#243: [Prompt #9] Parfum

#243: [Prompt #9] Parfum

credit Nisa meletakkan baki berisi makan siang di atas meja di sebelah tempat tidur Dito yang kelihatannya sedang bagus suasana hatinya. “Aku selalu suka wangi parfummu,” kata Dito sambil meraba ujung meja, berusaha mengambil gelas yang ada di sana. Nisa mengambilkan gelas itu dan meletakkannya di telapak tangan Dito. “Apa kamu mau membacakan buku lagi buatku?” tanya Dito. “Boleh. Buku yang mana?” “Novel tentang cewek yang suka makan bunga itu kayaknya asyik.” Nisa berdiri dan mengambil novel itu di atas meja, tepat di sebelah baki yang tadi dia letakkan. Pelan-pelan Nisa berdiri. “Aku ambil kacamata dulu ya. Ketinggalan di kamar.” Nisa berjalan ke arah pintu. Di sana Maya sudah berdiri menunggunya. “Yang penting kamu pakai parfum ini setiap kali mau ketemu Dito....

Read More

#242: [Flash Fiction] Printer

#242: [Flash Fiction] Printer

Gambar dipinjem dari sini. Ketika Irma meletakkan tas di meja kerjanya, matanya menyapu gambar aneh yang ada di tumpukan kertas di dekat printer-nya. Dia mengambil kertas itu dan memperhatikannya: seperti gambar telapak tangan. Bukan, lebih tepatnya, hasil print telapak tangan yang di-scan dengan … mungkin dengan printer miliknya ini. Gambar tangan itu pastilah milik seorang perempuan karena kukunya tampak panjang terawat dan ada cincin di jari manisnya. Irma berusaha mengingat kalau kemarin sore, ketika dia pulang kerja, gambar telapak tangan ini belum ada. Dia selalu membersihkan mejanya sebelum pulang dan memastikan tidak ada dokumen penting yang tercecer. Dia yakin kemarin gambar ini belum ada. Irma membuang kertas bergambar tangan itu ke tempat sampah....

Read More