#396: [Cerpen] Dua Puluh

#396: [Cerpen] Dua Puluh

Yak, ini cerpen pertama saya yang dimuat di Femina. Saya udah pernah ceritain di sini. Daripada gak ngeblog, saya post aja cerpen ini. Dulunya, saya mau bacain ini cerpen trus rekamannya dimasukin ke SoundCloud. Baru selesai setengah, saya udah kudu pindahan dan terbengkalailah rekaman entuh. Ini versi editan terakhir yang dimuat. Temen saya, Mbak Nona Syam, sampe bela-belain jalan ke Semarang dari rumahnya yang jaraknya satu jam buat beli majalah Femina dan baca cerpen ini. Saya dapet foto cerpen yang ada di majalahnya. Tapi pas mau dipindahin ke laptop, kok ya gak bisa-bisa. Nyoba nge-email dari hape, gagal terus. Nasib…. Padahal saya mau mamerin gambarnya. Dan, makasih ya, Mbak Non udah beli majalahnya dan kirim gambar cerpennya. Jadi terharu…. Ini...

Read More

#41: Secangkir Rindu (Cerpen)

#41: Secangkir Rindu (Cerpen)

Akhirnya saya menuliskan juga cerita ini. Ini adalah sebuah cerita pendek dari Faschel yang saya tidak masukkan ke cerita panjangnya karena tidak ada kontribusinya juga. Mau dibuang, sayang. Saya tulisakan sajalah jadi sebuah cerita pendek yang terpisah. Proses menulisnya tidak lama. Hanya beberapa jam saja. Yang lama itu: proses menimbang apakah cerita ini akan saya ceritakan atau tidak. Buat yang belum membaca The Miracle of Faschel Online Series, bisa langsung download di website-nya. Buat yang belum tahu siapa itu Kalena: dia adalah adik Daphrio. Dan buat yang bingung ini, apa…. bagaimana kalau baca dulu? Nikmati saja tulisannya sebagai sebuah cerita pendek independen yang tidak ada hubungannya dengan apapun, apalagi Faschel Cerita ini juga saya post di...

Read More

#40: Sunflowers (Cerpen)

#40: Sunflowers (Cerpen)

  Akhirnya saya selesai juga dengan cerpen yang satu ini. Saya ingin bereksperimen dengan point of view. Jadi struktur dan rencana pemakaian POV-nya datang lebih dulu. Baru menyusul ceritanya. Setelah saya memikir-mikirkan cara menulisnya, akhirnya saya memutuskan POV apa yang akan saya pakai dan merancang ceritanya. Prosesnya sangat singkat. Saya mulai menulis setelah maghrib dan selesai sekitar jam 22:30 WITA. Seandainya semua ide saya bisa ditulis selancar ini…. Seperti biasanya, saya juga posting cerpen ini di kemudian.com. Berharap ada yang baik hati mau melemparkan cabe. Saya akan menerimanya dengan sangat bersyukur. Silahkan download cerpennya di-link ini:...

Read More

#39: Menulis Kegelapan (Cerpen)

#39: Menulis Kegelapan (Cerpen)

  Akhirnya cerpen ini selesai juga. selain memajangnya di sini, saya juga meng-upload-nya di Kemudian.com. Cerpen ini saya buat sebulan lebih. Dikerjainnya disela-sela waktu mengerjakan pekerjaan lain yang lebih asyik, termasuk nge-games. Entah kenapa saya merasa endingnya kurang pas. Masih tidak seperti harapan saya. Mudah-mudahan ada yang ngasih cabe di kekom, jadi saya bisa revisi agar lebih baik lagi. Silahkan di-download:  Menulis Kegelapan.pdf Gambar dipinjam...

Read More

#28: Matanya Berwarna Coklat (Cerpen)

#28: Matanya Berwarna Coklat (Cerpen)

Dua hari belakangan ini saya sedang menyelesaikan beberapa buku yang sudah lama dibeli dan tidak pernah dibaca. Di sela-sela membaca, saya mendaur-ulang cerpen lama saya yang saya temukan di antara file-file saya. Kalau ditaroh di halaman ini, pasti sakit mata bacanya. jadi, saya buatkan saja versi .pdf-nya. Enjoy it. Silahkan di-download:Matanya Berwarna...

Read More