#503: [Nulis Kamisan] Hi!

#503: [Nulis Kamisan] Hi!

Credit Dinda terkejut ketika cambuk kilat keemasan melecut di langit abu-abu yang menutupi kota ini seharian. Dia memegangi payung hitamnya dengan lebih erat. Setelah itu, beberapa detik kemudian, gemuruh terdengar di langit. Gemuruh yang selalu saja datang terlambat karena dia kalah cepat. Lampu-lampu jalan sudah menyala padahal sekarang baru saja jam lima sore. Jalanan yang basah memantulkannya sehingga seolah ada lebih banyak sumber cahaya daripada yang sebenarnya. Sesekali mobil lewat di depannya, pelan. Lampu depan mobil itu menembus hujan yang membuat tetesannya tampak lebih jelas; seperti jarum-jarum panjang yang menghujam ke tanah lalu pecah. Seorang laki-laki yang juga memakai payung hitam berjalan pelan dan berhenti di sampingnya. Dinda menoleh ketika...

Read More

#380: [Kamisan] Game of Love

#380: [Kamisan] Game of Love

  Kalau cinta itu permainan Maka aku selalu kalah dan mengalah Karena dia datang dan aku menyambutnya Bukan mengangkat pedang dan menebasnya Dan aku selalu saja senang ketika mengenang betapa aku mengalah Bukan karena lemah Karena bisa saja, bisa saja ketika itu aku menukarkan cinta dengan banyak hal lain, tapi akhirnya aku meletakkan senjata dan menyerah Bukan karena lemah Karena bisa saja, bisa saja ketika itu aku memilih untuk tidak menyerah, tapi apalah artinya? Karena bisa saja, bisa saja melawan itu berarti menyakiti diriku sendiri Karena ku tahu, aku tidak jatuh cinta pada siapapun, tidak juga padamu, aku jatuh cinta pada diriku sendiri Yang imajinya terbiaskan pada cintamu Karena itu mudah sekali untuk menyerah Karena kemudian, cinta itu membawa pada...

Read More