Category: Film

Tiga Hari untuk Selamanya

Di Podcast PMJ Eps. #2, kami sempat membicarakan tentang film Mira Lesmana dan Riri Riza yang paling bagus—menurut kami. Pilihan itu jatuh ke Tiga Hari untuk Selamanya (THuS). Memang yang paling terkenal; Ada Apa dengan Cinta (AADC). Tapi sepertinya, AADC ini bagus ketika ditonton sewaktu saya SMA. Ceritanya masih terasa relevan ketika itu. Tapi, ketika saya beranjak dewasa (halah), cerita AADC ini jadi enggak bisa saya indentifikasi lagi. Dulu cerita itu memang pernah begitu menyentuh. Dulu. Sekarang enggak lagi. THuS lebih menjelaskan tentang apa yang saya rasakan. Bahkan sampai sekarang. Pertama, saya masukkan dulu musik latar untuk membangun mood...

Read More

The Garden of Words

Semalem saya susah tidur lagi—halah, emang seumur hidup susah tidur kayaknya. Mau menulis review film lain, semangat sepertinya luruh bersama hujan (alasan). Jadi saya nonton anime yang sudah lama ada di list Netflix saya tapi belum juga saya tonton sejak lama. Bukan karena saya enggak suka anime, sih. Ini lebih karena prasangka saya kalau anime ini akan lucu-lucu menggemaskan seperti kebanyakan yang lain. Sesuatu yang sehabis ditonton berlalu begitu saja. Untuk prasangka ini, saya salah. Saya masih memikirkan anime ini sampai siang, sore, dan sekarang ini. Jadi saya tulis review ini agar perasaan yang mengendap di kepala saya hilang...

Read More

Hope (Wish atau So Won)

Keputusan impulsif yang saya sesali di bulan lalu; menonton film ini di jam tiga dini hari ketika saya enggak bisa tidur. Awalnya saya pikir ini film tentang keluarga, heart warming, enggak bakalan bikin mood jadi berantakan, terus bisa bikin ngantuk kalau ceritanya lambat dan banyak dialog. Jadi, ketika saya sudah menonton setengah jam pertama, saya jadi galau mau melanjutkan atau enggak. Bukan penasaran dengan ceritanya, bukan. Tapi penasaran dengan eksekusinya. Film ini enggak perlu waktu lama untuk masuk ke bagian yang paling menyakitkan, jadi seharusnya setelah kejadian itu, enggak akan ada lagi adegan yang menyakitkan. Seperti setelah titik terendah,...

Read More

Recent Comments

Blog Lama (2011 – 2016)

Pin It on Pinterest