Untuk Bisa Mencintaimu Esok Hari

L ama sekali saya enggak menulis tentang pernikahan. Dulu, ini jadi topik kesukaan saya. Tingkat kesukaannya sama dengan; ketika saya membaca buku bagus atau menonton film yang luar biasa, lalu saya teramat ingin membahasnya dengan seluruh dunia. Rasanya seperti itu. Tapi, lama-kelamaan, ketika usia pernikahan makin bertambah, saya malah makin enggak paham dengan pernikahan saya sendiri. Selain syukur yang dalam bahwa saya diberikan suami semacam itu (ini lengkap dengan banyak hal yang saya suka dan enggak suka darinya), I humbled by this marriage. Sampai saya ada di satu titik di mana saya sendiri bingung, apa yang bisa saya berikan...

Read More