Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Category: Love & Relationship

It’s Called Breakup Because It’s Broken

Sebenarnya, saya agak malas menulis topik ini. Bukan karena menyakitkan untuk ditulis, bukan. Saya tahu kalau saya punya ambang batas rasa sakit yang rendah sekali. Saya enggak tahan sakit. Saya mudah menangis.  Saya mudah jatuh sayang pada apapun. Tapi sepertinya, orang patah hati menarik kedatangan orang patah hati yang lain. Jadi, saya pikir; sebaiknya saya tuliskan saja agar selesai dan jelas apa yang saya pikirkan tentang ini. Di tulisan ini, saya juga bilang, “Tanyakan lagi bulan depan.” Anggaplah sekarang ‘bulan depan’ itu. So please, take all this with a grain of salt. “Karena,” dia terdiam sebentar, memandangi saya, lalu...

Read More

More Than Words (by Extreme)

“Mana gue tahu.” Itu yang saya katakan pada si Tuan beberapa malam lalu, ketika kami bicara panjang dan lama sekali tentang banyak pertanda yang—bodohnya—tidak pernah saya baca dengan tepat dan jadikan penanda. “Kamu, kan, penulis. Observant,” katanya. “Gimana bisa enggak peka?” Pernyataan itu pun jadi pertanyaan saya setelah pembicaraan itu, bagaimana bisa? Seharian ini, saya darah rendah lagi. Tiduran sepanjang hari karena kalau berdiri, pandangan saya menghitam. Sekarang jam dua belas malam dan rasanya, setelah banyak tidur di siang hari, saya tidak ingin tidur sampai pagi. Saya ingin menulis. Tapi obrolan itu terngiang lagi. Saya pun membuka Spotify, memutar...

Read More

Sakit Sampai ke Tulang

Ada yang jadi bahan pikiran saya akhir-akhir ini dan cukup mengganggu; membuat sulit tidur, sulit untuk melakukan hal lain, walaupun punya pengaruh positif juga yang membuat saya banyak makan. Orang yang kenal saya, tentu tahu, kalau saya jarang makan. Sekali sehari kadang sudah cukup. Sebulan belakangan, saya makan—kadang—sampai tiga kali sehari. Saya bangga pada kebiasaan baru ini. Saya enggak mau membicarakan itu. Beberapa malam lalu, saya mengkonfrontasi Tuan Sinung. Berkata dengan marah padanya, “Mengapa lo enggak melindungi gue dari hal-hal semacam ini? Sekarang kalau sudah begini, mau apa?” ‘Hal-hal semacam ini’ yang akan saya jelaskan. Ada satu hal yang...

Read More

The Night We Met (by Lord Huron)

Pernah enggak kamu menyesali satu-dua hal kecil yang membawa ke hal besar? Perumpamaannya mungkin seperti butterfly effect; satu kepakkan sayap kupu-kupu di tempat dan waktu yang tepat, bisa menggerakkan udara dan membuat atau mengagalkan badai di tempat lain, beberapa waktu kemudian. Ini yang saya pikirkan ketika mendengarkan lagu ini beberapa hari belakangan. Saya enggak ingin berandai-andai untuk kembali ke waktu di mana seharusnya saya bisa menghindari kekacauan di hari ini dengan enggak melakukan satu-dua hal kecil beberapa bulan sebelumnya. Sama sekali enggak. Bukan karena saya masokis dan menikmati rasa sakit, bukan itu. Tapi karena rasa sakit yang belakangan datang...

Read More

Misread (by Kings of Convenience)

Enggak ada lagu yang lebih menjelaskan tentang apa yang saya rasakan di akhir masa SMA selain Misread oleh Kings of Convenience. Lagu ini saya dengarkan di radio ketika saya bersiap berangkat di pagi hari, menjelang sore ketika saya sudah di rumah, dan sampai tengah malam ketika saya mengerjakan PR. Waktu itu, lagu ini salah satu lagu yang sering diputar dan ada di chart Prambors Radio sampai waktu yang lama. If you want to be my friend You want us to get along Please do not expect me to Wrap it up and keep it there The observation I am...

Read More

Pin It on Pinterest