#568: Lagu Pengantar Menulis dan Curhat Lainnya

#568: Lagu Pengantar Menulis dan Curhat Lainnya

  Ini salah satu ruangan favorit saya untuk menulis di Fayetteville Public Library. Ada perapiannya, sofa, dan jendela besar. Berasa kayak lagi nulis di rumah yang nyaman banget. Sebenernya saya sekarang lagi mau lanjutin Jangka dan membalas surel. Tapi rasanya masih belum mood buat mulai ngerjain. Hiks. Jadi saya mau cerita tentang lagu yang lagi saya suka banget sebulan belakangan. Saya suka pakai lagu tertentu untuk menjaga mood karakter yang lagi saya tulis. Biar enggak out of character. Soalnya saya nulis enggak satu proyek di satu waktu. Kadang tiga-empat sekaligus. Kadang saya pakai juga untuk menjaga beat scene. Misalnya, saya lagi nulis scene yang saya mau jalannya lambat, detail, dan ketukannya segini, segini, segini. Saya pakai lagu tertentu untuk...

Read More

#522: [The Other Half] Love Story or Relationship Story?

#522: [The Other Half] Love Story or Relationship Story?

Beberapa hari yang lalu, saya baru aja nyelesein satu naskah dan rasanya legaaa … banget. Soalnya udah lama saya gak nulis dengan disiplin dan pas saya coba untuk mulai mendisiplinkan diri, setidaknya nulis 500 kata setiap hari, akhirnya naskah itu selesai. Agak sedih juga rasanya pas udah sampai di halaman seratusan dan mulai sadar kalau cerita ini harus dituntaskan. Ending-nya pun harus menggenapkan. Ini juga yang kadang ditanyakan ke saya; ending yang bagus itu yang kayak apa, ya? Saya cuma bisa bilang; yang menggenapkan. Yang bikin ceritanya utuh secara keseluruhan–terlepas itu sad atau happy ending.  Saya belum tahu naskah ini akan bagaimana nasibnya. Apa akan ada penerbit yang tertarik atau bagaimana. Karena penolakan itu udah jadi bagian dari...

Read More

#508: Nasehat Ira Glass untuk Pemula

#508: Nasehat Ira Glass untuk Pemula

Nobody tells people who are beginners — and I really wish somebody had told this to me — is that all of us who do creative work … we get into it because we have good taste. But it’s like there’s a gap, that for the first couple years that you’re making stuff, what you’re making isn’t so good, OK? It’s not that great. It’s really not that great. It’s trying to be good, it has ambition to be good, but it’s not quite that good. But your taste — the thing that got you into the game — your taste is still killer, and your taste is good enough that you can tell that what you’re making is kind of a disappointment to you, you know what I mean? A lot of people never get past that phase. A lot of people at that point, they quit. And the thing I would just like say to you...

Read More

#505: [Review Novel] Warna Hati

#505: [Review Novel] Warna Hati

Sebelumnya, saya merasa agak bersalah karena baru bisa menyelesaikan membaca novel ini beberapa hari yang lalu dan menulis reviewnya malam ini. Hiks. Novel ini dikirim ke alamat saya di Riau bulan lalu dan baru sampai ketika saya sudah pindah dari sana. Saya pun meminta adik saya untuk mengirimkannya ulang ke alamat baru saya di Jakarta. Jadi novelnya udah berkeliaran ke mana-mana ini…. Baiklah. Mari kita mulai. Buat yang baru sekali ini membaca review saya, saya peringatkan kalau review saya–biasanya–rada pedes. Tapi itu bukan tanpa alasan. Karena gak mungkin kan, kalo ada hal yang bagus trus saya tetep cabein juga. Di tiap cabe yang saya ulekin *halah* ada alasannya kok. Dan kalau saya bisa ngasih saran gimana cara memperbaiki hal-hal yang gak...

Read More

#503: [Nulis Kamisan] Hi!

#503: [Nulis Kamisan] Hi!

Credit Dinda terkejut ketika cambuk kilat keemasan melecut di langit abu-abu yang menutupi kota ini seharian. Dia memegangi payung hitamnya dengan lebih erat. Setelah itu, beberapa detik kemudian, gemuruh terdengar di langit. Gemuruh yang selalu saja datang terlambat karena dia kalah cepat. Lampu-lampu jalan sudah menyala padahal sekarang baru saja jam lima sore. Jalanan yang basah memantulkannya sehingga seolah ada lebih banyak sumber cahaya daripada yang sebenarnya. Sesekali mobil lewat di depannya, pelan. Lampu depan mobil itu menembus hujan yang membuat tetesannya tampak lebih jelas; seperti jarum-jarum panjang yang menghujam ke tanah lalu pecah. Seorang laki-laki yang juga memakai payung hitam berjalan pelan dan berhenti di sampingnya. Dinda menoleh ketika...

Read More

#443: Bad Dream by Keane and An Irish Airman Foresees His Death by W. B. Yeats

#443: Bad Dream by Keane and An Irish Airman Foresees His Death by W. B. Yeats

Seada-adanya aja dah, fotonya. Males nyari. *pemalas* Tadi pagi, saya buka iTunes trus nyetel lagu acak aja dan keputerlah A Bad Dream by Keane. Trus saya keingetan kalo lagu ini dibuat berdasarkan puisinya W. B. Yeats; An Irish Airman Foresees His Death. Jadilah sambil nunggu cucian, saya nyari puisinya dan ketemu juga wawancara sama Tim Rice Oxley–si pencipta lagu–tentang lagu ini. Buat dokumentasi sendiri–yah, buat apaaa … gitu nanti, saya juga belom tahu–saya bikin post-nya biar gampang nyarinya. Ini lirik lagunya: A Bad Dream Why do I have to fly over every town up and down the line? I’ll die in the clouds above and you that I defend, I do not love. I wake up, it’s a bad dream, No one on my side, I was fighting But I just feel...

Read More

#433: NaNoWriMo Winner! Akhirnyaaa!

#433: NaNoWriMo Winner! Akhirnyaaa!

Cuma mau mejengin ini doang. Akhirnyaaa~ Saya kira saya bakalan gagal tahun ini. Seminggu terakhir, saya bener-bener kerja rodi dan kayaknya bab-bab terakhir novel saya isinya cuma curhat gak berstruktur gitu. Hahahahaaa…. Sudahlah. *balik...

Read More

#426: Day-10 NaNoWriMo

#426: Day-10 NaNoWriMo

Hari ini tanggal 10 November. Udah sepuluh hari saya NaNo-ing. Gak sepuluh hari pas sih. Tiga-empat hari kemaren saya libur soalnya capek. Saya lagi gak enak badan dan … anu, banyak cucian. Jadi hari ini saya mau ngejar sekitar dua ribu kata yang ketinggalan. Tapi sampe siang begini, saya belom nulis juga. Saya malah sibuk ngurusin hal-hal lain yang gak penting. Oh, saya juga ngubah judul proyek NaNo saya. Trus saya juga gak paham kenapa saya milih judul kayak begitu; The Cookbook. Trus lagi, beberapa hari yang lalu ada pengumuman kalo Gramedia Writing Project mau milih 10 peserta untuk dibimbing sama editor sebagai finalis Gramedia Writing Project Batch 2. Ini ngebikin saya gak konsen karena awalnya saya pikir GWP ini macam Kekom atau Wattpad–nulis...

Read More

#421: Gramedia Writing Project

#421: Gramedia Writing Project

Quick info, saya ikutan Gramedia Writing Project (GWP). Lebih lengkapnya bisa dibaca di sini. Karena ini bulannya NaNoWriMo, jadinya saya main combo gitu. Hasil nulisnya saya post di GWP dan word count-nya saya submit untuk NaNoWriMo. Kalo mau baca ceritanya, silakan di sini. Sayangnya, kalo manteman mau komen, ngasih vote atau ngasih bintang, harus sign up dulu. Cerita ini plot sinopsisnya udah selesai saya buat kira-kita tahun lalu. Tapi entah kenapa saya sama cerita ini gak ada kemistrinya. Trus entah kenapa sekarang saya malah pengen ngelanjutin ini cerita. Hari ini saya konsultasi sama Mbak Leyla Hana dan kata beliau sih, ini cerita–walopun perlu dibenerin di sana-sini–udah cukup “dapet” gitu. Makin semangatlah saya menuliskannya....

Read More

#415: NaNoWriMo 2014 Prep

#415: NaNoWriMo 2014 Prep

November udah mau datang…. Seperti tahun-tahun kemaren, tahun ini saya ikut NaNoWriMo lagi. Kayaknya udah tiga kali saya ikut. Sayangnya, menang cuma sekali, tahun kemaren. Buat yang pengen nyoba ikut dan pengen tahu NaNoWriMo itu apa, saya tulislah post ini. Dulu kayaknya saya udah pernah tulis juga di sini, tapi kurang jelas kali ya. Baiklah. Apa itu NaNoWriMo? Singkatannya: National Novel Writing Month. Ini event tahunan yang skalanya world-wide. Tujuannya sih sebenernya cuma buat bikin kamu nulis doang; satu novel selama satu bulan. Jadi, itu ngapain? Jadi, selama bulan November, mulai dari tanggal 1 dan berakhir tanggal 30, kamu harus menulis novel sepanjang 50.000 kata. Gak perlu bagus bangeeet karena yang diminta hanya draft pertama … dan...

Read More