#255: [Prompt #12] Konde Usman

#255: [Prompt #12] Konde Usman

credit Aku terkejut saat aku secara tak sengaja menyenggol sesuatu yang besar dan menyembul. Astaga! Konde? Tapi, siapa yang pakai konde di rumah ini? Aku mengambil konde itu dan meletakkannya di atas meja makan. Sepertinya benda itu memang tidak sengaja terjatuh dari meja ini karena aku melihat ada beberapa tusuk konde dan kembang goyang di atas meja. Usman keluar dari kamarnya. Sedikit terkejut melihat aku sudah ada di ruang tengah. Ini kedatanganku yang ketiga kali ke rumah ini. Di kedatanganku yang kedua, Usman memberiku kunci rumah agar aku bisa tetap masuk walaupun dia tidak ada di rumah. Aku menunggu beberapa lama tadi setelah mengetuk pintu tapi tidak ada yang menjawab. Aku pun menggunakan kunci itu. Aku menyodorkan sekotak martabak bangka yang sengaja...

Read More

#243: [Prompt #9] Parfum

#243: [Prompt #9] Parfum

credit Nisa meletakkan baki berisi makan siang di atas meja di sebelah tempat tidur Dito yang kelihatannya sedang bagus suasana hatinya. “Aku selalu suka wangi parfummu,” kata Dito sambil meraba ujung meja, berusaha mengambil gelas yang ada di sana. Nisa mengambilkan gelas itu dan meletakkannya di telapak tangan Dito. “Apa kamu mau membacakan buku lagi buatku?” tanya Dito. “Boleh. Buku yang mana?” “Novel tentang cewek yang suka makan bunga itu kayaknya asyik.” Nisa berdiri dan mengambil novel itu di atas meja, tepat di sebelah baki yang tadi dia letakkan. Pelan-pelan Nisa berdiri. “Aku ambil kacamata dulu ya. Ketinggalan di kamar.” Nisa berjalan ke arah pintu. Di sana Maya sudah berdiri menunggunya. “Yang penting kamu pakai parfum ini setiap kali mau ketemu Dito....

Read More

#230: (Prompt Challenge #4) Boneka untuk Risa

#230: (Prompt Challenge #4) Boneka untuk Risa

Gambar minjem di marih. “Ibu! Lihat! Aku bawa boneka untuk Risa!” Ibu tersenyum kemudian berkata, “Lucu sekali. Mudah-mudahan Risa suka. Ibu antar ke kamarnya sekarang?” Bayu mengangguk senang. Mereka lalu berjalan ke kamar belakang. Ada banyak kardus berisi barang-barang ditumpuk di sekitar ruang tengah. Ibu membukakan pintu dan Bayu langsung masuk ke dalam. Ada sebuah tempat tidur kecil di sana dan sebuah meja. Risa ada di tempat tidur itu, sendirian. Bayu berjalan ke arah Risa sambil tersenyum walaupun dia yakin Risa tidak akan membalas senyumnya. Dari sudut matanya, dia bisa melihat Risa duduk bersandar di tempat tidurnya. Bayu meletakkan boneka itu di samping Risa lalu bergegas keluar. Ibu yang menunggu di luar langsung menutup kembali pintu...

Read More