paling berharga. Ketika kulit kelihatan kusam, tidak sehat, berjerawat, dan keriput, secara otomatis akan membuat empunya kulit akan terlihat tidak...

Read More