#318: Menulis untuk Kalian

#318: Menulis untuk Kalian

Saya tidak bisa menulis. Sudah beberapa hari. Ketika menatap monitor dan melihat susunan huruf yang menjadi kata, lalu menjadi kalimat, dan memenuhi banyak halaman di sana, saya ketakutan. Saya seperti tidak mengerti kenapa harus melakukan ini. Sebenarnya bukan itu, saya hanya tidak tahu kepada siapa tulisan ini mau disampaikan. Beberapa menyarankan agar saya menulis untuk diri saya sendiri. Atau Tuhan–bagaimana caranya menulis untuk Tuhan? Saya tidak tahu bagaimana caranya menulis untuk Tuhan yang ketika berdo’a pun kadang saya kesulitan menghadirkan Dia? Yang ketika berdo’a pun, saya manusia ini, kadang tidak juga mau menaklukkan pikiran dan menempatkan diri tidak lebih berharga dari debu? Bagaimana? Yang tentang tauhid saja belum lagi khatam,...

Read More

#294: Ada Waktu yang Tepat untuk Setiap Ide

#294: Ada Waktu yang Tepat untuk Setiap Ide

Beberapa hari belakangan, saya membaca novel fantasi berjudul Eldar yang ditulis oleh K.A.Z_Violin. Namanya syusyeeeh ya disebutnya. Tapi pas ngeliat pengumuman PSA tahun lalu, saya ngintip ding nama aslinya. Gak sesusah nama penanya ternyata. *plak* Saya bukan lagi mau ngomongin nama pena…. Jadi, ada yang saya sadari setelah mencoba menulis begitu lama—lumayan lama karena saya belajar nulis dari SD. Bahwa ada waktu yang tepat untuk setiap ide. Ini baru saya sadari ketika saya menulis Everald selama seminggu terakhir. Everald ini bisa dibilang pengantar sebelum saya menulis Faschel. Semacam proyek pemanasan sambil nyelesein riset dan ngebangun universe-nya Faschel. Ide tentang Faschel ini sudah ada sejak saya SMA, sekitar kelas 2 kali ya. Saya lupa-lupa...

Read More

#252: [Journey to Everton]: Day 4

#252: [Journey to Everton]: Day 4

Yah, lupa motong bagian bawah gambar yang putih ituh…. Sebodo ah~ *ditabok* Mari kita ngomongin orang, eh karakter. Yeay~! Kemarin, saya baru saja menyelesaikan plot sinopsis dan berniat untuk gak ngutak-ngatik lagi sampai semua bab selesai ditulis dan jadi draft 1. Yaaaaah, semua draft 1 itu gak ada yang sempurna. Pasti butuh editing ketat dan akan ada banyak perubahan juga. Tapi, yang namanya draft 1 itu harus ada bukan untuk jadi draft terakhir yang akan diperlihatkan ke publik: dia akan jadi draft utuh pertama yang bisa diliat, dicoret, dicabik-cabik, atau bahkan dibakar. Satu hal yang masih saya kerjakan sambil menulis bab demi bab draft 1 ini adalah karakterisasi. Kok ngerjainnya sambil jalan? Gak di-fix-kan di depan? Karena tokoh-tokoh ini akan (dan...

Read More

#250: [Journey to Everton]: Day 3

#250: [Journey to Everton]: Day 3

Ide, Plot, dan (Takut) Mati Gaya Seorang teman sesama penulis wannabe pernah menceritakan idenya pada saya: pengen bikin ini begini begitu trus begini begini begitu begitu…. …dan saya terperangah! Itu ide yang hebat, segar, dan menyenangkan untuk dibaca. Tapi, semua orang punya ide. Di situlah masalahnya. Semua orang bisa punya ide. Kalau saya tanya sama Isha (5 tahun) apa yang dia pikirkan waktu melihat bulan purnama, dengan cepat dia bisa jawab: mau digoreng. Itu juga ide yang luar biasa. Bayangkan tentang bulan yang bentuknya kayak pancake itu digoreng di kuali yang besarnya kayak Jupiter plus dikasih taburan asteroid di antara lintasan Mars dan bumi. Keren toh? Itu ide: sesuatu yang melintas di kepala dan kemudian ditangkap, diamplas, disisihkan...

Read More

#247: [Journey to Everton] Day 2

#247: [Journey to Everton] Day 2

    Saya selalu suka Sabtu bukan cuman karena weekend tapi juga karena (rasanya) waktu berjalan lambat. Saya bisa melakukan banyak hal tanpa harus terlalu diburu ini dan itu. Misalnya pagi ini saya ke pasar, pulang dari pasar saya nonton How I Met Your Mother season 7 sampai 5 episod, trus baru masak. Abis itu masih ada waktu buat leyeh-leyeh setelah makan, main sama anak-anak, moto resep (trus fotonya entah kenapa gak kesimpen di memory-card), trus masih bisa lanjut nonton How I Met Your Mother lagi (yang bikin mood jadi gak enak soalnya ceritanya nyebelin gitu di season 7), dan … akhirnya saya pun bisa curhat lagi di , seperti sekarang. Tadi pagi saya dapet balesan email dari Bang Alf yang bikin saya jadi mikir lamaaaaa … banget. Sekarang...

Read More

#246: [Journey to Everton] Day 1

#246: [Journey to Everton] Day 1

    Pekan ini, saya mulai menuliskan tentang Everton. Karena saya lumayan puyeng nulisnya dan mau curhat juga males karena gak ada waktu buat curhat juga, jadi saya menuliskan semua kepuyengan saya aja deh. Judul tulisan Journey to Everton, akan memuat curhat terselubung saya selama menuliskan novel ini. Saya perlu berkeluh-kesah, memikirkan kembali, mencatat beberapa hal penting selama menuliskan novel ini, jadi saya memutuskan untuk membaginya di . Syukur-syukur sih ada yang membaca dan ngasih tanggapan … dan  juga semangat. Saya sempat libur dua minggu dari novel terakhir yang saya tulis karena lompat dari chicklit yang penuh cinta ke fiksi fantasi yang ada adegan pertarungan itu ngeset mood-nya lumayan susah juga. Apalagi selama nulis...

Read More