#567: Tetaplah Berani

#567: Tetaplah Berani

Aku lupa malam itu hari apa—mungkin Sabtu atau Minggu. Entahlah. Kamu bercerita tentang tugas-tugas kuliahmu dan aku duduk di depanmu. Aku melihat layar laptop-ku. Aku tidak ingin melihatmu karena cukuplah mendengar suaramu. Kamu tertawa. Aku tidak. Tidak lucu. Kita sudah sejauh ini, kataku malam itu. Aku juga sudah lupa, setelah atau sebelum kamu tertawa. Kita terbang separuh dunia untuk sampai di sini. Kamu bertanya, apa aku ingin pulang. Aku jawab, tidak. Aku berkata, aku akan tetap di sini, menemanimu bergelut dengan waktu. Dengan kode-kode yang tidak pernah aku mengerti, yang kamu ketik di komputermu. Ketika kamu bertemu denganku, tiga belas tahun lalu, kamu tahu kalau kepalaku lebih keras dari batu. Aku selalu saja menentang. Menantang. Kalau kemudian kamu...

Read More

#532: If Only I Don’t Bend and Break

#532: If Only I Don’t Bend and Break

  If only I don’t bend and break I’ll meet you on the other side I’ll meet you in the light If only I don’t suffocate I’ll meet you in the morning when you...

Read More

#531: Just Another Relationship Lesson (From Me)

#531: Just Another Relationship Lesson (From Me)

Menemukan seseorang yang mau ada di dalam hubungan dengan kita itu sulit, berada dalam hubungan itu sulit, dan menjaga hubungan itu sulit. Tapi saya tidak tahu mana yang lebih sulit. Begitu pula hubungan saya dan Tuan Sinung. Entah mengapa sedari awal saya selalu saja merasa bahwa hubungan ini tidak akan berjalan baik. Saya membayangkan akan menghabiskan hari dengan lelaki yang membacakan Keats atau Neruda. Yang akan menemani saya membicarakan tentang bintang dan romantisme penyair ketika mereka melihat senja. Saya selalu berkata, Hon … if you’ve got love you’d better hope that that’s enough. Bahwa cinta saja tidak pernah cukup, itu saya pelajari dari tahun ke tahun pernikahan kami. Sayangnya, kami jarang bertengkar. Kami lebih banyak berdebat. Membunuh ide...

Read More

#500: Bring Me The Night

#500: Bring Me The Night

  So bring me the night, send out the stars ‘Cause when I’m dreaming we don’t seem so far Darken the sky and light up the moon So that somehow you’ll be here with me soon Bring me the...

Read More

#437: Catatan Anniversary ke-8

#437: Catatan Anniversary ke-8

Lagi kangen banget sama Selayar. Hiks. Tumben banget tahun ini saya lupa dan agak gak peduli sama urusan anniversary ini. Telat satu hari, saya baru nelpon si Tuan Sinung dan bilang, “Hey, happy anniversary! How’s marriage?” Dan dia jawab, “Such a crazy ride.” “I can do another eight, at least.” “Really?” “Yeah, come again and ask me in eight years.” Trus kita ngobrolin yang lain. Bukan urusan anniversary ini gak penting, sih. Saya cuma udah agak gak terlalu pengen ngitung lagi aja gitu. Cuma karena nulis tentang pernikahan setahun ke belakang udah kayak semacam kegiatan tahunan, jadilah saya nulis catetan ini. Emang delapan tahun belakangan mirip kayak naik roller-coaster. Tegang-tegang happy tapi...

Read More

#420: Declaration of Dependence

#420: Declaration of Dependence

Every fall into love involves the triumph of hope over self-knowledge. We fall in love hoping we won’t find in another what we know is in ourselves, all the cowardice, weakness, laziness, dishonesty, compromise, and stupidity. We throw a cordon of love around the chosen one and decide that everything within it will somehow be free of our faults. We locate inside another a perfection that eludes us within ourselves, and through our union with the beloved hope to maintain (against the evidence of all self-knowledge) a precarious faith in our species.–Alain de Botton Masih mau ngomongin relationship, tapi kali ini pernikahan. Soalnya … saya perlu procrast nulis yang lain. Hahahaaa…. Suatu kali saya bertanya pada teman saya, “Sehat gak...

Read More

#410: Rasanya, Aku Sudah Lupa

#410: Rasanya, Aku Sudah Lupa

  Pagi ini, aku terdiam di depan halaman Scrivener yang masih kosong. Bab ini harusnya tentang cinta. Tapi tidak tentang cinta seperti yang banyak dituliskan di novel-novel itu. Karena rasanya, seingatku, cinta rasanya tidak seperti itu. Rasanya, cinta itu warnanya juga bukan merah jambu. Mungkin biru karena lebih banyak yang tidak pasti. Mungkin juga merah … karena banyak membawa nyeri. Tapi bukan seperti itu. Tapi entahlah, rasanya, aku sudah lupa. Aku jatuh cinta sudah lama sekali dan tidak pernah terpikir untuk mengulanginya lagi. Dulu sekali. Di awal usia dua puluhan dan ketika itu hidup sepertinya masih gelap untuk aku pahami wujudnya. Dan cinta juga bukan puisi panjang yang aku tuliskan untukmu. Bukan juga tentang kerinduan yang tak pernah...

Read More

#387: I See You in the Sweetness of Our Children

#387: I See You in the Sweetness of Our Children

Thaariq Pas liburan di Salatiga kemaren, menjelang lebaran, saya kepikiran buat ngadain sesi foto keluarga … ya, niat awalnya sih gitu; foto keluarga. Yang mana berakhir dengan foto anak-anak doang karena papanya ternyata sibuk ngawasin biar mereka gak lari-larian sampe jauh dan emaknya sibuk moto. Aisha Tapi gak apa-apa. Lumayanlah. Dapet beberapa foto yang cukup bagus kalo dipajang di ruang tamu pake bingkai hitam polos. Saya pengen konsepnya rerumputan yang banyak warna ijonya. Soalnya saya maunya, itu foto bisa ngasih kesan adem gitu ke ruangan tempat dia dipajang nanti. Jadi biar warnanya gak terlalu banyak, anak-anak pake baju putih dan khaki. Saya juga udah siap loh, pake baju warna khaki. Tapi yaaa … foto saya gak ada. Foto anak-anak bertiga...

Read More

#384: State of Our Affairs

#384: State of Our Affairs

Seperti halnya saya gak percaya kalo cinta itu tidak harus memiliki, saya juga gak percaya bahwa kita dan pasangan kita diciptakan untuk saling melengkapi karena kalo sendirian, kita gak lengkap. (Ini kok belibet ya, bahasanya?) Mungkin ini pendapat dari orang yang kelamaan jomblo sebelum nikah. Hahahaaa…. Tapi yaaa, begitulah.  Mungkin banyak yang mengira kalo saya ketemu Tuan Sinung itu pas kuliah di STIS. Iya sih. Tapi jauh sebelum itu saya udah “ketemu” dia duluan. Pas SMA, saya suka beli majalah Annida. Belinya kalo lagi ada uang aja; jadi kadang beli, kadang gak. Trus suatu hari, saya baca di rubrik “Tahukah Anta” ada orang yang nulis apa gitu, saya lupa tulisannya. Tapi nama yang nulis saya masih inget; Amin Rois Sinung Nugroho. Trus saya beli edisi...

Read More

#379: Album Favorit Bulan Ini: The Best of Keane

#379: Album Favorit Bulan Ini: The Best of Keane

Setelah sebulan kemarin saya ngedengerin Coldplay gak berhenti-berhenti, akhirnya saya pun rada bosen trus mulai nyari-nyari album lain yang bisa dibeli di iTunes. Trus saya liat albumnya Keane ini, The Best of Keane. Sebenernya–kayak album The Best of lainnya–ini kayak kumpulan lagu-lagu mereka yang pernah hits aja. Jadi kalo punya koleksi lengkap albumnya dari Hopes and Fears (2004) sampai Strangeland (2012), yaaa … gak perlu punya album ini juga gak apa-apa. Tapinya karena saya selalu punya soft spot untuk band yang satu ini, saya milih buat punya albumnya sekalian. Soalnya mereka juga mengumumkan hiatus setelah album ini launching dan itu ngebikin saya agak gimana juga. Kayaknya sayang banget gitu. Saya emang rada banci kalo urusan musik...

Read More